300 Kilometer Ditempuh Sang Mama Demi Kawal Na Raya

| Penulis : 

Sekitar 300 kilometer ditempuh Nurul Agustin dari Banyuwangi menuju Surabaya untuk kembali melihat putrinya, Na Raya Aqueenzha Nin Gesheila, bertanding. Kali ini, perjalanan tersebut membawa Nurul ke panggung Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java Championship bersama tim putri SMAN 1 Glagah Banyuwangi.

SMAN 1 Glagah Banyuwangi datang ke Surabaya setelah menjadi juara sektor putri Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java-East. Mereka kini kembali berjuang di DBL Arena untuk menghadapi persaingan antartim terbaik Jawa Timur.

Untuk menyaksikan pertandingan putrinya, Nurul berangkat dari Banyuwangi pada Minggu, 4 Oktober 2026 sekitar pukul 22.30 menggunakan kereta. Ia tiba di Surabaya pada Senin, 5 Oktober 2026 sekitar pukul 04.30 pagi sebelum langsung menuju penginapan tempat rombongan SMAN 1 Glagah berada.

Baca juga: Sang Kapten yang Tenang Menerjang Badai

Perjalanan jauh seperti ini bukan hal baru bagi Nurul. Sejak Na Raya mulai serius bermain basket, ia berusaha mengikuti setiap pertandingan yang bisa ia datangi.

Ketika Srikandi, julukan tim putri SMAN 1 Glagah Banyuwangi berlaga di DBL East Java-East 2026 yang bertempat di Jember, Nurul bersama para orang tua student-athlete juga ikut mengawal perjalanan tim menggunakan mobil. Baginya, selama tidak ada keperluan lain di rumah, ia akan berusaha hadir menemani anak-anak.

“Alhamdulillah saya selalu ngikutin,” ujar Nurul.

Ada satu kebiasaan Na Raya yang membuat Nurul semakin ingin selalu berada di dekatnya. Setiap kali hendak bertanding, Na Raya biasanya lebih dulu menghubungi sang mama.

“Sebelum tanding, dia (Na Raya) selalu ngabarin saya ‘Mama, doakan.’ Jadi saya nggak rela biarin dia berjuang sendiri. Kita bersama-sama,” cerita Nurul.

Aksi penggawa SMAN 1 Glagah Banyuwangi, Na Raya Aqueenzha Nin Gesheila (kiri) saat berlaga di Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java Championship

Na Raya memang memiliki kedekatan dengan Nurul. Sebagai anak tunggal, keduanya terbiasa menjalani banyak hal bersama. Meski Na Raya tidak pernah secara langsung meminta sang mama untuk selalu datang, pesan singkat sebelum pertandingan itu cukup membuat Nurul merasa perlu hadir.

Baca juga: Bryan Gilbert Ajak Sahabat Masa Kecilnya di Final Party DBL East Java-North 2026

Bagi Nurul, kehadirannya di tribun bukan untuk memberi arahan teknis. Ia hanya ingin menemani putrinya menjalani sesuatu yang sudah dipilih dan disukainya.

Na Raya mulai bermain basket sejak SMP. Sebelumnya, ia memiliki dasar renang. Namun, ketika masuk SMP, ia memilih berpindah ke basket.

Nurul melihat pilihan tersebut membawa perkembangan positif. Ia kemudian terus mendukung ketika Na Raya mulai membagi waktu antara latihan dan sekolah.

“Anak saya dari SMP itu memang mau di basket. Dia perkembangannya bagus, jadi saya lihat kelihatannya juga positif. Saya suka,” katanya.

Kini Na Raya duduk di kelas XI dan menjalani tahun keduanya di DBL. Setelah membantu Srikandi menjadi juara di region East Java-East, ia kembali melanjutkan perjalanan di level yang lebih tinggi bersama timnya.

Nurul pun kembali mengambil peran yang sama yakni hadir di dekat putrinya.

Baca juga: Papa Charly dan Cara Uniknya Abadikan Perjalanan Basket Sang Anak

Ia melihat sendiri bagaimana Na Raya harus membagi waktu antara latihan dan sekolah. Menurutnya, putrinya sudah berusaha memberikan yang terbaik dalam keduanya.

“Alhamdulillah sudah maksimal. Dari awal latihannya, sampai sekolahnya kadang kejar tugasnya. Dan alhamdulillah maksimal di lapangan juga,” tutur Nurul.

Dukungan untuk Na Raya juga datang dari keluarga besar. Tidak semuanya bisa hadir langsung di DBL Arena, tetapi mereka tetap mengikuti pertandingan dari rumah melalui siaran langsung.

“Alhamdulillah ini tadi semua keluarga. Begitu masuk ke lapangan, saya langsung lapor ke grup  keluarga. Mereka semua langsung doakan dari rumah dan melihat live streaming,” ujar Nurul.

Sementara setelah pertandingan, Na Raya biasanya lebih banyak menghabiskan waktu bersama teman-teman satu tim. Ia melakukan evaluasi bersama, kemudian makan dan berkegiatan bersama.

Nurul membiarkannya menikmati proses tersebut. Ia tidak perlu selalu berada di samping Na Raya setelah pertandingan. Baginya, yang terpenting adalah memastikan putrinya tahu bahwa ia punya tempat untuk kembali dan keluarga yang terus mendukung.

Perjalanan Na Raya bersama SMAN 1 Glagah Banyuwangi di Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java Championship akhirnya harus berhenti pada laga pertama. Srikandi harus mengakui keunggulan SMAN 3 Blitar dengan skor 35-24.

Kekalahan tersebut sekaligus menjadi penanda berakhirnya perjalanan tim putri SMAN 1 Glagah Banyuwangi di panggung East Java Championship musim ini.

Baca juga: Kangen Masa SMA, Jacquelyn Chandra Hadir Dukung Sinlui di DBL Arena

Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 siap mengguncang 31 kota di 22 provinsi se-Indonesia. Seperti musim sebelumnya, DBL Indonesia akan menjaring para student-athlete terbaik dari setiap kota untuk memperebutkan tiket DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp.

Tak kalah seru, Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 juga menghadirkan AZA 3X3 Competition serta AQUA DBL Dance 2026-2027 dengan mengusung tema "100% Indonesia".  Seluruh keseruan pertandingan bisa disaksikan secara langsung di kanal YouTube DBL Play, serta di YouTube Good Day ID khusus untuk laga final. (*)

Profil pemain ini bisa dilihat pada halaman di bawah ini (pengguna Android bisa melakukan scroll dengan double tap)

Populer

Sang Kapten yang Tenang Menerjang Badai
Jadwal dan Link Live Streaming DBL D.I Yogyakarta 2026, Senin, 5 Oktober 2026
Jadwal dan Link Live Streaming DBL Central Java-North, Senin, 5 Oktober 2026
Hasil DBL D.I Yogyakarta: Seluruh Tiket Menuju Playoffs Telah Diamankan!
Resmi Bergulir! Ini Hasil Drawing DBL East Java Championship 2026