Kejutan pada hari pertama babak Playoffs Honda DBL with Kopi Good Day 2026 D.I Yogyakarta! Sang juara bertahan dari sektor putri selama 4 musim beruntun, SMA Olifant Yogyakarta, telah tereliminasi di Big Eight setelah kalah dari SMA Stella Duce 1 Yogyakarta (Stece).
Kedua tim sebelumnya sempat bertemu di fase grup pada musim ini. Kala itu, Olifant berhasil membawa pulang kemenangan meyakinkan dengan skor akhir 32-11. Bahkan, mereka juga sempat unggul 22-0 pada dua kuarter pertama di laga tersebut.
Meski Stece harus menelan kekalahan, itu bukan berarti harapan mereka menuju Playoffs telah sirna. Mereka masih berkesempatan untuk lolos sebagai runner-up terbaik. Oleh karena itu, Stece bertekad untuk tampil maksimal di laga berikutnya.
Berhadapan dengan SMA Santa Maria Yogyakarta pada 3 Oktober 2026, Stece berhasil menang dominan dengan skor akhir 65-8. Catatan goal difference yang Stece miliki akhirnya berhasil membawa mereka menjadi salah satu dari dua runner-up terbaik.
Baca juga: Hasil DBL D.I Yogyakarta: Stece Pulangkan Sang Juara Bertahan!
Stece pun harus langsung bertemu kembali dengan Olifant di laga pertama Playoffs. Kali ini, mereka datang dengan persiapan dan evaluasi yang lebih matang. Stece tidak ingin hasil yang sama terulang lagi di panggung yang lebih tinggi ini.
Stece dan Olifant saling balas membalas poin pada kuarter pertama. Setelah Olifant unggul 9-5 dengan sisa waktu 2 menit 13 detik, Stece langsung membalas dengan lima poin beruntun untuk menutup kuarter pertama (10-9).
Bagaimanapun, permainan Olifant jadi semakin kompak pada 10 menit berikutnya. Sebanyak 10 poin berhasil mereka. Dengan sisa waktu 2 detik menuju jeda pertandingan, tembakan tripoin dari Monica Gabriella Nyo berhasil memperjauh kedudukan Olifant (19-13).
Kuarter ketiga akhirnya menjadi awal dari kebangkitan Stece. Mereka berhasil memotong jarak skor menjadi satu poin saja (19-18). Naima Syafira Hanif dan Alicia Graceitha Putri masing-masing mencetak 3 poin dan 2 poin dalam kurun tersebut.
Tim putri SMA Stella Duce 1 Yogyakarta saat membahas strategi di Playoffs Honda DBL with Kopi Good Day 2026 D.I Yogyakarta
Kedudukan akhirnya berhasil direbut Stece lalui aksi layup Alicia Lie Putri Prabowo dengan sisa waktu 4 menit 57 detik pada kuarter ketiga (23-21). Setelah itu, Stece terus menjauhkan jarak skor menjadi lima poin. Olifant berhasil menjaga tempo pertandingan sebelum menutup kuarter ketiga dengan ketertinggalan tiga poin (27-24).
Memasuki kuarter keempat, Olifant berhasil merebut keunggulan melalui tripoin Monica (30-27). Bagaimanapun, kemampuan mereka langsung benar-benar diuji oleh Stece setelah itu.
Stece langsung bermain menggila. Mereka sukses menorehkan 11 poin tanpa balasan (38-30). Waktu hanya tersisa 3 menit 18 detik.
Baca juga: Perjalanan Berliku Daniel Chrismadanu untuk Membela De Britto di DBL
Olifant tidak menyerah begitu saja. Mereka terus mencoba untuk mengejar secara perlahan. Dengan sisa waktu 29 detik, mereka jadi hanya tertinggal empat poin (38-34).
Upaya Olifant untuk comeback itu jadi semakin serius. Operan Shalomita Abila Yoel tidak tepat sasaran untuk Stece dengan sisa waktu 19 detik. Olifant kembali mengontrol possession.
Setelah mencoba menerobos pertahanan Stece, Sekar Renata Maheswari akhirnya memilih untuk menembak tripoin. Masuk! Olifant hanya tertinggal satu poin saja dengan sisa waktu 7 detik.
Situasi semakin panas untuk kedua tim. Stece berhasil memasukkan bola ke lapangan meski dijaga ketat oleh Olifant. Alicia Graceitha Putri pun langsung melepaskan tembakan dari tengah lapangan agar Olifant tidak bisa merebut bola.
Buzzer terakhir akhirnya berbunyi. Stece berhasil bertahan dan melaju ke Fantastic Four dengan skor akhir 38-37!
Alicia Graceitha Putri mengendalikan bola untuk SMA Stella Duce 1 Yogyakarta di Playoffs Honda DBL with Kopi Good Day 2026 D.I Yogyakarta
Dari kubu Stece, Alicia Graceitha Putri tampil fenomenal dengan 13 poin, 6 rebound, dan 5 steal. Pemain kelas X itu juga berhasil memasukkan 9 dari 12 percobaan free throw. Akurasinya 75 persen.
“Senang banget bisa menang lawan Olifant. Aku juga gak kebayang bakal menang. Harapanku sih cuma main all out dan gak ke-pressure sama gim kemarin,” sebut Alicia.
Berhadapan dan menyaingi sang juara bertahan tentu bukanlah hal yang mudah. Bagi Alicia dan Stece, mereka hanya perlu untuk bermain sesuai arahan dan tetap menikmati jalannya pertandingan.
“Kita udah los aja sih mainnya. Berani main keras,” tegas Alicia.
Melaju ke Fantastic Four telah memiliki arti sendiri bagi srikandi Stece. Setelah 4 musim “tertidur” dan tidak bisa membawa pulang gelar juara, mereka akhirnya bangkit dan memberi sinyal bahwa mereka tidak bisa diremehkan.
“Yang penting mau memberikan yang terbaik buat Stece,” tutup Alicia.
Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 siap mengguncang 31 kota di 22 provinsi se-Indonesia. Seperti musim sebelumnya, DBL Indonesia akan menjaring para student-athlete terbaik dari setiap kota untuk memperebutkan tiket DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp.
Tak kalah seru, Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 juga menghadirkan AZA 3X3 Competition serta AQUA DBL Dance 2026-2027 dengan mengusung tema "100% Indonesia". Seluruh keseruan pertandingan bisa disaksikan secara langsung di kanal YouTube DBL Play, serta di YouTube Good Day ID khusus untuk laga final. (*)
Baca juga: Tiga Cara Menjaga Indonesia di AQUA DBL Dance 2026 D.I Yogyakarta