Isabelle Jadikan Kerja Keras Sang Kakak sebagai Panutan

| Penulis : 

Musim pertama Isabelle Trijaya bersama Srikandi Sinlui berjalan lebih jauh dari yang mungkin ia bayangkan. Setelah membantu SMA St Louis 1 Surabaya menjuarai Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java-North, kini Isabelle dan timnya tinggal selangkah lagi dari gelar berikutnya.

Srikandi Sinlui berhasil mengalahkan SMAN 3 Blitar dengan skor 70-33 pada semifinal Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java Championship. Isabelle turut menyumbang 14 poin dan 3 rebound untuk kemenangan tersebut.

Namun, perjalanan Isabelle di basket sebenarnya dimulai jauh sebelum musim pertamanya bersama Sinlui.

Saat pertama kali diajak latihan basket ketika kelas V SD, remaja putri yang akrab disapa Bella itu justru menolak. Ia merasa basket hanya akan membuatnya lelah. Saat itu, sang kakak, Kent Trijaya, sudah lebih dulu mengenal basket.

Baca juga: Romeo Tutup 3 Musim Bersama Sketsa dengan Penuh Kebanggaan

“Awalnya aku nggak mau. Aku nolak-nolak banget. Soalnya kayak capek aja. Waktu pandemi kan aku sudah leyeh-leyeh terus, nonton YouTube,” cerita Bella.

Orang tua akhirnya tetap mendorongnya untuk mencoba. Bella pun mulai berlatih, meski butuh waktu sekitar hampir 1 tahun sampai akhirnya mulai menikmati olahraga tersebut.

Di tengah proses itu, Kent menjadi sosok yang sudah lebih dulu Bella lihat menjalani basket.

Keduanya hanya terpaut 2 tahun. Sejak kecil, mereka sering berlatih bersama di lapangan rumput yang berada di dekat rumah. Kebiasaan itu bahkan masih berlanjut sampai sekarang ketika keduanya punya waktu luang.

Kenangan masa kecil srikandi Sinlui, Isabelle Trijaya dan sang kakak yang merupakan penggawa Petra 1, Kent Trijaya (Foto: dokumentasi pribadi Isabelle)

Kent kini bermain untuk SMA Petra 1 Surabaya, sementara Isabelle menjalani musim pertamanya bersama Sinlui. Dua sekolah yang berbeda membuat mereka pernah berada di sisi yang berlawanan.

Ketika tim putri Sinlui menghadapi Petra 1, Kent sempat berada di tribun sebagai bagian dari pendukung Petra 1. Namun, ketika Bella mulai bermain, ia berpindah ke tribun tengah untuk melihat adiknya.

Baca juga: Lima Poin dan Mimpi Coach Angga yang Belum Selesai untuk Sketsa

“Kalau aku main, dia langsung pindah ke tribun tengah lihat aku,” ujar Isabelle.

Bagi Isabelle, Kent bukan hanya kakak yang mengenalkannya pada dunia basket. Ia juga menjadi sosok yang kemudian ia jadikan panutan.

Ketika ditanya apakah Kent merupakan role model-nya, Isabelle langsung mengiyakan.

“Iya. Aku respect kerja kerasnya,” katanya.

Hal yang paling Isabelle kagumi bukan sekadar kemampuan Kent bermain basket. Ia melihat bagaimana sang kakak tetap berlatih dan bekerja keras bahkan ketika tidak sedang menjalani latihan bersama tim.

“Dia tipe yang kerja keras banget. Dia sendiri ngaku sebenarnya nggak sabaran, tapi work ethic-nya itu crazy. Humble banget,” tutur Isabelle.

Kebiasaan tersebut ikut mempengaruhi Isabelle. Ia sering melihat Kent berlatih sendiri dan mulai terdorong melakukan hal yang sama. Salah satunya dengan menambah latihan fisik dan pergi ke gym.

“Aku sambil lihat, terus kayak, ‘Oh, ya.’ Aku jadi terinspirasi juga. Jadi aku ikut gym,” katanya.

Inspirasi itu tumbuh tanpa banyak nasihat. Hubungan Isabelle dan Kent bukan tipe kakak-adik yang sering bertukar kata-kata penyemangat.

Ketika Isabelle bermain kurang baik, Kent tidak langsung memarahinya. Ia lebih sering bertanya apa yang terjadi. Sebaliknya, ketika Isabelle tampil bagus, pujian dari sang kakak juga datang meski sederhana.

Baca juga: Putri El Salvavit dan Debut Berharganya Bersama Putri Sketsa di DBL Arena

“Kalau bagus ya dia bilang keren. Kalau jelek ya dia tanya, ‘Kok bisa gini?’” cerita Isabelle.

Begitu pula dengan evaluasi. Orang tua mereka tidak terlalu banyak memberi tekanan karena memahami perjalanan keduanya di basket. Isabelle dan Kent lebih sering saling memberi tahu seperlunya.

Yang penting, Isabelle tahu ada seseorang yang bisa ia jadikan contoh.

Musim pertamanya bersama Srikandi Sinlui pun menjadi kesempatan bagi Isabelle untuk terus belajar. Ia mengaku masih sering panik ketika menghadapi cepatnya permainan dan atmosfer pertandingan DBL.

Potret tim putri Sinlui usai berhasil melaju ke partai Final Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java Championship

“Kadang di DBL itu cepat banget. Karena ini pertama kali, secara nggak langsung aku sering panik,” ujarnya.

Ia pun berusaha keras untuk tetap fokus dan tidak terbawa suasana pertandingan.

Perlahan, proses itu mulai terlihat. Dari musim pertama berada di antara senior-senior hebat, Isabelle kini ikut membawa Sinlui melangkah ke final East Java Championship.

Baca juga: Nyaris Gagal Berangkat, Azna Tetap Kejar Debut di DBL Arena

Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 siap mengguncang 31 kota di 22 provinsi se-Indonesia. Seperti musim sebelumnya, DBL Indonesia akan menjaring para student-athlete terbaik dari setiap kota untuk memperebutkan tiket DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp.

Tak kalah seru, Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 juga menghadirkan AZA 3X3 Competition serta AQUA DBL Dance 2026-2027 dengan mengusung tema "100% Indonesia".  Seluruh keseruan pertandingan bisa disaksikan secara langsung di kanal YouTube DBL Play, serta di YouTube Good Day ID khusus untuk laga final. (*)

Profil pemain ini bisa dilihat pada halaman di bawah ini (pengguna Android bisa melakukan scroll dengan double tap)

Populer

Jadwal dan Link Live Streaming DBL South Jakarta, Rabu, 7 Oktober 2026
Hasil DBL South Jakarta: Debutan Melaju Mulus, Gonzaga Menang Mudah!
Jadwal dan Link Live Streaming DBL Central Java-North, Rabu, 7 Okober 2026
Jadwal dan Link Live Streaming DBL D.I Yogyakarta 2026, Rabu, 7 Oktober 2026
Jadwal dan Link Live Streaming DBL East Java Championship, Rabu 7 Oktober 2026