Hampir setiap hari, Azriel Al Baihaqi Setyawan menempuh perjalanan pulang-pergi sekitar 25 kilometer dari rumahnya yang berlokasi di Turen menuju SMAN 1 Bululawang. Ia berangkat sebelum matahari terbit dan baru kembali setelah magrib ketika ada latihan sore. Rutinitas itu perlahan membuat waktu bersama keluarga ikut berkurang.

Namun, Azriel tetap menjalaninya demi basket dan satu target yang ingin ia capai bersama Smabul, julukan tim basket SMAN 1 Bululawang.

Musim ini, Azriel yang merupakan student-athlete kelas XI menjalani tahun keduanya berlaga di DBL. Ia membantu SMAN 1 Bululawang menjadi champion di Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java-South sebelum melanjutkan perjalanan ke Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java Championship.

Langkah Smabul akhirnya terhenti di babak Fantastic Four pada Rabu, 7 Oktober 2026, setelah takluk 26-71 dari SMA Gloria 1 Surabaya. Azriel menyumbang 6 poin dan 4 rebound dalam pertandingan tersebut.

Meski harus berhenti di Fantastic Four, perjalanan menuju Championship sudah menuntut banyak pengorbanan dari Azriel dan rekan-rekannya.

Baca juga: Romeo Tutup 3 Musim Bersama Sketsa dengan Penuh Kebanggaan

“Besar. Banyak pengorbanan saya dan juga teman-teman. Seperti merelakan banyak momen demi latihan, waktu berkumpul bersama keluarga jadi kurang karena latihan demi mendapatkan hasil terbaik,” cerita Azriel.

Latihan tim biasanya berlangsung tiga kali dalam sepekan. Namun, Azriel tidak hanya mengandalkan jadwal tersebut. Ia dan beberapa rekan setimnya seringkali melakukan latihan tambahan demi meningkatkan performa.

Shooting, shooting run, hingga bermain bersama menjadi rutinitas tambahan. Mereka ingin kemampuan individu semakin matang sekaligus membangun chemistry sebelum pertandingan.

Momen penggawa Smabul, Azriel Al Baihaqi Setyawan saat memasuki lapangan DBL Arena

Bagi Azriel, latihan tambahan berarti harus kembali mengatur waktunya. Ketika ada latihan pagi, ia sudah berangkat sekitar pukul 05.00 untuk mengikuti sesi pukul 05.30 di sekolah.

Setelah menjalani kegiatan sekolah, ia masih harus kembali berlatih pada sore hari. Jika latihan berlangsung hingga sore, Azriel baru tiba di rumah setelah magrib.

Perjalanan pulang-pergi sekitar 25 kilometer itu menjadi rutinitas yang ia jalani hampir setiap hari.

Baca juga: Isabelle Jadikan Kerja Keras Sang Kakak sebagai Panutan

“Ya, capek. Tapi juga harus semangat soalnya ada yang dikejar,” ujarnya.

Yang dikejar Azriel bukan sekadar pertandingan. Ia ingin melihat sejauh apa Smabul bisa melangkah.

“Championship,” jawabnya.

Di tengah rutinitas tersebut, ada banyak momen keluarga yang harus ia lewatkan. Waktu yang biasanya bisa digunakan untuk berkumpul kini lebih sering dihabiskan di perjalanan, sekolah, atau lapangan.

Namun, pengorbanan itu tidak pernah terasa sendirian. Orang tua Azriel terus memberikan dukungan dari rumah. Sebelum bertanding, mereka selalu memberikan semangat dan doa.

Menang atau kalah, Azriel tetap mendapat dukungan.

“Kalau kalah menang masih didukung. Enggak pernah menyalahkan. Kasih dukungan terus,” tuturnya.

Dukungan juga datang dari sekolah. Saat Smabul berlaga di partai final DBL East Java-South, lebih dari 1.000 suporter ikut memberikan dukungan. Kepala sekolah dan guru juga terus berada di belakang tim.

Baca juga: Lima Poin dan Mimpi Coach Angga yang Belum Selesai untuk Sketsa

Sebelum berangkat ke Surabaya, Azriel dan rekan-rekannya bahkan sempat berpamitan kepada kepala sekolah dan guru untuk meminta doa.

Sesampainya di Surabaya, pengorbanan itu belum selesai. Azriel harus beradaptasi dengan kondisi yang berbeda dari Malang.

Ia terbiasa dengan udara Bululawang yang dingin. Sementara di Surabaya, cuaca panas menjadi tantangan baru, terutama ketika tim menjalani conditioning di luar ruangan.

“Di sini panas sekali. Conditioning jam 7 pagi matahari sudah diatas kepala,” katanya.

Perbedaan cuaca tersebut menjadi salah satu hal yang harus mereka hadapi selama berada di Championship. Salah seorang rekannya, Tristan, bahkan sempat sakit selama di Surabaya.

Kini, perjalanan Smabul musim ini memang sudah berakhir. Namun, Azriel masih punya satu tahun lagi untuk kembali mengejar targetnya.

Ia ingin membawa Smabul kembali menjadi Champion di DBL East Java-South dan suatu hari melangkah hingga final Championship.

“Penginnya champion lagi di DBL Malang dan bismillah semoga bisa final di Championship,” tutupnya.

Baca juga: Kurang Fit Tak Membuat Tristan Menepi, Smabul Melaju ke Fantastic Four

Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 siap mengguncang 31 kota di 22 provinsi se-Indonesia. Seperti musim sebelumnya, DBL Indonesia akan menjaring para student-athlete terbaik dari setiap kota untuk memperebutkan tiket DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp.

Tak kalah seru, Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 juga menghadirkan AZA 3X3 Competition serta AQUA DBL Dance 2026-2027 dengan mengusung tema "100% Indonesia".  Seluruh keseruan pertandingan bisa disaksikan secara langsung di kanal YouTube DBL Play, serta di YouTube Good Day ID khusus untuk laga final. (*)

Profil pemain ini bisa dilihat pada halaman di bawah ini (pengguna Android bisa melakukan scroll dengan double tap)

Populer

Jadwal dan Link Live Streaming DBL South Jakarta, Rabu, 7 Oktober 2026
Hasil DBL South Jakarta: Debutan Melaju Mulus, Gonzaga Menang Mudah!
Jadwal dan Link Live Streaming DBL Central Java-North, Rabu, 7 Okober 2026
Jadwal dan Link Live Streaming DBL East Java Championship, Rabu 7 Oktober 2026
Jadwal dan Link Live Streaming DBL D.I Yogyakarta 2026, Rabu, 7 Oktober 2026