Selalu ada kisah menarik di balik laga Honda DBL with Kopi Good Day 2026 South Jakarta. Kali ini, kisah tersebut datang Fatir Tan Malaka, salah satu penggawa SMAN 82 Jakarta (Daha) yang ternyata juga berkarier sebagai aktor muda.
Fatir, begitu ia disapa, telah membintangi sejumlah film dan serial Indonesia. Namun, di balik kesibukannya di dunia akting, Fatir juga memiliki ketertarikan mendalam terhadap olahraga basket yang membawanya hingga panggung DBL.
Ketertarikan itu bermula dari lingkungan pekerjaannya.
“Awalnya aku biasa shooting, terus ada temen aku yang juga main basket. Dari situ aku pengen tau olahraga basket itu gimana,” ungkapnya.
Lewat momen tersebut, ia kemudian semakin penasaran terhadap olahraga basket hingga memutuskan untuk bermain basket ketika duduk di bangku kelas 7 SMP.
Di sisi lain, perjalanan Fatir di industri hiburan bermula sejak ia masih berada di usia 9 tahun. Ia mengawali kariernya secara tidak sengaja setelah mengikuti proses casting yang kemudian membawanya untuk berperan dalam serial Teachers.
Meski sempat mengalami gegar budaya dalam industri hiburan, pengalaman pertamanya berakting justru membuatnya yakin untuk terjun ke dunia hiburan.
Baca Juga: Dukungan Edo Borne di Balik Debut Regas Borne Bersama Cita Buana
“Meskipun awalnya aku banyak diem karena kebanyakan orang dewasa, tapi lama-lama aku bisa adaptasi. Dari situ aku ngerasa ternyata seru juga akting, akhirnya aku mau terjun ke dunia entertainment,” jelasnya.
Sejak saat itu, Fatir terus mengembangkan kariernya sebagai aktor. Beberapa judul yang pernah dibintanginya seperti Jurnal Risa, Survive, Ozora: Penganiayaan Brutal Penguasa Jaksel, dan Halusinada.
Menjalani dua aktivitas sekaligus tentu bukan perkara mudah bagi Fatir. Kesibukan syuting sebagai aktor harus berjalan beriringan dengan tanggung jawabnya sebagai pelajar dan komitmennya untuk berlatih basket.
“Awal-awal aku cuma main basket buat have fun aja. Cuman lama-lama pengen diseriusin. Akhirnya aku ikut club. Dari latihan di club sampe schedule shooting itu yang bikin waktu aku padet dan agak sulit disitu,” ujarnya.
Meski jadwalnya padat, Fatir tetap berusaha menjalani kedua bidang yang diminatinya. Keikutsertaannya di DBL pun menjadi salah satu perjalanan yang telah lama ia nantikan. Bahkan, sejak masih duduk di bangku SMP, ia sudah memiliki impian untuk merasakan atmosfer DBL.
Keinginan tersebut membuat Fatir mencari sejumlah SMA yang rutin mengikuti DBL. Hingga akhirnya, kesempatan datang baginya dan berhasil menjadi salah satu penggawa skuad Daha.
Sayangnya, perjalanan Daha belum berakhir manis. Fatir dan timnya harus mengakui keunggulan SMA Labschool Kebayoran (Labsky) dengan skor akhir 62-16.
Meski begitu, kekalahan tersebut tak lantas menghilangkan harapan Fatir terhadap timnya. Ia tetap berharap Daha dapat menunjukkan perkembangan dan memberikan hasil yang lebih baik pada pertandingan berikutnya.
Baca Juga: Masayu Anastasia dan Lembu Wiworo Kompak Dukung Sang Putri di AQUA DBL Dance!
DBL South Jakarta 2026 termasuk dalam rangkaian Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 yang siap mengguncang 31 kota di 22 provinsi se-Indonesia. Seperti musim sebelumnya, DBL Indonesia akan menjaring para student-athlete terbaik dari setiap kota untuk memperebutkan tiket DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp.
Tak kalah seru, Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 juga menghadirkan AZA 3X3 Competition serta AQUA DBL Dance 2026-2027 dengan mengusung tema “100% Indonesia”. Seluruh keseruan pertandingan bisa disaksikan secara langsung di kanal YouTube DBL Play, serta di YouTube Good Day ID khusus untuk laga final.
Profil pemain ini bisa dilihat pada halaman di bawah ini
(pengguna Android bisa lakukan scroll dengan double tap)