Tak pernah terbayangkan oleh Nadhira Ataya Ammar bahwa dirinya akhirnya bisa menginjakkan kaki di Honda DBL with Kopi Good Day 2026 South Jakarta.
Musim lalu, Ataya (sapaan karibnya) harus mengubur keinginan untuk debut membela SMAN 28 Jakarta (Dua Delapan) di DBL South Jakarta. Sebab, ia terpaksa harus menepi setelah dokter mendiagnosis cedera pada bagian kakinya.
“Pas itu, aku sempat takut kalau enggak bisa ikut main DBL karena harus operasi dan recovery lama,” buka Ataya.
Terlebih, keinginan untuk bisa merasakan atmosfer kompetisi basket pelajar terbesar se-Indonesia sudah menjadi bagian dari mimpi Ataya sejak SMP.
Baca Juga: Tinggalkan Taekwondo, Aquinta Benaya Kini Wujudkan Mimpi Debut di DBL
Ataya tak membiarkan dirinya terus terpuruk. Ia menjalani proses pemulihan dengan penuh perjuangan, meski terkadang terasa melelahkan. Hingga akhirnya, kesempatan yang dinantikan pun tiba pada Sabtu, 10 Oktober 2026, ketika dirinya resmi melantai di DBL South Jakarta 2026.
“Sebenarnya, ada rasa khawatir juga karena kakiku masih rawan cedera, tapi aku senang banget akhirnya bisa main di DBL,” ucapnya dengan senyuman.
Kalau melihat ke belakang, perjalanan Ataya di dunia basket tak lepas dari pengaruh lingkungan keluarga. Perkenalannya dengan olahraga ini bermula dari sang ayah yang sudah lebh dulu akrab dengan olahraga ini.
Ia pun semakin termotivasi untuk serius menjalani kiprah sebagai student-athlete setelah melihat rekam jejak sang kakak sepupu, Dhanawan Prasidya Soegondo, yang pernah mencatatkan nama dalam jajaran DBL All-Star 2014.
“Ayah sama kakak sepupu aku itu benar-benar berperan banget buat perjalanan aku di basket. Kakak sepupu aku itu jago banget dan bikin aku mau untuk selalu mencoba yang lebih di basket. Kalau ayah suka ngajak main bareng dan nonton pertandingan juga,” ujarnya.
Menariknya, sang ayah pula yang pertama kali mengajaknya menyaksikan Final DBL Jakarta di Indonesia Arena saat pertama kali digelar pada 2023. Sejak itu, momen tersebut seolah menjadi sebuah tradisi yang tak boleh dilewatkan setiap tahunnya.
Baca Juga: Ayasha Putri, Sang Rookie yang Kini Mewarisi Nomor Sakral 70
Pengalaman ini seolah menjadi bukti bahwa selalu ada sosok ayah yang tak selalu mendorong Ataya agar terus menghidupi mimpinya di dunia basket.
“Pas di Indonesia Arena, aku merasa benar-benar wow dan enggak nyangka. Pertandingannya menghibur, apalagi pemain-pemainnya juga sudah kayak pro gitu. Pengin banget bisa ngerasain main di sana,” cerita Ataya.
Sayangnya, langkah Ataya bersama srikandi Dua Delapan di DBL South Jakarta 2026 harus terhenti di laga pembuka setelah menelan kekalahan dari SMA Bina Nusantara Simprug dengan skor akhir 30-9.
Kendati demikian, kegagalan itu bukan menjadi alasan untuk berhenti bermimpi besar. Terlebih, ia masih memiliki kesempatan untuk kembali menyuguhkan performa maksimal di musim mendatang.
“Aku bangga karena aku akhirnya bisa ngerasain main di DBL,” tutupnya
DBL South Jakarta 2026 termasuk dalam rangkaian Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 yang siap mengguncang 31 kota di 22 provinsi se-Indonesia. Seperti musim sebelumnya, DBL Indonesia akan menjaring para student-athlete terbaik dari setiap kota untuk memperebutkan tiket DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp.
Tak kalah seru, Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 juga menghadirkan AZA 3X3 Competition serta AQUA DBL Dance 2026-2027 dengan mengusung tema “100% Indonesia”. Seluruh keseruan pertandingan bisa disaksikan secara langsung di kanal YouTube DBL Play, serta di YouTube Good Day ID khusus untuk laga final.
Profil pemain ini bisa dilihat pada halaman di bawah ini (pengguna Android bisa lakukan scroll dengan double tap)