Bagi Quinn Safa, panggung bukanlah hal yang sepenuhnya baru. Sebelum bergabung dengan tim dance SMA Dharma Loka Pekanbaru dan tampil di ajang AQUA DBL Dance 2026 Riau, ia lebih dulu menekuni balet dan menorehkan sejumlah prestasi di berbagai kompetisi, termasuk ajang internasional.
Ketertarikan Quinn, sapaan karibnya, terhadap balet bermula saat usianya sekitar 6 tahun. Kala itu, ia menemukan video pertunjukan Swan Lake di beranda YouTube-nya.
Sejak menonton pertunjukan tersebut, Quinn langsung jatuh hati pada balet dan mulai rutin menyaksikan berbagai penampilan, terutama Swan Lake. "Saya tertarik dengan peran Odette karena perannya yang anggun. Dari situ, aku punya cita-cita untuk bisa menarikan peran tersebut," ceritanya.
Baca Juga: Adnan Kazhim, Student-Athlete yang Terpilih Jadi 100 Ketua OSIS Terbaik
Ketertarikan itu kemudian mendapat dukungan dari sang mama yang menawarinya mengikuti kelas balet. Setelah mengikuti kelas percobaan, Quinn melanjutkan latihan secara rutin.
Pada 2018, ia mengikuti kompetisi balet internal dari studionya dan berhasil meraih posisi pertama. Prestasi tersebut membuka kesempatan baginya untuk bergabung dengan kelas intensif demi meningkatkan kemampuan.
"Pada 2022, saya mengikuti Jaktutu Virtual Ballet Competition, tetapi tidak menang. Dari lomba ini yang memotivasi saya untuk lebih berusaha lagi ke depannya," terang Quinn.
Usahanya mulai membuahkan hasil di tingkat internasional. Pada 2023, Quinn meraih medali perak di International Arts Festival di Bangkok, Thailand, sekaligus memperoleh beasiswa dari Boston Ballet School. Setelah itu, ia kembali berpartisipasi dalam berbagai kompetisi, termasuk International Arts Festival Malaysia dan Asian Elite Dance Competition.
Deretan prestasinya pun terus bertambah. Quinn berhasil meraih medali emas di International Arts Festival 2025 Malaysia dan Virtual Children Ballet Dance Competition 2023.
Baca Juga: Coach Suryo dan Alif Raditya, Kisah Ayah-Anak di DBL Riau 2026
Ia juga mengoleksi medali perak dari Virtual Children Ballet Dance Competition 2022 serta medali perunggu di Asian Elite Dance Competition 2025 Malaysia. Pada Asian Elite Dance Competition Season Final 2025 di Shanghai, Tiongkok, ia memperoleh Encouragement Award atau posisi kesembilan.
Meski sudah terbiasa tampil di atas panggung, Quinn akhirnya tertarik mencoba pengalaman baru. "Saat SMP, saya melihat teman-teman dan kakak kelas mengikuti kompetisi dance sekaligus membawa nama sekolah. Jadi, saya punya cita-cita untuk bisa ikut serta bawa nama sekolah terutama di AQUA DBL Dance Riau," beber Quinn.
Keinginan itu akhirnya terwujud saat Quinn duduk di kelas XI. Bersama tim dance Dharma Loka, ia menjalani tahun pertamanya di AQUA DBL Dance 2026 Riau. Beralih dari balet ke dance ternyata membutuhkan penyesuaian. Menurut Quinn, balet dan dance memiliki karakter berbeda, terutama dalam hal tenaga dan ketegasan gerakan.
"Awalnya agak struggle di bagian power, tapi karena konsisten latihan, mulai terbiasa," ungkap Quinn.
Baca Juga: Evan Tobias Wujudkan Mimpi Main DBL Riau Sambil Aktif di Divisi Olahraga OSIS
Pengalaman panjang di dunia balet menjadi bekal bagi Quinn untuk menghadapi tantangan baru ini. Ia tak hanya ingin terus mengembangkan kemampuannya dalam balet, tetapi juga mewujudkan cita-cita membawa nama sekolah melalui panggung AQUA DBL Dance 2026 Riau.
Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 siap mengguncang 31 kota di 22 provinsi se-Indonesia. Seperti musim sebelumnya, DBL Indonesia akan menjaring para student-athlete terbaik dari setiap kota untuk memperebutkan tiket DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp.
Tak kalah seru, Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 juga menghadirkan AZA 3X3 Competition serta AQUA DBL Dance 2026-2027 dengan mengusung tema "100% Indonesia". Seluruh keseruan pertandingan bisa disaksikan secara langsung di kanal YouTube DBL Play, serta di YouTube Good Day ID khusus untuk laga final. (*)
Profil dancer ini bisa dilihat pada halaman di bawah ini (pengguna Android bisa melakukan scroll dengan double tap)