Duduk di bangku cadangan, belum mendapat kepercayaan pelatih, hingga berusaha menunjukkan kemampuan di setiap pertandingan menjadi bagian dari perjalanan Dora Lovita sebagai pemain basket.
Pengalaman itu masih ia ingat sampai sekarang. Kini, sebagai asisten pelatih tim putra SMA Tunas Daud Denpasar di Honda DBL with Kopi Good Day 2026 Bali, ia ingin membagikan pelajaran yang didapatnya kepada para student-athlete.
“Menurut saya, semua proses itu mengesankan. Mulai dari menjadi pemain junior, duduk di bangku cadangan, belum dipercaya pelatih, sampai bagaimana caranya kita bisa berkembang dan menunjukkan kemampuan di setiap pertandingan,” tutur Coach Dora.
Perjalanan Coach Dora di dunia basket dimulai ketika ia bersekolah di Ragunan, Jakarta. Setelah lulus, ia bergabung dengan klub profesional dan sempat masuk tim pada era kompetisi NBL. Ia juga menjadi bagian dari Tim Nasional Basket Putri Indonesia yang berlaga di SEA Games 2019 di Manila, Filipina.
Pengalaman sebagai pemain kemudian membentuk pandangannya tentang kepelatihan. Menurut Coach Dora, pernah berada langsung di lapangan membuatnya lebih mudah memahami situasi yang dialami pemain, termasuk detail permainan yang tidak selalu bisa dijelaskan hanya melalui teori.
Baca Juga: AQUA DBL Dance 2026 Bali Hadirkan Legenda Dewi Danu hingga Dilan 1990
“Kita punya pengalaman langsung sebagai pemain, jadi ada feel yang terbentuk. Kita bisa memahami situasi yang dialami pemain, termasuk detail-detail permainan dan trik tertentu yang mungkin lebih mudah dipahami karena pernah mengalaminya sendiri,” jelasnya.
Potret Dora Lovita saat mendampingi skuad Tunas Daud Denpasar berlaga di Honda DBL with Kopi Good Day 2026 Bali
Pengalaman itu kini ia bawa ketika mendampingi skuad Tunas Daud. Dalam latihan, Coach Dora tidak hanya membahas taktik, tetapi juga detail seperti cara menciptakan ruang, melakukan kontak, dan menyelesaikan serangan. Ia ingin pemain memahami permainan sekaligus mengerti alasan di balik setiap gerakan yang dilakukan.
Namun, bagi Coach Dora, perkembangan student-athlete tidak berhenti pada kemampuan teknis. Ia juga menaruh perhatian pada mental bertanding dan kedisiplinan. Menurutnya, kemampuan pemain asal Bali cukup bersaing dengan pemain dari Jawa maupun Jakarta, tetapi kesiapan mental masih perlu terus dibangun.
Hal lain yang ingin ia tanamkan adalah kebiasaan hidup sebagai student-athlete. Para pemain memiliki tanggung jawab yang berjalan bersamaan, yakni pendidikan dan basket. Keduanya membutuhkan pengaturan waktu serta kedisiplinan agar bisa dijalani dengan baik.
“Menurut saya, gaya hidup. Saya ingin mereka belajar mempersiapkan diri dan disiplin terhadap diri sendiri, mulai dari pemulihan kondisi tubuh, istirahat, sampai pola makan,” katanya.
Baca Juga: Sang Kakak Jadi Inspirasi, Theo Bidik Prestasi Lebih Tinggi
Ia juga ingin pemain membangun kebiasaan sederhana, seperti datang latihan dengan perlengkapan yang sudah siap, melakukan persiapan sebelum berlatih, dan tidak bermain ponsel selama latihan berlangsung.
“Kalau gaya hidup dan kedisiplinan itu sudah terbentuk, mereka akan lebih mudah menerima instruksi pelatih dan menjalankan program latihan,” lanjutnya.
Perhatian terhadap proses perkembangan pemain juga terlihat ketika Coach Dora mendampingi tim putri Tunas Daud di DBL pada musim lalu. Saat itu, mereka hanya menjalani tiga kali latihan sebelum bertanding karena kekurangan pemain. Meski persiapannya terbatas, pihak sekolah tetap mendukung keikutsertaan tim.
“Jadi, kami berangkat untuk memberikan pengalaman kepada anak-anak. Bagi saya, kesempatan mereka merasakan pertandingan DBL itu sendiri sudah menjadi sesuatu yang berharga,” kenangnya.
Musim ini, Coach Dora mendapat kesempatan mendampingi tim putra. Sementara itu, pembinaan basket putri Tunas Daud diharapkan bisa berkembang pada musim berikutnya.
Di tengah kesibukannya mendampingi student-athlete, Coach Dora juga masih punya target untuk mengembangkan kariernya sendiri. Ia ingin menjadi trainer atau bagian dari staf kepelatihan di tim putra Indonesian Basketball League (IBL), bahkan membuka kemungkinan bergabung dengan timnas putra Indonesia.
“Saya ingin menjadi mantan pemain basket putri profesional pertama yang masuk ke IBL sebagai trainer untuk tim putra, atau bisa juga di timnas putra,” ungkapnya.
Untuk sekarang, ia ingin terus mengumpulkan pengalaman dan terlibat langsung dalam latihan serta pengembangan kemampuan atlet. Target tersebut menjadi bagian dari perjalanan yang masih ingin ia tempuh di dunia kepelatihan.
Sementara itu, bersama Tunas Daud, Coach Dora menjalani perannya dengan membagikan pengalaman yang ia kumpulkan selama menjadi pemain. Ia ingin para student-athlete tak hanya memahami permainan basket, tetapi juga belajar tentang kedisiplinan, tanggung jawab, dan pentingnya menjalani setiap proses.
Sebab, pengalaman yang dibawa Coach Dora ke pinggir lapangan bukan hanya tentang cara bermain basket. Ada pelajaran dari masa ketika ia harus berjuang mendapatkan kepercayaan, yang kini ingin ia bagikan agar student-athlete punya bekal untuk berkembang, baik sebagai atlet maupun sebagai pelajar.
Baca Juga: Merayakan Pesona Perempuan dan Menjaga Alam di Panggung AQUA DBL Dance!
Perjalanan Tunas Daud di DBL Bali 2026 juga dimulai dengan hasil positif. Pada laga perdana, mereka berhasil mengatasi perlawanan SMA Eco Sosio Tech Denpasar dengan skor 59-24. Kemenangan tersebut mengantarkan Tunas Daud melaju ke babak Sweet Sixteen.
Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 siap mengguncang 31 kota di 22 provinsi se-Indonesia. Seperti musim sebelumnya, DBL Indonesia akan menjaring para student-athlete terbaik dari setiap kota untuk memperebutkan tiket DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp.
Tak kalah seru, Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 juga menghadirkan AZA 3X3 Competition serta AQUA DBL Dance 2026-2027 dengan mengusung tema "100% Indonesia". Seluruh keseruan pertandingan bisa disaksikan secara langsung di kanal YouTube DBL Play, serta di YouTube Good Day ID khusus untuk laga final. (*)