Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti menyampaikan bahwa pemerintah tengah menyiapkan opsi untuk kembali mempertegas kebijakan tidak naik kelas, yang berpotensi diterapkan mulai tahun ajaran 2027, Minggu, 18 Oktober 2026.

Wacana ini muncul sebagai bagian dari upaya meningkatkan mutu pendidikan sekaligus mendorong siswa agar lebih serius dalam menjalani proses belajar. Abdul Mu'ti menjelaskan, wacana tersebut merupakan rekomendasi dari Dewan Pendidikan. 

Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah mekanisme kenaikan kelas yang tidak seharusnya diberlakukan secara otomatis. Masukan tersebut kini menjadi perhatian Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).

Baca Juga: Inilah Peraih Best Supporter dan Best Supporter Coordinator DBL Riau 2026

Sebelumnya, pada masa kepemimpinan Nadiem Makarim sebagai Mendikbudristek, kebijakan kenaikan kelas lebih menekankan pada proses pembelajaran dan pendampingan siswa. 

Hal ini sempat memunculkan anggapan di masyarakat bahwa siswa akan otomatis naik kelas. Kini, wacana untuk mempertegas kembali mekanisme kenaikan kelas menjadi salah satu topik yang memantik diskusi mengenai tanggung jawab siswa dalam bidang akademik.

Lantas, bagaimana pandangan guru, pelatih, hingga siswa mengenai wacana tersebut, terutama bagi mereka yang menjalani dua tanggung jawab sekaligus sebagai pelajar dan atlet?

Baca Juga: Selamat! Ini Daftar Best Three AQUA DBL Dance 2026 Riau

Dalam kompetisi Honda DBL with Kopi Good Day 2026 Riau, keseimbangan antara prestasi akademik dan olahraga menjadi hal yang relevan untuk dibahas. Kompetisi basket pelajar ini mengusung semangat student-athlete, yang menempatkan pendidikan dan pengembangan kemampuan olahraga sebagai dua aspek penting dalam perjalanan seorang pelajar.

Pelatih SMAN 12 Pekanbaru, Kevin Septuliandra, menilai wacana tersebut sebagai langkah positif. Menurutnya, siswa tidak cukup hanya mengembangkan kemampuan di lapangan basket, tetapi juga perlu memperhatikan pencapaian akademik.

Meski demikian, Kevin mengingatkan bahwa penerapan kebijakan tersebut perlu mempertimbangkan kondisi siswa yang menjalani dua tanggung jawab sekaligus sebagai student-athlete. Mereka harus membagi waktu antara belajar, berlatih, dan mengikuti pertandingan yang terkadang berlangsung di luar daerah.

"Jangan sampai karena mengikuti pertandingan untuk membawa nama baik sekolah atau daerah, mereka malah kesulitan dalam akademiknya," jelas Coach Kevin.

Baca Juga: Di Balik Aksi di AQUA DBL Dance 2026 Riau, Ada Sederet Prestasi Calista Naura

Pandangan serupa disampaikan Isnaini Romaita Jufri, manajer tim SMAN 1 Seberida yang juga merupakan guru mata pelajaran Matematika. Guru yang akrab disapa Bu Mitha itu menilai bahwa mekanisme kenaikan kelas yang lebih selektif dapat mendorong siswa untuk lebih bertanggung jawab terhadap proses belajarnya.

"Hal ini sangat positif karena untuk menjadi student-athlete itu juga memerlukan intelektual dalam segi akademik juga," tambah Bu Mitha.

Menurutnya, kemampuan akademik turut berperan dalam perkembangan seorang atlet. Penguasaan materi pelajaran dapat membantu membentuk pola pikir dan kemampuan memahami informasi, termasuk ketika seorang pemain perlu membaca strategi, menganalisis situasi pertandingan, hingga mengambil keputusan di lapangan.

Artinya, prestasi olahraga dan pendidikan tidak harus berjalan sendiri-sendiri. Keduanya dapat saling mendukung selama siswa mendapatkan kesempatan untuk mengembangkan kemampuan secara seimbang.

Perspektif tersebut juga mendapat dukungan dari kalangan pemain. Stanley Lau, siswa kelas X SMAN 1 Teluk Kuantan, menilai bahwa wacana ini dapat mendorong pelajar agar lebih serius dalam belajar dan memahami materi yang diberikan di sekolah.

"Sekolah juga perlu mempertimbangkan kemampuan tiap siswa serta memberikan bimbingan bagi siswa yang mengalami kesulitan belajar," ujar Stanley.

Pendapat senada disampaikan M. Davian Raffasya Putra dari SMAN 1 Bangkinang Kota. Ia setuju bahwa siswa perlu memiliki tanggung jawab lebih besar terhadap pendidikan, tetapi menilai bahwa keputusan kenaikan kelas sebaiknya tidak hanya bertumpu pada nilai akademik.

"Tetapi juga usaha dan perkembangan tiap siswa," timpal Davian.

Aghave Tristanya Hutahaean, dancer dari SMA Cendana Mandau yang turut meramaikan AQUA DBL Dance 2026 Riau, juga menyampaikan dukungannya terhadap wacana tersebut. Menurutnya, perhatian terhadap pendidikan diperlukan agar siswa tidak menganggap remeh proses pembelajaran.

"Menteri justru peduli dan mau ikut serta dalam pembangunan Indonesia Emas 2045!" tandas Aghave.

Beragam pandangan tersebut menunjukkan bahwa wacana kenaikan kelas bukan sekadar persoalan nilai di rapor. Ada kebutuhan untuk membangun kedisiplinan dan tanggung jawab belajar, sekaligus memastikan siswa memperoleh pendampingan yang sesuai dengan kondisi masing-masing.

Semangat ini sejalan dengan nilai student-athlete yang terus digaungkan DBL Indonesia. Menjadi atlet pelajar bukan hanya tentang meraih kemenangan di lapangan, tetapi juga tentang bertumbuh sebagai individu yang mampu menjalankan tanggung jawab pendidikan. Dengan dukungan sekolah, guru, pelatih, dan keluarga, pelajar diharapkan dapat terus berkembang dalam bidang akademik maupun olahraga.

Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 siap mengguncang 31 kota di 22 provinsi se-Indonesia. Seperti musim sebelumnya, DBL Indonesia akan menjaring para student-athlete terbaik dari setiap kota untuk memperebutkan tiket DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp.

Tak kalah seru, Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 juga menghadirkan AZA 3X3 Competition serta AQUA DBL Dance 2026-2027 dengan mengusung tema "100% Indonesia".  Seluruh keseruan pertandingan bisa disaksikan secara langsung di kanal YouTube DBL Play, serta di YouTube Good Day ID khusus untuk laga final. (*)

Kalian bisa memantau informasi seputar Honda DBL with Kopi Good Day 2026 Riau di bawah ini (pengguna Android bisa lakukan scroll dengan double tap)

Populer

Ayasha-Aqylla, Dua Sahabat yang Bertemu Sebagai Rival di Final DBL South Jakarta
Gelar Ratu DBL South Jakarta 2026 Masih Milik Srikandi Bulungan!
Roro Jonggrang Jadi Inspirasi, AQUA DBL Dance 2026 Bali Punya Cerita
Penjualan Tiket Terusan DBL Jakarta Championship 2026 Dibuka, Berikut Detailnya!
Daftar Tim yang Lolos ke Honda DBL with Kopi Good Day 2026 Jakarta Championship