Sempat Ingin Berhenti, Audry Bangkit dari Keraguan

| Penulis : 

Rasa lelah sepulang sekolah, jadwal latihan yang menunggu, hingga tuntutan untuk tetap menjaga kondisi fisik menjadi bagian dari perjalanan Ni Komang Audriana Elizabeth bersama basket. Student-athlete SMAN 1 Kuta Utara (Sakura) yang akrab disapa Audry itu bahkan sempat berpikir untuk berhenti karena kesulitan membagi waktu antara sekolah dan basket.

“Walaupun capek dan sempat merasa ingin berhenti dari basket karena susah membagi waktu, aku percaya apa yang sudah aku usahakan selama ini akan menghasilkan sesuatu yang luar biasa juga,” cerita Audry.

Keputusan untuk terus bertahan bukan berarti perjalanannya selalu mudah. Audry harus membiasakan diri mengatur waktu di tengah kewajibannya sebagai pelajar. Pulang sekolah dalam keadaan lelah bukan alasan untuk mengabaikan latihan. Ia juga berusaha menjaga kondisi tubuh dengan mengurangi begadang dan memperhatikan pola makan.

“Dari aku pribadi, tentunya harus membagi waktu antara sekolah dan latihan. Kadang pulang sudah capek, tetapi tetap harus latihan. Aku juga harus menjaga fisik, mengurangi begadang, dan menjaga pola makan,” ujarnya.

Perjuangan itu menjadi bagian dari proses Audry sejak pertama kali mengenal basket. Ia mulai bermain ketika duduk di kelas VII SMP. Saat itu, ketertarikannya muncul setelah sering melihat kerabatnya bermain basket.

Baca Juga: Sehari Semalam, Ksatria Sakura Rangkai Pesan untuk Kalimantan

“Awalnya karena aku sering melihat sepupu-sepupuku bermain basket. Menurutku kelihatannya seru, jadi aku ingin mencoba ikut bermain juga,” kenangnya.

Ia kemudian mengikuti seleksi tim basket di SMP dan berhasil terpilih. Dari pengalaman tersebut, Audry terus melanjutkan perjalanannya hingga mendapat kesempatan tampil di Honda DBL with Kopi Good Day 2025 Bali.

Namun, musim pertamanya di DBL belum berjalan seperti yang ia harapkan. Audry mengaku masih kesulitan membangun kepercayaan diri ketika bermain di jenjang SMA. Minimnya pengalaman membuatnya kerap merasa ragu saat berada di lapangan.

“Jujur, tahun kemarin aku masih belum punya mental di lapangan dan jam terbang di jenjang SMA juga masih sedikit. Jadi, masih ada rasa ragu-ragu,” ungkapnya.

Pada musim lalu, Audry mencatatkan 2 poin dan 1 assist dari dua pertandingan. Catatan itu menjadi bagian dari pengalaman pertamanya yang kemudian ia jadikan bahan evaluasi.

Alih-alih terus terjebak dalam keraguan yang sama, Audry mencoba memperbaiki diri selama setahun terakhir. Ia berusaha lebih konsisten menjalani latihan, tidak hanya mengasah kemampuan fisik dan teknik, tetapi juga mempersiapkan mentalnya ketika menghadapi pertandingan.

“Namun, tahun ini puji Tuhan aku sudah belajar banyak dari kesalahan sebelumnya dan sudah merasakan hasil dari proses selama latihan,” katanya.

Salah satu perubahan yang ia usahakan adalah cara menghadapi kesalahan. Jika sebelumnya keraguan masih membayangi permainannya, kini Audry berusaha agar satu kesalahan tidak mengganggu fokusnya sepanjang pertandingan.

Baca Juga: Hasil DBL Bali: Giliran Putra Chis dan Trisma Segel Tiket Big Eight

“Aku belajar untuk nggak terlalu overthinking kalau melakukan kesalahan, tetapi fokus ke game selanjutnya,” tuturnya.

Ia juga membiasakan diri mengevaluasi penampilan setelah latihan maupun pertandingan untuk mengetahui hal-hal yang masih perlu diperbaiki. Sebelum bertanding, Audry menyempatkan diri untuk berdoa agar bisa bermain dengan lebih tenang dan percaya diri.

Perubahan itu mulai terlihat pada musim keduanya di DBL. Dalam dua pertandingan Honda DBL with Kopi Good Day 2026 Bali, Audry mampu menyumbangkan total 16 poin. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan musim debutnya.

Di balik perkembangan itu, Audry tidak hanya mengandalkan usahanya sendiri. Dukungan rekan setim dan pelatih turut membantunya membangun mental bertanding. Ketika sedang terpuruk atau melakukan kesalahan, ia tidak dibiarkan menghadapi situasi tersebut sendirian.

“Peran teman-teman dan pelatih besar banget buat mental aku. Kalau aku lagi down atau melakukan kesalahan, teman-teman selalu menyemangati dan mengingatkan untuk tetap fokus,” jelasnya.

Kepercayaan dari pelatih juga menjadi hal yang berarti bagi Audry. Ia mendapat pengingat bahwa kesalahan merupakan bagian dari proses, selama dirinya bersedia belajar dan memperbaiki diri.

“Coach juga selalu memberikan kepercayaan dan mengingatkan kalau salah itu wajar, yang penting mau belajar. Jadi, aku nggak merasa bermain sendirian karena ada yang mendukung aku dari belakang,” lanjutnya.

Baca Juga: Tumbuh di Keluarga Sepak Bola, Nadine Wijaya Memilih Basket

Dukungan keluarga pun hadir melalui perhatian sederhana. Orang tuanya selalu mengingatkan Audry untuk menjaga kesehatan, makan cukup, dan beristirahat sebelum pertandingan. Mereka juga tidak membebani dirinya dengan tuntutan untuk selalu menang.

“Mereka juga selalu memberikan doa dan kata-kata semangat, serta nggak pernah menuntut aku harus selalu menang. Mereka selalu bilang yang penting aku sudah mau berusaha,” ujarnya.

Memasuki musim kedua, Audry juga harus beradaptasi dengan skuad Sakura yang berbeda dari tahun sebelumnya. Ia mengaku merasakan perasaan campur aduk karena merindukan kakak kelas yang dahulu bermain bersamanya, sekaligus senang menyambut kehadiran adik-adik kelas.

Kebersamaan itu dibangun melalui hal-hal sederhana selama persiapan. Seusai latihan, mereka menyempatkan diri untuk makan bersama. Tim Sakura juga pernah menjalani latihan di pantai.

“Pokoknya, semua hal terasa seru kalau dilakukan bersama-sama,” kata Audry.

Sayangnya, perjalanan Srikandi Sakura di Honda DBL with Kopi Good Day 2026 Bali harus berakhir setelah takluk dari SMAN 1 Denpasar dengan skor 10-54 pada babak Big Eight.

Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 siap mengguncang 31 kota di 22 provinsi se-Indonesia. Seperti musim sebelumnya, DBL Indonesia akan menjaring para student-athlete terbaik dari setiap kota untuk memperebutkan tiket DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp.

Tak kalah seru, Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 juga menghadirkan AZA 3X3 Competition serta AQUA DBL Dance 2026-2027 dengan mengusung tema "100% Indonesia".  Seluruh keseruan pertandingan bisa disaksikan secara langsung di kanal YouTube DBL Play, serta di YouTube Good Day ID khusus untuk laga final. (*)

Profil pemain ini bisa dilihat pada halaman di bawah ini (pengguna Android bisa melakukan scroll dengan double tap)

Populer

Jadwal dan Link Live Streaming DBL North Sulawesi, Selasa, 20 Oktober 2026
Hasil DBL Jakarta Championship: ACS Revans, Pangudi Luhur Tak Terbendung
Sehari Semalam, Ksatria Sakura Rangkai Pesan untuk Kalimantan
DBL Super Teacher: Dede Rahmat Hidupkan Seni dan Kreativitas di Biak
Menuju DBL South Jakarta: Evaluasi Jadi Rutinitas Wajib Forty Six