Antonius Laffitar akhirnya membawa SMA CHIS Denpasar mencatatkan sejarah di Honda DBL with Kopi Good Day 2026 Bali. Untuk pertama kalinya sejak mengikuti kompetisi pada 2023, CHIS berhasil melangkah ke partai final. Pencapaian ini menjadi buah dari proses panjang Coach Anton dalam membangun tim, terutama menanamkan kedisiplinan dan mental pantang menyerah kepada para pemainnya.

Perjalanan CHIS di DBL tidak selalu berjalan mulus. Sejak pertama kali berpartisipasi pada 2023, mereka belum pernah melewati babak Big Eight. Musim lalu, langkah CHIS bahkan terhenti di babak tersebut setelah kalah dari SMA Soverdi Tuban.

Namun, bagi Coach Anton, kegagalan bukan alasan untuk berhenti. Ia memilih menjadikannya bahan evaluasi agar timnya bisa berkembang dan kembali dengan persiapan yang lebih matang.

Ada satu pesan yang terus ia tanamkan kepada para student-athlete, baik ketika latihan maupun menghadapi pertandingan.

Baca Juga: Reuni Dua Eks Pemain Profesional dengan Peran Berbeda

“Kalau kamu salah, kamu perbaiki. Kalau kamu gagal, kamu coba lagi. Kalau kamu nyerah, kita selesai hari ini,” ujar Coach Anton.

Kalimat itu menjadi gambaran pendekatan yang ia terapkan dalam membangun CHIS. Ia ingin para pemain memahami bahwa kesalahan bukan akhir dari segalanya. Selama masih ada kesempatan untuk memperbaiki diri, mereka harus berani mencoba kembali.

Prinsip tersebut juga tercermin dari cara Coach Anton memandang kompetisi. Alih-alih meminta anak asuhnya terlalu jauh memikirkan hasil akhir, ia mengajak mereka fokus menghadapi lawan yang ada di depan mata.

“Saya adalah pelatih yang realistis. Saya selalu bilang kepada anak-anak bahwa perjuangan kami dilakukan game by game. Kami tidak perlu bermimpi terlalu jauh terlebih dahulu, tetapi harus menghadapi lawan yang ada di depan mata,” tuturnya.

Persiapan itu dilakukan melalui evaluasi dari satu pertandingan ke pertandingan berikutnya. Coach Anton bersama para pemain mempelajari kesalahan yang muncul di lapangan, termasuk dengan menonton ulang pertandingan mereka melalui kanal YouTube DBL Indonesia.

“Kami mengevaluasi semua kesalahan dan mempelajari pertandingan-pertandingan sebelumnya. Bahkan, kami menonton ulang pertandingan kami melalui YouTube DBL agar bisa melihat apa yang perlu diperbaiki,” katanya.

Dari proses tersebut, Coach Anton melihat perubahan yang lebih mendasar daripada sekadar peningkatan kemampuan bermain. Ia menilai kedisiplinan menjadi salah satu perkembangan terbesar yang ditunjukkan para pemain CHIS.

Baca Juga: Hasil DBL Bali: Sektor Putra Hadirkan Finalis Baru

“Perubahan paling besar adalah kedisiplinan anak-anak terhadap diri sendiri. Itu yang selalu saya tekankan kepada mereka, dan sekarang benar-benar mulai tertanam. Dalam permainan beregu, kedisiplinan sangat dibutuhkan. Bukan hanya soal kemampuan atau skill, tetapi juga disiplin dalam menjalankan permainan,” jelasnya.

Baginya, membangun tim tidak cukup hanya dengan mengumpulkan pemain yang memiliki kemampuan individu bagus. Setiap student-athlete harus bisa menjalankan perannya, memahami instruksi, dan bergerak dengan tujuan yang sama. Ketika kedisiplinan itu mulai terbentuk, Coach Anton merasakan perbedaan dalam proses melatih anak asuhnya.

“Hal yang paling saya banggakan adalah perubahan sikap dan kedisiplinan anak-anak yang sangat drastis. Perubahan itu membuat saya nyaman dalam melatih. Ketika saya memberikan instruksi, mereka bisa menjalankannya dengan baik. Kami memiliki visi dan energi yang sama sehingga bisa saling memahami,” ungkapnya.

Proses membentuk karakter tersebut tidak terjadi dalam semalam. Coach Anton menyebut persiapan menuju pencapaian musim ini telah berjalan sekitar tiga tahun, termasuk menyiapkan regenerasi pemain agar CHIS memiliki tim yang mampu bersaing.

Kali ini, ia ingin menumbuhkan karakter yang menjadi pegangannya sendiri, yakni mental fighter. Melalui pengalamannya mengelola klub basket di Bali, ia terbiasa menanamkan pemahaman bahwa perjuangan tidak selalu berjalan sesuai harapan. Ada kalanya seseorang jatuh, tetapi yang terpenting adalah kemauan untuk bangkit dan melanjutkan perjalanan.

“Saya tidak pernah menyerah. Kebetulan, saya juga memiliki klub sendiri di Bali. Saya menanamkan karakter fighter dalam klub tersebut, yaitu karakter yang terus berjuang meskipun mengalami jatuh bangun,” ujarnya.

Baca Juga: Terinspirasi Sang Kakak, Nathan Bawa CHIS Ukir Sejarah

Mental tersebut turut mengiringi langkah CHIS hingga Fantastic Four. Di babak semifinal itu, mereka berhadapan dengan SMAN 3 Denpasar. CHIS berhasil mengamankan kemenangan dengan skor 55-43, sekaligus memastikan satu tempat di partai final.

Hasil tersebut menjadi pencapaian tersendiri bagi CHIS. Setelah beberapa musim belum mampu melewati Big Eight, mereka kini selangkah lebih dekat dengan gelar juara. Namun, tantangan berikutnya tidak akan mudah karena SMA Soverdi Tuban sudah menanti di partai puncak.

Perjalanan CHIS memang belum berakhir. Partai final melawan SMA Soverdi Tuban menjadi kesempatan bagi Coach Anton dan anak asuhnya untuk menuntaskan perjuangan musim ini. Apa pun hasilnya nanti, keberhasilan menembus final untuk pertama kalinya telah menandai kemajuan besar dari proses yang mereka bangun bersama.

Di balik pencapaian itu, ada kedisiplinan yang terus dipupuk, evaluasi yang dilakukan berulang kali, dan satu pesan yang tidak berubah dari Coach Anton yakni ketika gagal, jangan berhenti mencoba.

Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 siap mengguncang 31 kota di 22 provinsi se-Indonesia. Seperti musim sebelumnya, DBL Indonesia akan menjaring para student-athlete terbaik dari setiap kota untuk memperebutkan tiket DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp.

Tak kalah seru, Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 juga menghadirkan AZA 3X3 Competition serta AQUA DBL Dance 2026-2027 dengan mengusung tema "100% Indonesia".  Seluruh keseruan pertandingan bisa disaksikan secara langsung di kanal YouTube DBL Play, serta di YouTube Good Day ID khusus untuk laga final. (*)

Profil pelatih ini bisa dilihat pada halaman di bawah ini (pengguna Android bisa melakukan scroll dengan double tap)

Populer

Yuk Intip Persiapan Tim-Tim di Seri Jambi, Ssst Banyak Pemain yang Kece loh!
Trifosi Curi Perhatian Lewat Pakaiannya yang Mencolok
Tradisi ‘Pai’ Hiasi Imlek Evelyn Fiyo Sekeluarga
Behind The Beat: Musik Jadi Media Putri Natalie Melepas Penat
Menangi Smansa di Laga Overtime, Muhammad Dzikra Ternyata Sempat Dimarahi Pacar!