“Mencuat langit biru…”
Lantunan mars itu menjadi terakhir kalinya bagi Evelyn Papuana Felle untuk menyanyikan bersama seluruh elemen SMA 1 PSKD Jakarta di GOR Bulungan, Jakarta Selatan. Momen tersebut turut menandai berakhirnya perjalanan Evelyn, begitu ia disapa, di Honda DBL with Kopi Good Day 2026 Jakarta Championship.
Kepalanya hanya bisa tertunduk lesu. Ia berusaha menahan air mata agar tidak membasahi pipi, sembari kedua kakinya masih harus ditopang oleh kruk untuk membantunya berdiri.
Hari itu, Rabu, 28 Oktober 2026, seharusnya menjadi kesempatan Evelyn untuk berjuang bersama srikandi PSKD 1. Terlebih, pertandingan kali ini memiliki arti tersendiri bagi PSKD 1. Mereka datang dengan misi besar untuk menebus kekalahan dari SMA Jubilee Jakarta yang diterima di laga sebelumnya (Kamis, 22 Oktober 2026).
Sayang, Evelyn hanya bisa menjadi penikmat laga tersebut dari bangku penonton, ditemani oleh dua kruk yang disandarkan di kursi sampingnya. Realita pahit ini harus dihadapi Evelyn setelah dirinya dinyatakan menderita cedera lutut saat melawan SMA Santa Ursula Jakarta (Sanur) pada Senin, 26 Oktober 2026.
“Game ini yang paling aku tunggu-tunggu, tapi aku enggak bisa ikut. Pas lawan Sanur, aku mau ngepoin dan ternyata kesandung kaki lawan. Terus, kaki aku akhirnya kelipat dan lututnya bunyi. Di situ, aku langsung dibawa ke rumah sakit karena ada pembengkakan. Cuma, aku harus nunggu bengkaknya reda baru bisa MRI,” buka Evelyn.
Tak bisa dipungkiri, cedera tersebut ibarat petir di siang bolong bagi Evelyn. Ia mengaku belum pernah menderita cedera di area lutut selama kiprahnya sebagai student-athlete. Kini, kondisi tersebut menjadi “PR” besar setelah dirinya sempat mengalami cedera di bagian pergelangan kaki, tepat tiga minggu sebelum berlangsungnya DBL Jakarta Championship 2026.
“Kebetulan, aku lagi latihan di GOR Bulungan. Pas itu, teman aku enggak sengaja nyenggol kaki aku, akhirnya jatuh dan kena ankle. Di situ, ankle-ku bengkak dan langsung cari fisioterapi untuk recovery,” cerita Evelyn sembari menahan tangis.
Ia kemudian menambahkan. “Sedih banget enggak bisa bantu tim untuk kali ini.”
Baca Juga: Tembok Keraguan yang Diruntuhkan Dirham dengan Tekad Baja
Potret Evelyn Papuana (pegang bola) saat laga tim putri SMA 1 PSKD Jakarta versus SMA Santa Ursula Jakarta di Honda DBL with Kopi Good Day 2026 Jakarta Championship
Ya, cedera memang menjadi mimpi buruk bagi student-athlete. Kondisi ini bisa saja mengancam perjalanan mereka sebagai student-athlete.
Bagi Evelyn, situasi tersebut terasa semakin berat karena dirinya terpisah ribuan kilometer dari kedua orang tua. Sebagaimana diketahui, Evelyn saat ini tengah menjalani kehidupan sebagai perantau, meninggalkan kampung halaman di Papua demi mengejar impian di Ibu Kota.
Beberapa tahun silam, masih ada sosok ibu yang selalu berada di dekatnya, termasuk saat ia butuh didampingi selama menjalani perawatan. Kini, Evelyn benar-benar harus berdiri di atas kakinya sendiri.
“Biasanya tuh kalau aku lagi cedera kayak sekarang, ada mama yang bantuin buat kompres kaki atau siap-siap. Sekarang, aku harus ngelakuin semuanya sendiri. Jujur, berat banget,” ucap Evelyn dengan lirih.
Bagi Evelyn, bukan perkara mudah untuk membahas bagaimana beratnya diterpa badai cedera sebagai perantau. Ia butuh waktu sejenak untuk menguatkan diri sendiri, menarik napas panjang, sebelum akhirnya mampu melanjutkan cerita tersebut.
“Kemarin, aku sudah sempat kabarin mama pas cedera ankle. Mama coba yakinin aku buat latihan dan fisioterapi. Terus pas aku di rumah sakit gara-gara cedera lutut, mama banyak berdoa dan kuatin aku buat jangan takut dan menyerah dengan apa yang terjadi,” sambungnya.
Percaya pada Tuhan. Tiga kata sederhana dari sang ibu, tetapi menjadi sumber kekuatan bagi Evelyn selama menjalani keseharian di Jakarta.
Ujian belum selesai menghampirinya. Kekecewaan Evelyn terasa kian dalam saat langkah PSKD 1 di Jakarta Championship 2026 harus terhenti setelah lagi-lagi harus mengakui kehebatan Jubilee dengan skor akhir 68-42.
Potret Evelyn Papuana (kiri) selepas laga tim putri SMA 1 PSKD Jakarta versus SMA Jubilee Jakarta di Honda DBL with Kopi Good Day 2026 Jakarta Championship
Evelyn berusaha tetap kuat. Bertahan menghadapi keadaan menjadi satu-satunya hal yang bisa dilakukannya saat ini.
Di balik itu, dirinya juga merasa bersyukur karena dikelilingi teman-teman satu tim yang saling mendukung satu sama lain. Keberadaan mereka menjadi sumber penghiburan untuk seorang Evelyn.
“Mereka juga sedih pas tahu aku cedera, tapi aku bilang ke mereka buat jangan sedih. Justru, momen yang paling enggak bisa dilupain selama musim ini tuh karena kebersamaannya. Kita semua saling rangkul yang bikin tim ini makin solid. Aku senang banget karena mereka saling melengkapi satu sama lain,” terangnya.
Baca Juga: Syahazlina Ayu, Sang Peredam Serangan Pemain Kunci Lawan
Ia juga menilai, rekan-rekan timnya sudah mengerahkan upaya terbaik demi membanggakan nama SMA 1 PSKD Jakarta. Meski pada akhirnya, perjuangan itu belum membawa mereka pada satu impian besar.
“Aku bangga sama tim aku, enggak apa-apa belum bisa sampai Indonesia Arena karena dari awal, sebenarnya kita pengin ke sana. Kita akan berusaha lebih lagi daripada ini untuk target Indonesia Arena di tahun depan,” tegasnya.
Berangkat dari situ, Evelyn bertekad untuk memusatkan perhatiannya pada proses pemulihan agar bisa kembali tampil lebih maksimal pada musim mendatang. Comeback stronger, Evelyn!
Final DBL Jakarta di Indonesia Arena termasuk dalam rangkaian Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 yang mengguncang 31 kota di 22 provinsi se-Indonesia. Seperti musim sebelumnya, DBL Indonesia akan menjaring para student-athlete terbaik dari setiap kota untuk memperebutkan tiket DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp.
Tak kalah seru, Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 juga menghadirkan AZA 3X3 Competition serta AQUA DBL Dance 2026-2027 dengan mengusung tema “100% Indonesia”. Seluruh keseruan pertandingan bisa disaksikan secara langsung di kanal YouTube DBL Play, serta di YouTube Good Day ID khusus untuk laga final.
Profil pemain ini bisa dilihat pada halaman di bawah ini (pengguna Android bisa lakukan scroll dengan double tap)