“Yang sudah pasti, kita datang buat menang. Bukan buat main doang di Indonesia Arena.”

Bagi Amirul Mukminin Azzaky, kesempatan tampil di Final Honda DBL with Kopi Good Day 2026 Jakarta bersama SMA Jubilee Jakarta bukan sekadar pengalaman baru dalam perjalanan basketnya. Ada perjuangan panjang yang mengantarkannya sampai ke titik ini. 

Langkah itu bermula dari sebuah pondok pesantren di Bogor. Jika kembali melihat ke belakang, rasa penasaran Amirul, begitu ia disapa, terhadap dunia basket tumbuh sejak duduk di bangku kelas VIII SMP. 

Kala itu, ketertarikannya muncul setelah melihat salah satu seniornya dengan postur tubuh yang tinggi. Selain itu, sang ibu yang juga pernah bermain basket turut menjadi sosok yang menginspirasinya untuk menekuni olahraga tersebut.

Namun, memulai perjalanan sebagai pemain basket bukan perkara mudah bagi Amirul. Berbeda dengan sebagian pemain lain yang mendapat kesempatan berkembang melalui klub atau akademi, ia justru harus banyak mengandalkan usahanya sendiri. Bahkan, sebagian besar pengetahuannya tentang basket didapatkan melalui video-video latihan di YouTube.

“Bisa dibilang otodidak. Harus berjuang sendiri, sih. Jadi, waktu itu, lebih banyak latihan sendiri buat ngasah skill,” kenangnya.

Perjalanan Amirul sebagai student-athlete mulai terasa semakin terjal ketika bergabung dengan skuad Jubilee. Ia dituntut untuk beradaptasi dengan intensitas latihan yang jauh lebih tinggi, sebuah lingkungan baru yang tentu berbeda dari pengalaman basketnya selama ini.

Baca Juga: Ketika Mimpi Knights ke Indonesia Arena Juga Menjadi Kebanggaan Orang Tua

Tantangan itu semakin terasa ketika Amirul harus bersaing dengan deretan pemain yang sudah lebih berpengalaman dan memiliki nama besar, seperti Kenneth Leebron Huang dan Timothy Marvel Christiano. Terlebih, saat itu ia masih terbilang baru dalam dunia basket.

“Benar-benar tertekan banget, sih. Aku yang awalnya cuma latihan dari YouTube, terus ketemu mereka. Wah, makin terasa pressure-nya,” cerita Amirul.

Pada musim pertamanya, Amirul belum berhasil mengamankan tempat di dalam skuad 5-on-5 Jubilee. Meski begitu, ia tetap mendapat kesempatan untuk merasakan atmosfer kompetisi DBL melalui AZA 3X3 Competition 2024 North Jakarta.

Kegagalan tersebut tak lantas membuat Amirul larut dalam kekecewaan. Ia menyadari bahwa kemampuannya saat itu masih perlu banyak diasah sebelum bisa bersaing di level 5on5. Lagi pula, perjalanannya di jenjang SMA masih terbentang panjang. 

Pada musim berikutnya, kesempatan untuk menembus skuad 5on5 belum juga berpihak padanya. Ia sekali lagi harus menjalani kompetisi lewat jalur tiga lawan tiga.

Kali ini, kegagalan tersebut mulai membuatnya mempertanyakan keputusan untuk tetap menekuni basket. Terlebih, waktu yang dimilikinya sebagai student-athlete di bangku SMA semakin terbatas.

Di tengah keraguan itu, ada satu sosok yang mendorongnya untuk tidak menyerah, yakni sang pelatih, Mike. 

“Tadinya sudah ngerasa down banget. Kayak, apa aku mending berhenti basket saja. Cuma Ko Mike (Hoei Maechel) bilang, jangan stop karena masih ada waktu satu tahun buat improve,” ungkap Amirul.

Pesan tersebut menjadi titik balik baginya. Amirul memilih untuk kembali berjuang dan memanfaatkan kesempatan terakhir yang dimiliki. 

Ia pun mulai menempa dirinya dengan meningkatkan intensitas latihan, bahkan menghabiskan waktu untuk berlatih setiap hari. Bahkan, ia bisa menjalani dua hingga tiga sesi latihan dalam satu hari tertentu.

Baca Juga: Adrian Khalif dan Fattah Syach Siap Ramaikan Final DBL Jakarta 2026!

Tak hanya berfokus pada kemampuan individu, Amirul juga berusaha mengevaluasi penampilannya setiap kali bertanding. Ia aktif meminta masukan dari rekan-rekan setim mengenai kesalahan yang masih sering dilakukan di lapangan. 

Usaha itu perlahan membuahkan hasil. Musim ini, namanya tercantum dalam daftar pemain yang memperkuat roster 5on5 Jubilee. 

“Bersyukur banget bisa keterima seleksi 5on5, terus makin lama juga skill-ku makin improve. Jadi, Ko Mike bisa kasih aku kepercayaan buat main di 5on5,” tuturnya. 

Keberhasilan tersebut terasa semakin berarti karena musim ini sekaligus menjadi tahun terakhir Amirul sebagai pemain SMA. Artinya, kesempatan untuk merasakan atmosfer Final DBL Jakarta di Indonesia Arena datang tepat pada momen terakhirnya di jenjang sekolah menengah.

Keinginan untuk tampil di Indonesia Arena sejatinya sudah tertanam sejak Amirul masih duduk di bangku SMP. Kala itu, ia sempat menyaksikan para seniornya bertanding langsung di arena tersebut. Melihat ribuan penonton memenuhi tribun, ditambah atmosfer pertandingan di panggung final yang begitu meriah, membuat Amirul menyimpan harapan untuk suatu hari bisa merasakan pengalaman yang sama.

Kini, keinginan tersebut bukan lagi sekadar angan-angan. Setelah melalui lika-liku, Amirul akhirnya berkesempatan menginjakkan kaki di Indonesia Arena sebagai pemain. 

“Yang pasti terharu. Terus bangga banget sama satu tim karena kita berjuang dari nol banget. Dari chemistry kita yang hancur-hancuran, sekarang sudah jauh lebih kompak dan chemistry kita kental banget,” ujarnya.

Kebahagiaan itu rupanya turut dirasakan oleh keluarga Amirul. Kedua orang tuanya menjadi saksi perjalanan sang putra sejak pertama kali mengenal basket hingga akhirnya mendapat kesempatan bermain di Indonesia Arena.

“Mereka bangga banget karena bisa melihat anaknya main di Indonesia Arena. Mereka juga tahu bagaimana perjuangan aku dari nol,” katanya.

Menyambut Final DBL Jakarta pada Sabtu, 21 November 2026, ia ingin seluruh penggawa Jubilee bisa tampil sebagai satu kesatuan, saling mendukung, dan mengesampingkan kepentingan pribadi demi mencapai tujuan bersama.

“Aku cuma berharap kita main satu tim. Ibaratnya, kita itu satu kapal buat mencapai satu tujuan, yaitu untuk juara,” tutupnya.

Final DBL Jakarta di Indonesia Arena termasuk dalam rangkaian Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 yang mengguncang 31 kota di 22 provinsi se-Indonesia. Seperti musim sebelumnya, DBL Indonesia akan menjaring para student-athlete terbaik dari setiap kota untuk memperebutkan tiket DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp. 

Tak kalah seru, Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 juga menghadirkan AZA 3X3 Competition serta AQUA DBL Dance 2026-2027 dengan mengusung tema “100% Indonesia”. Seluruh keseruan pertandingan bisa disaksikan secara langsung di kanal YouTube DBL Play, serta di YouTube Good Day ID khusus untuk laga final. 

Profil pemain ini bisa dilihat pada halaman di bawah ini (pengguna Android bisa lakukan scroll dengan double tap)

Populer

Adrian Khalif dan Fattah Syach Siap Ramaikan Final DBL Jakarta 2026!
Hasil DBL Riau: Stella Gracia Dominan, Putra Niners Menang Tipis!
Cathy Eks JKT48 Sebut DBL Jadi Wadah Anak Muda Kembangkan Mimpi
Singkirkan Juara Musim Lalu, Semesta Tembus Final DBL Central Java Pasca 7 Musim
Jadwal dan Link Live Streaming DBL South Jakarta, Senin, 12 Oktober 2026