SURABAYA-Selain battling rope, ada drill lain yang juga memiliki tujuan untuk meningkatkan kekuatan lengan. Namanya adalah medicine ball. Bola yang digunakan pun bukan bola basket biasa. Melainkan bola basket dengan berat beban tertentu.

“Ada beberapa bola dengan berat yang berbeda. Mulai dari 1,5 Kg hingga 2 Kg. Dengan begitu, lengan mereka akan bekerja lebih keras meski latihannya hanya sekedar passing,” ujar coach Trisa Gama, coach DBL Academy

Di station ini ada beberapa drill yang dilakukan. Mulai dari behind leg, chest pass, hingga memutar bola di daerah pinggang. Salah satu campers yang sangat antusias adalah Ubay Zaghloul, campers asal Surabaya.

“Tadi dapet bola 1,5 kg terus chest pass. passing sama nangkepnya sama-sama beratnya hehe. Tapi seru sih,” ujar Ubay.

Tak hanya medicine ball, para campers juga melakukan empat drill lainnya. Diantaranya ada battling rope, pylometric box, core strength, dan resistance band. Semua drill ini mereka lakukan secara bergantian selama kurang lebih 25 menit.

Lalu, pada keesokan harinya, para campers juga akan mendapatkan pelatihan khusus bersama Louvre, tim professional yang berlaga di IBL. Beberapa pemain bintang Louvre seperti Wendha Wijaya, Kevin Moses, dan Daniel Wenas akan melatih mereka secara langsung. (*)

 

 

Populer

Menang Besar di Scrimmage Game, Tim Putri DBL All-Star Enggan Merasa Puas
TC Dimulai! Skuad DBL All-Star 2026 Asah Fisik dan Taktik di Hari Pertama
Trivia DBL West Jakarta: Deretan Laga Pemacu Adrenalin Sepanjang Musim Lalu
Iniloh Cerita di Balik Nama EXSCO, Julukan Suporter SMAN 2 Bantul
Daftar Tim Prioritas dan Cara Masuk Jalur Waiting List DBL Bandung 2026