Laga derbi pada Honda DBL West Java Series-East Region 2019 kontra SMAN 1 Cirebon jadi salah satu kenangan terindah buat Satria Rachmana, penggawa SMAN 2 Cirebon. Dengan statusnya sebagai rookie, bisa memenangkan laga melawan SMAN 1 membuatnya sangat bangga membela timnya.

Sayang dia belum bisa mengantarkan Smanda (julukan SMAN 2) melangkah jauh hingga Championship Series. Perjalanan timnya terhenti di fase fantastic four setelah kalah dari SMAN 1 Sindang Indramayu.

Kekalahan itu membuatnya berkeinginan untuk membawa Smanda menebus kegagalan pada Honda DBL Januari 2021 mendatang. Tak tanggung, juara jadi harga mati Satria di tahun keduanya membela Smanda.

"Pengin banget bawa nama Smanda sampai ke big four, bahkan bisa menangin Championship Series," tegas cowok 16 tahun itu.

Pebasket pencetak 24 poin di musim lalu ini mengejar beberapa materi untuk bisa membenahi performanya musim depan. Pemain berposisi forward itu meningkatkan soal visi bermain di lapangan.

“Aku sedang persiapkan fisik, court vision untuk offense ataupun defense. Pastinya mental dan juga mindset bertanding," ujarnya.

Ia semakin percaya dengan tim. Pasalnya, perubahan komposisi pemain dalam tim Smanda diyakini oleh Satria bisa membawa angina segar. Ambisi jadi juara juga dibarengi dengan misi individu. "Aku juga incar untuk bisa masuk Honda DBL All-Star,” tuturnya. (*)

Populer

Menuju Musim Baru: SMAN 2 Binjai Gelar Latihan ala DBL Academy
TC Dimulai! Skuad DBL All-Star 2026 Asah Fisik dan Taktik di Hari Pertama
Menang Besar di Scrimmage Game, Tim Putri DBL All-Star Enggan Merasa Puas
Pulangkan Chandra Kumala, Sutomo 1 Tantang Wahidin di Fantastic Four
Sinlui Menang (Lagi), Sinlui ke Final (Lagi)