Kehangatan Natal tidak hanya dirasakan oleh umat Kristiani. Suasana penuh sukacita ini justru menjadi momen kebersamaan yang dapat dinikmati oleh siapa saja.
Termasuk, Nadhia Salsabila Saharullah, salah satu pemain tim putri SMAN 2 Bitung (Smabit). Tumbuh di lingkungan sebagai minoritas, cewek yang biasa dipanggil Nadhia itu berkesempatan untuk memahami makna toleransi lebih dalam.
“Toleransi itu saling menghargai dan memahami perbedaan. Saya rasa toleransi hadir ketika lingkungan sekitar kita memberi ruang untuk menjalankan keyakinan masing-masing dengan nyaman, tanpa rasa takut atau terasing,” ungkap Nadhia.
Pengalaman itulah yang turut dirasakannya selama menjadi bagian dari skuad Smabit. Nadhia sendiri mengaku bahwa dirinya tidak pernah merasa terpisah dari perayaan tersebut.
Baca Juga: Satu Mimpi Tersisa Gave Tumuwo di Musim Terakhirnya
Sebaliknya, sosok dengan tinggi 152 sentimeter tersebut kerap menjadi bagian dari perayaan Natal dengan rutinitas sederhana, tetapi sarat makna.
“Saya pasti bertamu ke rumah teman-teman satu tim yang merayakan Natal. Di sana, kami biasanya makan bersama, terus lanjut cerita-cerita,” terang Nadhia.
Di samping itu, momen akhir tahun juga dimanfaatkannya untuk menghabiskan waktu bersama rekan-rekan dekat.
Menariknya, terdapat satu destinasi yang bakal mereka kunjungi untuk melepas penat, terutama setelah melewati gelaran Honda DBL with Kopi Good Day 2025 North Sulawesi.
“Saya dan teman-teman juga suka pergi ke pantai. Tapi, kita juga tetap olahraga seperti jogging atau main basket setiap pagi atau sore,” sambungnya.
Menatap tahun baru yang sudah semakin dekat, siswi kelas 12 itu sudah memiliki sejumlah resolusi.
Baca Juga: Kembali ke DBL Camp, Lovely Leke Ungkap Target Terakhirnya
Meski musim ini menandai kesempatan terakhirnya berada di barisan Smabit, bukan berarti perjalanannya sebagai pemain basket ikut berakhir. Nadhia tetap menyimpan tekad besar untuk bisa mengembangkan keterampilannya di lapangan.
“Saya ingin jadi pemain yang lebih konsisten dan bertanggung jawab di dalam tim. Saya mau lebih serius dan disiplin saat latihan, meningkatkan kemampuan individu seperti shooting, defense, dan fisik. Serta, memperkuat mental saat pertandingan,” tegasnya.
Di tengah gemerlap Natal, cerita Nadhia menjadi bukti bahwa perbedaan justru bisa ruang yang aman untuk tumbuh bersama. Semoga suasana damai dari Natal bisa selalu hadir menemani bagi siapa pun yang merayakannya.
Sebagai informasi, DBL Manado 2025 termasuk dalam rangkaian Honda DBL with Kopi Good Day 2025-2026 yang digelar di 31 kota dan 22 provinsi se-Indonesia. Setiap tahunnya, DBL Indonesia memilih student athlete terbaik dari masing-masing kota untuk diseleksi menjadi DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp.
Honda DBL with Kopi Good Day 2025-2026 juga menampilkan AZA 3X3 Competition 2025-2026. Semua pertandingan Honda DBL with Kopi Good Day 2025-2026 disiarkan live di channel YouTube DBL Play. Dua musim ini DBL didukung oleh produk anak muda, Kopi Good Day.
Baca Juga: Mengenal Kopi Good Day, Produk Kopi Anak Muda yang Banyak Rasa
Profil pemain ini bisa dilihat pada halaman di bawah ini (pengguna Android bisa lakukan scroll dengan double tap)