Sorak sorai di Honda DBL with Kopi Good Day 2025 Banten mungkin jadi panggung megah dan impian untuk Kierania Zaveira Qurrata’ayuni. Tapi bagi pemain SMA Kharisma Bangsa Tangerang Selatan itu, ada satu sosok yang selalu berdiri di belakang dan perannya lah yang paling besar. Sosok itu adalah bundanya.
Dikenal sebagai salah satu pemain andalan KB Eagles, perjalanannya di dunia basket tak pernah benar-benar ia jalani sendirian. Sejak awal, dukungan sang bunda mengalir tanpa jeda. “Full support dari bunda non-stop,” ujar pemain yang akrab disapa Kieza itu.
Peran itu terasa semakin nyata saat Kieza harus menghadapi salah satu fase terberat dalam hidupnya. Tahun 2023 menjadi titik ujian bagi Kieza. Ia harus menjalani operasi ACL. Proses pemulihannya pun tidak mudah. Setiap selesai fisioterapi, tubuhnya sering demam. Di saat yang sama, Kieza juga harus menerima kenyataan lain, ia tidak lolos ke sekolah yang sebelumnya ia impikan.
Baca juga: Cinta Zaki Novran ke Ibu Nyimas Dewi Arimbi Seluas Samudra Tak Berujung
Namun di titik terendah itu, bundanya tak pernah pergi. “Bunda selalu semangatin aku, beliin aku makanan kesukaan aku, kasih kata-kata penyemangat buat bangkit,” cerita Kieza.
Dukungan itu perlahan menguatkan langkahnya, sampai akhirnya ia bisa kembali ke lapangan basket. Bahkan, dari proses bangkit itu, Kieza justru mendapat tawaran beasiswa di SMA Kharisma Bangsa. Yang mana pada akhirnya jalan itu membawanya bertanding di DBL Banten.
Perjuangan sang bunda bukan hanya soal kata-kata. Secara harfiah, ia hadir di setiap proses. Jarak Bogor-Tangerang Selatan yang harus ditempuh hampir setiap hari bukan perkara ringan. Sekolah Kieza di Tangsel, klubnya di BSD, dan rumah mereka di Bogor. Perjalanan pulang-pergi menjadi rutinitas panjang yang dijalani tanpa keluhan.
“Bunda ngorbanin tenaga, pikiran, waktu, dan lain-lain. Bunda selalu nemenin aku tanpa ngeluh dan ikhlas jalaninnya,” ungkap Kieza.
Tak berhenti di situ. Dari urusan bekal di jalan, makanan setelah latihan, sampai memastikan kebutuhan nutrisi Kieza terpenuhi, semuanya diurus dengan penuh perhatian. Vitamin, tape, hingga kebutuhan recovery lainnya selalu tersedia. Semua dilakukan demi memberi yang terbaik untuk hobi dan mimpi anaknya.
Baca juga: Ibunda Tasya, Saksi Bisu Jatuh-Bangun Sang Buah Hati Kejar Satu Per Satu Mimpi
Di tengah padatnya jadwal latihan dan tekanan pertandingan, bunda juga menjadi tempat Kieza kembali saat rasa ragu datang. Nasihatnya sederhana, tapi menancap kuat.
“Kalau aku udah ngedown atau nggak pede, bunda selalu bilang, ‘Kaka harus pede sama diri kaka sendiri. Kenapa harus nggak percaya diri dan takut? Bunda aja percaya kaka bisa dan kuat,’” katanya.
Kalimat itu menjadi pegangan untuk Kieza, termasuk saat ia berhasil membawa tim putri SMA Kharisma Bangsa Tangerang Selatan meraih gelar juara lagi di DBL Banten 2025. Di balik setiap perjuangannya, asupan nutrisinya, hingga caranya menjaga stamina di lapangan, ada keyakinan yang dibangun dari rumah. Dari tangan hangat bundanya.
Di momen Spesial Hari Ibu ini, Kieza tahu ucapan terima kasih saja tak akan pernah cukup. Tapi ia tetap ingin menyampaikannya.
“Thank you so much bunda udah selalu nemenin Kieza kemana pun, kapan pun. I know that just saying thank you will never be enough to repay all of your efforts and everything that you’ve done to me. But I’ll always try to do my best to make you proud. Kieza sayang bunda banget,” ucapnya.