ESG

DBL ACADEMY

JR DBL

MAINBASKET

SAC

HAPPY
WEDNESDAY

DISWAY

MAINSEPEDA

Tasya Kusuma Dewi (tengah) bersama kedua orang tuanya saat sesi pemanggilan pemain di partai final DBL Jakarta 2025

Sorotan lampu Indonesia Arena, gemuruh tribun, hingga selebrasi di akhir pertandingan memang kerap mencuri perhatian. 

Namun bagi seorang ibu, ada pemandangan lain yang jauh lebih berarti. Menyaksikan anaknya berdiri di panggung tertinggi, setelah melewati begitu banyak jatuh dan bangkit.

Itulah yang dirasakan ibunda Tasya Kusuma Dewi, Ita Perdanawati. Selama tiga musim beruntun menemani Tasya tampil di Final DBL Jakarta, ia melihat sendiri bagaimana perjalanan itu tak selalu berjalan mulus. 

Dua musim pertama berakhir dengan air mata. Musim terakhir ditutup dengan senyuman dan rasa syukur yang tak terhingga.

Kisah ini pun terasa semakin spesial. Bukan hanya tentang gelar juara atau penghargaan individu. Tapi tentang peran seorang ibu yang setia menemani setiap jatuh-bangun perjalanan anaknya. 

Sebuah cerita yang kami dedikasikan khusus dalam perayaan Hari Ibu, yang diperingati setiap 22 Desember.

Bagi sang ibu, bakat Tasya di dunia basket bukanlah sesuatu yang datang tiba-tiba. Ketertarikan itu tumbuh pelan-pelan sejak Tasya masih kecil. 

Dua kakak laki-lakinya lebih dulu akrab dengan bola basket. Setiap ada turnamen, Tasya kecil selalu ikut ke lapangan. Duduk di pinggir lapangan, perlahan memperhatikan, dan mulai tertarik untuk turut serta.

Awalnya hanya dribble sendiri di pinggir lapangan. Coba-coba lay up. Sampai satu momen sederhana mengubah segalanya. Sang ibu menawarkan Tasya untuk bergabung klub basket. Tanpa ragu, Tasya pun langsung menerima tawaran itu. 

Baca Juga: Setia Menunggu dari Tribun, Mengantar Duo Kusnoatmaja Sampai Garis Akhir

Saat itu, Tasya bahkan jadi satu-satunya pemain putri di tim kelompok usia campuran. Selama lebih dari satu tahun, ia hanya berlatih dan sparing. Belum banyak panggung, belum ada sorotan. Namun sang ibu tetap menemani, menyaksikan proses tanpa banyak tuntutan.

Menariknya, basket bukan pilihan olahraga pertama Tasya. Ia sempat menekuni taekwondo. Namun, ketika basket datang sebagai alternatif, semuanya terasa pas. Tasya yang tomboy, aktif, dan senang bergerak, seolah menemukan dunianya.

Perjalanan Tasya di DBL Jakarta menjadi fase paling emosional. Dua musim pertama berakhir tanpa gelar, namun Tasya tetap berdiri tegak.

“Saya selalu bilang ke Tasya, jangan patah semangat. Setiap game itu pelajaran. Berarti latihannya harus ditambah, dilihat lagi kurangnya di mana,” tuturnya. Sedih boleh. Tapi besoknya harus bangkit lagi.

Tasya Kusuma Dewi - SMA Jubilee Jakarta
Pelukan hangat Tasya Kusuma (jersei merah) dengan sang ibunda lepas pertandingan Final DBL Jakarta 2025 di Indonesia Arena

Musim 2025 menjadi jawaban dari kesabaran itu. Di tahun terakhirnya, Tasya akhirnya membawa SMA Jubilee Jakarta berdiri di puncak. Bahkan dirinya hadir sebagai motor serangan yang sukses membawa pulang penghargaan Honda Most Valuable Player (MVP).

Ada satu kisah kecil yang membuat pencapaian ini terasa makin personal. Sang ibu sempat berujar santai, mendokan sang anak bisa meraih Juara, MVP, bahkan First Team di tahun terakhirnya. 

Tasya pun hanya mengamini. Tanpa adanya tuntutan, tapi semuanya justru terwujud dalam satu waktu.

Kini, kebanggaan sang ibu bukan semata soal trofi atau gelar individu. Tapi tentang melihat anaknya tumbuh. Belajar kalah. Belajar bangkit. Dan menutup musim terakhirnya dengan pencapaian manis.

Di momen peringatan Hari Ibu ini, kisah Tasya dan ibundanya menjadi pengingat sederhana. Bahwa di balik sorotan Indonesia Arena, selalu ada ibu yang setia duduk di tribun. Yang tulus mengirimkan doa dan menjadi kekuatan terbesar bagi perjalanan Tasya.

Honda DBL with Kopi Good Day 2025-2026 digelar di 31 kota dan 22 provinsi se-Indonesia. Setiap tahunnya, DBL Indonesia memilih student athlete terbaik dari masing-masing kota untuk diseleksi menjadi DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp.

Honda DBL with Kopi Good Day 2025-2026 juga menampilkan AZA 3X3 Competition 2025-2026 dan Azarine DBL Dance Competition 2025-2026. 

Semua pertandingan Honda DBL with Kopi Good Day 2025-2026 disiarkan live di channel YouTube DBL Play. Dua musim ini DBL didukung oleh produk kopi anak muda, Kopi Good Day. (*)

Baca Juga: Mengenal Kopi Good Day, Produk Kopi Anak Muda yang Banyak Rasa

Profil pemain ini bisa dilihat pada halaman di bawah ini (pengguna Android bisa lakukan scroll dengan double tap)

Comments (0)
PRESENTED BY
OFFICIAL PARTNERS
OFFICIAL SUPPLIERS
SUPPORTING PARTNERS
MANAGED BY