ESG

DBL ACADEMY

JR DBL

MAINBASKET

SAC

HAPPY
WEDNESDAY

DISWAY

MAINSEPEDA

Dave Raymond Tanalisa, center SMA Zion Makassar yang menjadi salah satu faktor pembeda di partai final DBL Makassar 2025

Siapa yang menyangka ada cerita menyentuh dari perjalanan karier basket Dave Raymond Tanalisa, pemain andalan SMA Zion Makassar di Honda DBL with Kopi Good Day 2025 South Sulawesi.

Bukan, bukan orang tua atau temannya yang membuatnya jatuh cinta di basket. Bukan juga perasaan kepo yang ada pada dirinya untuk mencoba melantun.

Melainkan perasaan sedih dan frustasi. Sebelum melantai, Dave -sapaan karibnya- merupakan penjaga gawang di lapangan futsal. Seperti yang kita ketahui, peran penjaga gawang sejatinya sentral. Namun, bagi beberapa orang sosok penjaga gawang sedikit tak pernah dianggap berkat keterampilan pemain-pemain lain.

“Benar, kadang kalau bikin kesalahan diingat betul. Waktu bikin save krusial kadang cepat dilupakan,” ujarnya.

Baca juga: Basket Jadi Pelarian Siti Fahrani Melepas Penat

Sebelum menjadi anak SMA, keseharian Dave adalah menjaga gawang tim sekolahnya. “Aku main basket itu baru dari 2023. Sebelumnya aku main futsal tapi banyak kalahnya. Capek aja kalah terus,” ungkapnya.

Dave juga menambahkan, “Kalau di futsal itu aku pernah kalah kebantai jauh. Itu rasanya benar-benar sedih dan frustasi,”

Buah dari perasaan itu pula yang menuntunnya untuk berganti hobi. Perlahan namun pasti Dave mulai meninggalkan futsal dan bergeser ke basket. Prosesnya pun juga tak gampang, 

“Dulunya aku ogah banget buat ikut basket. Cuman lama-lama kok kepikiran buat mencoba. Dan ya aku coba aja,” ujarnya.

Baca juga: Jatuh Cinta dan Petualangan Basket Afghan Al Hafizh

Ya, tak mudah untuk melepas kebiasaannya yang awalnya menjaga gawang berubah menjadi mencetak angka.

“Aku dari awal latihan betul-betul ndak bisa apa-apa. Menurutku perjalanan ini yang bikin aku nyaman di basket. Kayak capeknya terbayarkan gitu,” ceritanya.

Di basket, Dave bukannya tak pernah kalah. Beberapa kali kenyataan pahit memang harus ia telan. Walakin, ada yang berbeda ketika ia kalah di basket dan di futsal.

“Kalau di basket itu rasa kalahnya bisa aku ubah jadi motivasi. Motivasi buat terus improve. Berarti masih ada yang kurang dan harus diperbaiki,” terangnya.

Pilihan Dave pindah ke basket pelahan namun pasti menuai hasil. Salah satu hasil yang bisa terlihat sejauh ini adalah namanya terpilih masuk dalam daftar skuad Kopi Good Day First Team 2025 South Sulawesi.

Profil Dave Raymond Tanalisa bisa kalian cek di bawah ini.

Comments (0)
PRESENTED BY
OFFICIAL PARTNERS
OFFICIAL SUPPLIERS
SUPPORTING PARTNERS
MANAGED BY