Giselle Quinn Tantriady akhirnya bisa merasakan euforia Honda DBL with Kopi Good Day 2025-2026 North Sumatra bersama tim putri SMA Nasional Plus Cintabudaya.
Sayangnya, langkah mereka harus terhenti di babak Big Eight usai menelan kekalahan, 69-5, dari SMA Sutomo 1 Medan pada Rabu, 11 Februari 2026.
Dari pengalaman debut ini, Giselle, begitu ia disapa, mengantongi segudang pelajaran berharga. Terutama, soal pentingnya menempuh persiapan matang.
“Kurasa, persiapanku buat debut masih agak kurang karena aku masih harus balance antara les dan latihan. Tantangan terbesarku mungkin ada di mental,” ungkap Giselle.
Siapa sangka, basket sejatinya bukanlah olahraga pertama yang digeluti Giselle. Jauh sebelum itu, ia sudah aktif mendalami renang karena dorongan dari orang tua.
Baca Juga: Berawal Jadi Ketua OSIS, Teguh Hern Kini Tertarik Tekuni Dunia Dance!
“Awal aku tertarik renang itu pas umur enam atau tujuh tahun. Awalnya, cuma belajar berenang biasa. Terus, aku mulai intensif training sembilan kali seminggu pas Covid-19. Habis itu, aku ikut lomba-lomba dan ternyata menang, deh,” cerita Giselle.
Konsistensinya dalam menekuni olahraga air ini pun berbuah pencapaian membanggakan. Antara lain, 1st Place 50m Breastroke MIS Swimming Carnival 2025, 1st Place 25m Backstroke MIS Swimming Carnival 2025, serta 2nd Place 25m Butterfly MIS Swimming Carnival 2025.
Bahkan, pemain bernomor punggung sembilan itu sempat berprestasi dalam turnamen renang berskala internasional di Malaysia.
Di sini, Giselle berhasil membawa pulang gelar 2nd Place Oceanman Pulau Redang Malaysia 2024 Sprint 2K Junior Category, 3rd Place Oceanman Pulau Redang Malaysia 2024 Sprint 2K Overall Category, dan 3rd Place OceanTeam Kota Kinabalu Malaysia 2025 Mix Category.
Barulah saat menduduki bangku SMA, ia mulai serius menggeluti basket karena ajakan salah seorang teman.
“Awal aku kenal dengan basket itu sebenarnya pas SD. Abangku masuk tim basket putra dan akhirnya aku jadi ikut-ikutan. Tapi, aku fokusnya tetap ke berenang,” cerita Giselle.
“Terus pas kelas 10, aku ditanya sama temanku kira-kira mau enggak buat masuk tim basket, tapi pas itu aku masih ada les. Nah pas kelas 11, mereka cari pemain lagi, jadi aku masuk, deh,” sambungnya.
Baca Juga: Antara Jasmine Winaka dan Kesibukan di Dunia Basket, Taekwondo, serta Musik
Menjalani dua olahraga yang bertolak belakang jelas menghadirkan rintangan tersendiri bagi Giselle. Ia dituntut untuk lebih pandai dalam mengatur waktu agar bisa melakoni seluruh aktivitas tersebut.
“Tantangan terbesar sebenarnya ada di diriku sendiri karena aku malas bangun pagi, tapi harus latihan. Terus, aku juga disuruh tetap fokus belajar sama orang tua. Jadi, tantangan terbesar itu balancing antara sekolah sama olahraga,” bebernya.
Ke depannya, ia memutuskan untuk lebih fokus berkiprah di dunia basket. Terlebih, Giselle juga masih memiliki satu kesempatan tersisa di musim mendatang.
Sebagai informasi, DBL Medan 2025-2026 termasuk dalam rangkaian Honda DBL with Kopi Good Day 2025-2026 yang digelar di 31 kota dan 22 provinsi se-Indonesia. Setiap tahunnya, DBL Indonesia memilih student athlete terbaik dari masing-masing kota untuk diseleksi menjadi DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp.
Honda DBL with Kopi Good Day 2025-2026 juga menampilkan AZA 3X3 Competition 2025-2026. Semua pertandingan Honda DBL with Kopi Good Day 2025-2026 disiarkan live di channel YouTube DBL Play. Dua musim ini DBL didukung oleh produk anak muda, Kopi Good Day.
Baca Juga: Mengenal Kopi Good Day, Produk Kopi Anak Muda yang Banyak Rasa
Profil pemain ini bisa dilihat pada halaman di bawah ini (pengguna Android bisa lakukan scroll dengan double tap)