MALANG-Keberhasilan tim putra SMA Charis National Academy Malang melaju ke playoffs tak lepas dari dukungan penuh suporternya. Mereka memadati hampir seluruh tribune GOR Bimasakti, Selasa (10/9) sore. Kedatangan mereka semata-mata ingin memberikan dukungan morel kepada Nathaniel Christopher Setia Japutra dan kolega.

Menurut pelatih Charis, Kristianto Adi Cahyono, kedatangan ratusan suporter ini tak lepas dari campur tangan sekolah. Pihak sekolah menginstruksikan agar siswa SD, SMP, dan SMA untuk hadir di GOR Bimasakti, dan memberikan dukungan kepada Charis.

Dukungan yang diberikan para pendukung itu berdampak besar ke permainan Charis. Walaupun sempat grogi pada paruh pertama, mereka berhasil bangkit di kuarter ketiga dan keempat. Charis berhasil lolos playoffs setelah mengalahkan SMAN 5 Malang dengan skor 30-17.

“Ini kali pertama kami bisa lolos ke playoffs. Keberhasilan ini tak lepas dari support sekolah. Mulai dari SD, SMP hingga SMA,” ucap coach Kristianto seusai pertandingan. “Anak-anak memang nervous. Akan tetapi, permainan kami membaik sejak kuarter ketiga,” imbuhnya.

Gustav, salah satu pengajar di Charis mengamini pernyataan coach Kristianto. “Charis ini kan jumlah siswanya sedikit. Kalau mau memberikan dukungan penuh ya kami harus turun semua,” ujarnya ketika ditemui selepas laga.

Rupanya bukan hanya siswa Charis saja yang menyerbu GOR Bimasakti, Selasa sore. Charis juga membawa staf pengajar, hingga orang tua murid serta para alumni. Para petinggi sekolah juga hadir.

Semuanya meraka kerahkan semata-mata untuk memberikan support kepada tim putra Charis. Dukungan penuh itu berbuah manis sebab Charis berhasil menembus babak playoffs. Selamat, Charis.

Populer

Menang Besar di Scrimmage Game, Tim Putri DBL All-Star Enggan Merasa Puas
TC Dimulai! Skuad DBL All-Star 2026 Asah Fisik dan Taktik di Hari Pertama
Iniloh Cerita di Balik Nama EXSCO, Julukan Suporter SMAN 2 Bantul
Trivia DBL West Jakarta: Deretan Laga Pemacu Adrenalin Sepanjang Musim Lalu
Kilas Balik DBL Medan: Penggawa Sutomo 1 Mengejar Gelar Kesepuluh