Mantra-mantra ajaib dari sang bunda menjadi penopang langkah Ivana Setiani Gheriya, student athlete asal SMAN 3 Blitar, dalam berpijak. Pun demikian ketika ia melantai di Honda DBL with Kopi Good Day 2025 East Java.
Tahun ini menjadi tahun terakhirnya membela Smaga -sebutan SMAN 3 Blitar- pada kompetisi basket pelajar terbesar di Indonesia. Beberapa kali sang bunda terpantau nribun di GOR Bimasakti Malang.
Meski gagal mempersembahkan piala untuk sekolah tercinta, Ivana berhasil membawa Smaga melangkah ke babak Championship Series DBL East Java 2025.
Namanya juga terpilih masuk dalam daftar skuad Kopi Good Day First and Second Team 2025 East Java. Di balik prestasinya musim ini, Ivana menjadikan basket sebagai tempatnya membuktikan diri. Wadahnya untuk terus menjadi pribadi yang lebih baik tanpa ada peran ayah. Ya, peran tersebut digantikan oleh bunda Ike Nardani Setyaningrum, mama dari Ivana.
“Aku dari kecil sudah pisah dari ayah, Kak. Jadi dari kecil umur lima tahun itu aku sama bunda terus sampai sekarang,” bukanya.
Sejatinya ia sudah menyadari ada sesuatu yang janggal. Sang ayah tak kunjung pulang dari bekerja. Kebenaran baru terungkap ketika Ivana kecil duduk di bangku kelas 2 SD.
“Waktu itu bunda bilang kalau mau ke Bandung sekitar lima hari. Terus kakek bilang kalau mau resmi pisah sama ayah. Sebelumnya ya aku ngira kalau ayah ya kerja aja tapi aku sama bunda gak ikut,” ujarnya.
Ivana lantas menambahkan, “Aku baru berani tanya itu waktu kelas lima. Habis itu bunda mulai cerita semuanya,”
Saat itu pula Ivana berjanji pada dirinya sendiri. Ikrar yang ia ucapkan terbilang sederhana. Berusaha semaksimal mungkin untuk berdamai dengan keadaan tanpa merepotkan sang ibunda.
“Aku mikir aja bunda sudah berat ngurusin aku sendirian sejak pisah itu. Makanya dari situ muncul ambisi buat ngebuktiin kalau aku bisa jadi anak yang hebat tanpa sosok ayah,” ceritanya.
Jalan hidup Ivana memang tak mudah. Tapi, bunda selalu punya mantra ajaib untuk memompa semangatnya. Mengisi kembali bahan bakar tersebut agar Ivana bangkit dan berusaha lebih keras lagi.
“Aku biasanya selalu cerita apa saja ke bunda. Masalah sekolah, di luar sekolah, sampai soal teman atau soal cowok juga. Bunda itu selalu bilang ke aku kalau aku bisa gapai mimpiku. Yakin kalau aku bisa ngebuktiin itu,” kenangnya.
Bahkan ketika ia melantai dan gagal membawa pulang kemenangan, pundak dan mantra-mantra ajaib dari sang bunda menjadi tempat yang ia nantikan.
“Momen-momen yang selalu aku inget itu setiap tanding dan pas bunda nonton. Aku tetap bangga apa saja hasilnya,” terangnya.
Kepada DBL Play, Ivana menitipkan pesan kepada bunda tercinta. Pesan yang sampai saat ini pun belum sempat dan belum pernah ia sampaikan.
“Buat bunda, Ivana mau bilang terima kasih sudah ngelahirin Ivana di dunia ini. Ivana tahu mungkin ini nggak cukup kalau dibanding sama perjuangan bunda selama ini. Tunggu aku sukses ya, Bunda. Aku mau buat bunda bisa happy tanpa mikirin hal-hal lain. Aku usahain bunda bisa menikmati masa tua bunda ya,” ujarnya.
“Kalau aku berani bilang sesuatu, aku mau bilang itu. Aku gak berani bilang karena takut nangis hehehe,” tandasnya.
Dunia boleh saja menahannya. Boleh saja melawannya. Ivana punya doa ibu yang menemani setiap langkah. Selamat hari Ibu, Bunda Ike. Terima kasih telah menjaga semangat Ivana tidak padam.