Sosok Ahmad Adnan Faris, sang penggawa SMAN 3 Pontianak (Smanta), berhasil membuktikan bahwa kesibukan di lapangan bukanlah alasan untuk tidak mengejar prestasi di bidang akademik.
Sebab, Adnan, begitu ia disapa, berhasil mewakili sekolahnya untuk bersaing di ajang Olimpiade Sains Nasional (OSN) Fisika pada 2025 silam.
Kalau kebanyakan murid menghindari Fisika, lain halnya dengan Adnan yang justru begitu mencintai mata pelajaran satu ini.
“Saya memang dari SMA itu suka pelajaran Fisika sehingga guru saya mengajak untuk ikut lomba Fisika gitu. Waktu OSN kemarin, alhamdulillah saya lolos ke tingkat provinsi, tapi sayangnya gagal menuju nasional,” ungkap Adnan.
Baca Juga: Sengit! Tembakan Farel Novalensius Hadiahkan Tiket Playoffs Bagi SMK Immanuel II
Ia kemudian menambahkan kalau minatnya pada bidang studi ini didukung oleh kemampuannya dalam berhitung.
“Saya memang anaknya kuat di hitung-hitungan, apalagi kalau hitungannya pakai logika. Makanya, fisika cocok bagi saya,” sambungnya.
Sosok berperawakan 165 sentimeter itu mengaku kalau ketertarikannya berpartisipasi dalam berbagai olimpiade sudah tumbuh sejak masih duduk di bangku SMP.
Di saat yang bersamaan, kecintaannya pada basket pun ikut berkembang. Adnan mengungkapkan bahwa awal perkenalannya dengan olahraga ini tak lepas dari peran sang om.
“Waktu SMP, saya mulai ikut ekskul basket dan kemudian masuk klub. Sampai saat ini, saya masih bermain basket. Musim ini adalah last dance saya di dunia basket. Semoga saja di kuliah masih bermain basket,” ucapnya.
Yap, dirinya begitu menikmati musim penutupnya bersama skuad Smanta di Honda DBL with Kopi Good Day 2025-2026 West Kalimantan.
Baca Juga: Memaknai Arti Perjuangan Sesungguhnya dari Sudut Pandang Skuad Panca Setya
Meski langkah mereka harus terhenti di babak Big Eight, Adnan sama sekali tidak menyesali hal tersebut. Baginya, pencapaian yang dikantongi Smanta di DBL Pontianak 2025-2026 bisa dibilang membanggakan, mengingat mereka sempat terhenti di fase grup pada musim lalu.
“Semoga tim Smanta bisa terus lebih baik di tahun-tahun berikutnya” tutup Adnan.
Sebagai informasi, DBL Pontianak 2025-2026 termasuk dalam rangkaian Honda DBL with Kopi Good Day 2025-2026 yang digelar di 31 kota dan 22 provinsi se-Indonesia. Setiap tahunnya, DBL Indonesia memilih student athlete terbaik dari masing-masing kota untuk diseleksi menjadi DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp.
Honda DBL with Kopi Good Day 2025-2026 juga menampilkan AZA 3X3 Competition 2025-2026. Semua pertandingan Honda DBL with Kopi Good Day 2025-2026 disiarkan live di channel YouTube DBL Play. Dua musim ini DBL didukung oleh produk anak muda, Kopi Good Day.
Baca Juga: Mengenal Kopi Good Day, Produk Kopi Anak Muda yang Banyak Rasa
Profil sekolah ini bisa dilihat pada halaman di bawah ini (pengguna Android bisa lakukan scroll dengan double tap)