Gelaran Azarine DBL Dance Competition 2025-2026 West Kalimantan terasa spesial bagi Ying Er Aleitheia Fangidae.
Bukan hanya menandai momen comeback-nya bersama tim dance SMK Immanuel Pontianak usai absen di musim lalu, melainkan juga menjadi musim terakhirnya.
Perasaan bahagia jelas tak bisa disembunyikan Ying, begitu ia disapa, saat kembali menyuguhkan penampilan di Azarine DBL Dance Competition 2025-2026 West Kalimantan.
Kesempatan ini pun disambut dengan persiapan yang tak main-main. Bahkan, dirinya harus bergelut dengan tantangan besar berupa rutinitas yang padat.
“Persiapan aku lumayan banyak. Aku harus membagi waktu untuk latihan dan sekolah. Apalagi pada saat DBL berlangsung, aku sudah magang. Tantangan yang aku hadapi adalah sulit membagi waktu, tapi itu hanya pada saat awal saja,” buka Ying.
Baca Juga: Ahmad Adnan, Si Penggawa Smanta yang Wakili Sekolah di Ajang OSN Fisika
Meski dihadapkan dengan rintangan, ia sendiri tetap menikmati setiap momen yang dilalui di Azarine DBL Dance Competition 2025-2026 West Kalimantan. Sebab, rasa lelah yang menghampiri tidak sebanding dengan kecintaannya terhadap dunia tari.
”Awal mula aku kenal dance itu pas SD karena aku suka dengan K-pop. Pada saat SMP, aku mulai sering ikut serta dalam mengisi acara dance di sekolah. Hingga saat masuk SMK, aku ikut DBL dan makin jatuh cinta dengan dance,” cerita Ying.
Namun, dance bukanlah satu-satunya dunia yang digeluti sosok berperawakan 160 sentimeter itu. Di balik gerakan yang gemulai, siapa sangka kalau tertanam pula bakat di bidang musik dalam diri Ying Er.
“Aku kenal musik pada saat masih kecil karena mamaku sangat pandai nyanyi. Aku belajar nyanyi dari mamaku dan sama sekali tidak ikut les. Satu keluarga aku juga bisa nyanyi dan main musik,” terang Ying.
”Kemampuanku mulai berkembang. Akhirnya, aku mulai ikut lomba, ikut nyanyi di gereja, dan bergabung dengan sebuah band di SMK,” sambungnya.
Baca Juga: Sengit! Tembakan Farel Novalensius Hadiahkan Tiket Playoffs Bagi SMK Immanuel II
Bakat itu kemudian membawanya pada deretan pengalaman berharga. Bahkan, gadis kelahiran 2008 itu sempat terbang ke Balikpapan untuk mewakili sekolahnya dalam kompetisi musik berskala nasional.
”Aku masih sering berlatih nyanyi bersama mamaku dan masih meningkatkan kemampuanku dalam bernyanyi," ujarnya.
Semua prestasi yang telah ditorehkan tidak membuatnya cepat berpuas diri. Justru, ia semakin terpacu untuk bisa terus berkarya sebagai dancer dan penyanyi.
"Jika masih ada kesempatan, aku akan melanjutkan kedua bidang ini. Aku sangat suka bernyanyi dan menarik. Kedua hal ini sudah menjadi bagian terpenting di hidupku,” pungask Ying.
Sebagai informasi, Azarine DBL Dance Competition 2025-2026 West Kalimantan termasuk dalam rangkaian Honda DBL with Kopi Good Day 2025-2026 yang digelar di 31 kota dan 22 provinsi se-Indonesia. Setiap tahunnya, DBL Indonesia memilih student athlete terbaik dari masing-masing kota untuk diseleksi menjadi DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp.
Honda DBL with Kopi Good Day 2025-2026 juga menampilkan AZA 3X3 Competition 2025-2026. Semua pertandingan Honda DBL with Kopi Good Day 2025-2026 disiarkan live di channel YouTube DBL Play. Dua musim ini DBL didukung oleh produk anak muda, Kopi Good Day.
Baca Juga: Mengenal Kopi Good Day, Produk Kopi Anak Muda yang Banyak Rasa
Profil sekolah ini bisa dilihat pada halaman di bawah ini (pengguna Android bisa lakukan scroll dengan double tap)