Gelaran Azarine DBL Dance Competition 2025-2026 North Sulawesi terasa spesial sekaligus emosional bagi Lussia Natalia Pandiangan.
Status sebagai siswi tahun terakhir membuatnya kian bersemangat untuk menyuguhkan aksi mengesankan bersama tim dance SMA Dr Wahidin Sudirohusodo Medan.
“Persiapan tahun ini rasanya mixed feelings. Apalagi selain latihan fisik dan koreografi yang makin intens, tantangan terbesarnya lebih ke bagi waktu sama persiapan kuliah. Rasanya pengin kasih yang terbaik buat tim supaya ada kenangan manis sebelum lulus,” ungkap cewek yang akrab disapa Lussia.
Nah di balik gerakannya yang energik di panggung, Lussia menyimpan cerita menarik. Siapa sangka, ia juga dikenal sebagai pelajar berprestasi di bidang bahasa Jepang.
Baca Juga: Antara Jasmine Winaka dan Kesibukan di Dunia Basket, Taekwondo, serta Musik
Ketertarikannya ini bermula saat cewek berperawakan 165 sentimeter itu menyaksikan berbagai judul anime populer.
“Waktu aku SMP, anime tuh lagi hits banget dan teman-teman pada nonton. Awalnya, aku cuma ikut-ikutan biar nyambung kalau ngobrol, tapi lama-lama malah jadi penasaran sama bahasanya,” ujar Lussia.
”Akhirnya pas masuk SMA, aku mutusin buat serius ikut klub bahasa Jepang di sekolah dan nyoba buat ikut perlombaan yang ada. Enggak disangka, ternyata bisa berprestasi,” sambungnya.
Dari situ, sederet pencapaian membanggakan telah berada di genggaman Lussia. Mulai dari menjuarai Quiz Nihon Takai Aotake Matsuri di Universitas Sumatera Utara, Nihongo Taikai MGMP Bahasa Jepang Sumatera Utara & Aceh, hingga Pidato Bahasa Jepang dalam ajang Unjuk Prestasi Hari Pendidikan Nasional 2024.
Hebatnya lagi, ia juga telah mengantongi sertifikat kompetensi bahasa Jepang JLPT (Japanese-Language Proficiency Test) N4.
Kendati demikian, menjalani dua bidang yang bertolak belakang tentu bukanlah hal mudah.
“Tantangannya itu kayak harus pindah mode otak gitu. Habis latihan dance yang energik dan heboh, aku harus bisa langsung tenang buat belajar kanji atau tata bahasa Jepang. Kadang capek di fisik. Tapi karena dua-duanya hal yang aku suka, jadi tetap enjoy,” ceritanya.
Baca Juga: Perjalanan Jessica Caroline Tekuni Dance Sekaligus Berprestasi di Dunia Vokal
Lussia sendiri sudah memiliki rencana untuk tetap fokus mengasah kemampuan di bidang tari sekaligus mengembangkan kemampuan berbahasa Jepang di bangku perkuliahan nanti.
“Aku pengin tetap cari komunitas dance buat salurin hobi. Kalau bahasa Jepang, aku pengin banget asah terus sampai bisa buat bekal kerja atau bahkan lanjut studi ke Jepang nanti. Jadi, enggak bakal berhenti di SMA saja,” tegas Lussia.
Sebagai informasi, DBL Medan 2025-2026 termasuk dalam rangkaian Honda DBL with Kopi Good Day 2025-2026 yang digelar di 31 kota dan 22 provinsi se-Indonesia. Setiap tahunnya, DBL Indonesia memilih student athlete terbaik dari masing-masing kota untuk diseleksi menjadi DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp.
Honda DBL with Kopi Good Day 2025-2026 juga menampilkan AZA 3X3 Competition 2025-2026. Semua pertandingan Honda DBL with Kopi Good Day 2025-2026 disiarkan live di channel YouTube DBL Play. Dua musim ini DBL didukung oleh produk anak muda, Kopi Good Day.
Baca Juga: Mengenal Kopi Good Day, Produk Kopi Anak Muda yang Banyak Rasa
Profil pemain ini bisa dilihat pada halaman di bawah ini (pengguna Android bisa lakukan scroll dengan double tap)