Perjalanan SMAN 2 Metro di AZA 3X3 Competition 2025-2026 Jambi layak disebut sebagai salah satu cerita paling menarik musim ini.
Datang tanpa banyak sorotan, mereka justru pulang dengan gelar juara usai menaklukkan SMAN 1 Gading Rejo di partai final dengan skor tipis 11-9, sekaligus membalikkan banyak prediksi.
Di laga puncak, SMAN 2 Metro tampil solid sejak tip off. Sekali pun berjalan sengit, mereka mampu meredam perlawanan lawan, yang sebelumnya juga tampil impresif sepanjang laga dan menutup pertandingan dengan kemenangan yang memastikan trofi sektor putra jatuh ke tangan mereka.
Namun di balik keberhasilan itu, ada cerita tak terduga dari sang MVP, Muh. Dwi Putra Arizqi. Pemain yang akrab disapa Putra itu mengaku musim ini berjalan di luar ekspektasinya.
“Season ini cukup di luar ekspektasi sih. Dari awal targetnya ikut yang 5on5, tapi ternyata tim kita tidak lolos verifikasi. Terus diajak teman untuk ikut yang 3X3. Nggak nyangka bisa sampai juara dan apalagi dapet MVP. Pastinya seneng banget dan bersyukur,” ujarnya.
SMAN 2 Metro sebenarnya sempat mendaftar di kategori 5on5. Namun keterbatasan kuota, membuat mereka tidak lolos tahap verifikasi. Alih-alih berhenti, Putra dan rekan-rekannya justru memanfaatkan kesempatan di AZA 3X3 Competition 2025-2026 Jambi.
Menariknya, roster yang digunakan musim ini bukan susunan dadakan. Mereka sepakat memakai komposisi tim musim lalu, tim yang sempat tersingkir di laga pertama.
Dari kegagalan itu, evaluasi besar dilakukan. Putra menegaskan bahwa kunci kebangkitan mereka musim ini ada pada chemistry dan komunikasi.
“Kita fokus banget ke chemistry tim, komunikasi, dan pola-pola permainan. Karena 3X3 menurutku permainannya butuh chemistry. Selain itu kita juga evaluasi game-game sebelumnya biar bisa lebih siap di pertandingan berikutnya,” jelasnya.
Baca Juga: Sengit! SMAN 2 Metro Pastikan Gelar Juara AZA 3X3 Competition 2025-2026 Lampung
Hasilnya terbukti. Permainan mereka lebih matang dan efektif dalam memanfaatkan setiap peluang. Putra pun tampil konsisten hingga akhirnya dinobatkan sebagai MVP turnamen. Ucapan selamat pun mengalir deras. Namun ada satu yang paling membekas baginya.
“Alhamdulillah banyak yang kasih ucapan, dari keluarga, teman, sampai pelatih. Paling berkesan itu ucapan dari orang tua dan teman satu kelas,” katanya.
Muh. Dwi Putra Arizqi (membawa bola) saat membela SMAN 2 Metro di laga final kontra SMAN 1 Gading Rejo
Putra sendiri sudah mengenal basket sejak duduk di bangku kelas 1 SMP. Awalnya dikenalkan oleh teman, lalu perlahan tumbuh menjadi bagian dari hidupnya.
“Aku pengen terus berkembang dan buktiin ke diriku sendiri kalau bisa lebih baik setiap tahunnya,” ucapnya soal motivasi bertahan di basket.
Di luar lapangan, ia juga rutin jogging dan gym untuk menjaga kondisi fisik. Sebuah komitmen yang sejalan dengan performanya musim ini.
Dari sempat gagal di 5on5, kalah di laga pertama musim lalu, hingga kini berdiri sebagai juara dan MVP AZA 3X3 Competition 2025-2026 Jambi.
Honda DBL with Kopi Good Day 2025-2026 digelar di 31 kota dan 22 provinsi se-Indonesia. Setiap tahunnya, DBL Indonesia memilih student athlete terbaik dari masing-masing kota untuk diseleksi menjadi DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp.
Honda DBL with Kopi Good Day 2025-2026 juga menampilkan AZA 3X3 Competition 2025-2026 dan Azarine DBL Dance Competition 2025-2026.
Semua pertandingan Honda DBL with Kopi Good Day 2025-2026 disiarkan live di channel YouTube DBL Play. Dua musim ini DBL didukung oleh produk kopi anak muda, Kopi Good Day. (*)
Baca Juga: Mengenal Kopi Good Day, Produk Kopi Anak Muda yang Banyak Rasa