Perjalanan Harfelim Gio Pande Sinaga menuju Kopi Good Day DBL Camp 2026 terasa seperti cerita yang sulit ditebak.
Pemain dari SMA Santo Yosef Kota Pangkalpinang itu akhirnya keluar sebagai pemuncak klasemen DBL Play Road to DBL Camp 2026 usai mengumpulkan 20.531 votes, terhitung sejak ditutupnya periode voting pada Senin, 9 Maret 2026 lalu.
Padahal, beberapa hari sebelum penutupan voting, namanya bahkan masih berada di luar lima besar. Situasi itu sempat membuat Gio hampir menyerah.
“Awalnya saya sempat mau berhenti karena waktu itu suara saya masih sekitar 2000-an. Sementara lima besar sudah di angka 5000-an,” ceritanya.
Namun situasi berubah secara tidak terduga pada sebuah malam di akhir pekan. Sepulang latihan basket, Gio sempat mengecek kembali perkembangan voting melalui aplikasi DBL Play. Saat itu, ia mendapati jumlah suaranya melonjak drastis.
“Waktu saya lihat lagi, suara saya tiba-tiba naik jadi sekitar 4000. Saya langsung bangunin mama dan kami sama-sama kaget,” ujarnya.
Sejak saat itu, angka dukungan terhadap Gio terus bertambah. Keesokan paginya, namanya sempat menembus tiga besar sebelum kembali turun.
Momentum terbesar justru terjadi saat di sekolahnya. Pada hari terakhir voting, dukungan datang dari berbagai arah, mulai dari teman sekolah hingga komunitas di Pangkalpinang yang ramai membagikan kampanye dukungan di media sosial.
“Dukungan saudara-saudara apalagi orang-orang Bangka Belitung itu luar biasa banget. Aku terima kasih banyak banget ke semua orang baik yang sudah bantu aku lolos DBL Play Road to DBL Camp, bahkan sampai sekarang aku aja masih nggak nyangka,” celetuk Gio.
Baca Juga: Tien Hock dan Perannya Menjaga Mimpi Harfelim Gio
Bahkan, menjelang penutupan voting, Gio bersama orang tuanya sempat mengumpulkan sekitar 30 siswa di sekolah untuk memberikan dukungan di saat-saat terakhir. Mereka sama-sama membantu memberikan suara agar Gio bisa mengejar ketertinggalan.
Strategi tersebut terbukti efektif. Dalam waktu singkat, suara Gio melonjak dan berhasil menyalip para pesaingnya hingga mengamankan posisi pertama tepat sebelum voting ditutup.
Dukungan dari lingkungan sekitar memang terasa begitu besar bagi pemain kelahiran 2010 tersebut. Ia bahkan kerap mendapat sapaan dari orang-orang yang mengaku sudah memberikan dukungan untuknya.
“Kadang ada yang ketemu di sekolah atau waktu tanding bilang, ‘Gio aku sudah vote kamu di DBL’. Saya selalu jawab makasih,” ucapnya.
Bagi Gio, kesempatan tampil di DBL Camp adalah langkah penting dalam perjalanan basketnya. Ia percaya panggung tersebut bisa menjadi jalan untuk menambah pengalaman sekaligus membuka peluang menuju level yang lebih tinggi.
Baca Juga: Selamat! Inilah 5 Besar DBL Play Road to Kopi Good Day DBL Camp 2026
Saat ini Gio sudah mulai meningkatkan intensitas latihannya. Bahkan ia juga menambah sesi gym untuk memperkuat otot kaki.
Program latihannya mencakup berbagai gerakan seperti squat, pogo jumps, explosive lunges, hingga leg press. Setelah itu, ia melanjutkan menu latihan dengan drill basket seperti dribble, shooting, dan latihan fisik tambahan.
Bicara soal target, Gio ingin menunjukkan bahwa dirinya layak bersaing dengan para pemain terbaik dari seluruh Indonesia.
“Saya ingin tampil all out di DBL Camp. Semoga saya bisa membuktikan bahwa saya layak dan bisa membanggakan semua orang yang sudah mendukung saya,” tutupnya.
DBL Play Road to DBL Camp merupakan program tambahan yang membuka kesempatan lebih luas bagi pelajar, terutama dari kota-kota di luar jangkauan penyelenggaraan DBL, untuk mendapatkan exposure dan pengalaman mengikuti camp.
Voting dalam program DBL Play Road to DBL Camp merupakan mekanisme partisipasi publik yang terintegrasi dengan platform digital DBL Play. Namun demikian, peserta tetap harus melalui proses verifikasi serta memenuhi seluruh persyaratan administratif dan akademik yang berlaku dalam ekosistem DBL.
Para peserta juga harus memenuhi sejumlah persyaratan yang sama dengan pemain DBL lainnya. Di antaranya tidak pernah tidak naik kelas, memenuhi standar usia serta nilai rapor untuk mata pelajaran utama. Selain itu, bagi peserta yang juga bermain di kompetisi DBL, mereka tidak pernah mendapatkan Disqualifying Foul. Dengan demikian, konsep student-athlete tetap menjadi prinsip utama dalam program ini, sebagaimana yang selama ini diterapkan dalam seluruh ekosistem DBL.
Saat mendaftar, para peserta juga mencantumkan rekam jejak dan prestasi mereka di dunia basket. Sehingga publik dapat melihat latar belakang serta kompetensi masing-masing pemain sebelum memberikan dukungan. (*)
Baca Juga: Mengenal Kopi Good Day, Produk Kopi Anak Muda yang Banyak Rasa
Profil pemain ini bisa dilihat pada halaman di bawah ini (pengguna Android bisa lakukan scroll dengan double tap)