Kesempatan memang tidak selalu datang dua kali, tapi Haikal Wibisono memastikan dirinya tidak menyia-nyiakan yang kedua.
Lewat jalur Road to Kopi Good Day DBL Camp 2026, pemain SMAN Ragunan Jakarta ini akhirnya berhasil mengamankan tiket menuju Kopi Good Day DBL Camp 2026.
Perjalanan Haikal bisa dibilang tidak biasa. Berbeda dengan pemain lain yang bisa bersaing masuk jajaran First Team maupun Second Team lewat Honda DBL with Kopi Good Day 2025-2026, Haikal tidak memiliki kesempatan itu.
Pasalnya, SMAN Ragunan Jakarta tidak berpartisipasi di kategori lima lawan lima.
Satu-satunya harapan Haikal adalah lewat jalur Road to Kopi Good Day DBL Camp 2026. Program ini pun bukan hal baru baginya. Musim lalu, ia sudah pernah mencoba peruntungan di jalur yang sama, namun harus pulang dengan tangan hampa.
"Iya, ini kedua kalinya aku ikut. Tahun lalu sempat gagal, tapi tahun ini aku coba lagi karena masih penasaran sama seleksinya. Apalagi ini tahun terakhir aku (kelas XII), jadi nggak mau kelewatan momen DBL," ungkap Haikal dengan penuh semangat.
Alhasil, Haikal pun berhasil mengantongi tikel DBL Camp lewat jalur tersebut. Menjadi siswa di sekolah khusus atlet seperti SMAN Ragunan Jakarta tentu memberikan perspektif berbeda bagi Haikal.
Di satu sisi, ia memiliki disiplin latihan yang luar biasa, pagi dan sore setiap hari. Namun di sisi lain, ada rasa keinginan mendalam untuk bisa merasakan atmosfer kompetisi DBL yang ikonik.
Baca Juga: Selamat, Ini 6 Pemain Terbaik di Road to Kopi Good Day DBL Camp 2026!
Secara jujur, Haikal mengaku sempat menyimpan rasa iri ketika melihat sekolah lain bertanding di DBL Jakarta.
"Iri banget, jujur. Menurut kita,atmosfer suporter di DBL itu yang paling kita pengen. Pengen banget didukung sampai satu sekolah pada turun (ke tribun) buat dukung kita," tuturnya.
Namun, rasa iri itu berubah menjadi bahan bakar di Road to DBL Camp. Kegagalannya tahun lalu justru membuatnya semakin haus untuk membuktikan diri. Baginya, DBL Camp adalah wadah bagi para pemain terbaik di Indonesia.
"Menurut aku DBL Camp itu tempat di mana semua pemain bagus se-Indonesia diuji mental dan skill-nya. Ini jadi pengalaman berharga buat aku bisa bertemu pemain yang kemampuannya di atas aku," jelas Haikal.
Haikal Wibisono (tengah) usai meresmikan satu tiket menuju Kopi Good Day DBL Camp 2026
Menjelang keberangkatannya ke kamp pemusatan pelatihan nanti, Haikal tidak main-main dalam mempersiapkan diri.
Statusnya sebagai siswa sekolah atlet membuatnya menganggap setiap sesi latihan adalah persiapan seleksi. Fokus penguatan dan implementasi strategi menjadi menu hariannya.
Kini, di tahun terakhirnya sebagai student athlete, Haikal tidak ingin sekadar menjadi peserta. Dari jalur alternatif yang penuh perjuangan ini, ia siap membuktikan bahwa mentalitas pantang menyerah bisa membawanya melangkah jauh.
"Targetnya pasti pengen kasih yang terbaik dan melihat sejauh mana kemampuan aku bisa bersaing di sana," tutupnya.
Kompetisi DBL merupakan event olahraga anak muda terbesar di Indonesia. Di dalamnya ada kompetisi basket, dance, suporter, dan berbagai kreativitas anak muda lainnya.
Kompetisi basketnya sendiri punya nama lengkap Honda DBL with Kopi Good Day 2025-2026. Kompetisi ini digelar di 31 kota dan 22 provinsi se-Indonesia.
Setiap tahunnya, DBL Indonesia memilih student athlete terbaik dari masing-masing kota untuk diseleksi menjadi DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp.
Honda DBL with Kopi Good Day 2025-2026 juga menampilkan AZA 3X3 Competition dan Azarine DBL Dance Competition, yang kini menjadi kompetisi dance terbesar di Indonesia.
Semua pertandingan Honda DBL with Kopi Good Day 2025-2026 disiarkan live di channel YouTube DBL Play. Dua musim ini DBL didukung oleh produk kopi anak muda, Kopi Good Day.
Baca Juga: Mengenal Kopi Good Day, Produk Kopi Anak Muda yang Banyak Rasa
Profil pemain ini bisa dilihat pada halaman di bawah ini (pengguna Android bisa lakukan scroll dengan double tap)