Azarine DBL Dance Competition 2025-2026 resmi menutup seluruh rangkaian kompetisinya musim ini. Ajang dance terbesar untuk pelajar SMA/sederajat di Indonesia itu kembali menjadi panggung bagi ribuan dancer muda dari seluruh penjuru Tanah Air.
Sepanjang musim ini, total 923 tim ambil bagian dengan melibatkan 9.686 dancer. Mereka tersebar dari 31 kota dan 22 provinsi, menunjukkan konsistensinya sebagai wadah bagi generasi muda untuk mengekspresikan kreativitasnya di level nasional.
Mengusung tema “Shine Like a Star”, kompetisi tahun ini mendorong para peserta untuk tampil lebih berani dan percaya diri.
Setelah melalui persaingan panjang di masing-masing region, kini 27 tim peraih First Place berhak untuk melaju ke tahap berikutnya, yakni National Judging.
Pada fase ini, seluruh tim kembali dinilai untuk menentukan siapa yang berhak menyandang gelar Juara Nasional.
Baca Juga: 27 Tim Siap Bersaing di Penjurian Nasional DBL Dance Competition, Siapa Saja?
Proses penjurian nasional digelar di Surabaya pada 5 Maret 2026 lalu dengan menghadirkan tiga guest judges, yakni Natya Shina, Semmy Blank, dan Cynthia Arnella.
Penilaian dilakukan berdasarkan video penampilan Best Five dari masing-masing tim di final region.
Dalam proses ini, para juri menilai berbagai aspek penting, mulai dari konsep cerita, teknik, hingga performa secara keseluruhan.
Meski indikator penilaian serupa dengan tahap sebelumnya, tingkat persaingan di fase nasional jauh lebih ketat karena seluruh peserta merupakan juara dari kotanya masing-masing.
“Penilaiannya kurang lebih sama, ada konsep storyboard atau tema, teknik, dan penampilan. Tapi bobotnya memang berbeda. Intinya kami mencari penampilan yang paling berkesan dan memorable,” ujar Natya.
Antusiasme dan kualitas peserta juga mendapat perhatian dari para juri. Mereka menilai bahwa perkembangan kompetisi ini makin signifikan dari tahun ke tahun, bahkan persaingan musim ini terasa lebih merata.
“DBL itu sebenarnya wadah utama bagi anak-anak SMA untuk bisa berprestasi. Standarnya tinggi dan itu bagus untuk meningkatkan skill mereka,” ungkap Semmy.
Baca Juga: Penilaian Nasional Azarine DBL Dance Competition Bakal Digelar, Simak Detailnya!
Hal serupa juga disampaikan Cynthia yang melihat pentingnya jangkauan DBL Dance hingga ke berbagai daerah.
“Dengan DBL datang ke kota-kota, kita bisa melihat potensi luar biasa dari daerah yang mungkin sebelumnya belum terlihat,” jelasnya.
Dan kini, DBL Indonesia memilih 5 (lima) tim dance terbaik yang berhak dinobatkan sebagai Juara Nasional Azarine DBL Dance Competition 2025-2026.
First Place - SMA Darma Yudha Pekanbaru
Second Place - SMA Petra 1 Surabaya
Third Place - SMA IPEKA Puri Indah Jakarta
Fourth Place - SMA BPK Penabur Gading Serpong
Fifth Place - SMA Stella Duce 1 Yogyakarta
Kompetisi DBL merupakan event olahraga anak muda terbesar di Indonesia. Di dalamnya ada kompetisi basket, dance, suporter, dan berbagai kreativitas anak muda lainnya.
Kompetisi basketnya sendiri punya nama lengkap Honda DBL with Kopi Good Day 2025-2026. Kompetis ini digelar di 31 kota dan 22 provinsi se-Indonesia. Setiap tahunnya, DBL Indonesia memilih student athlete terbaik dari masing-masing kota untuk diseleksi menjadi DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp.
Honda DBL with Kopi Good Day 2025-2026 juga menampilkan AZA 3X3 Competition dan Azarine DBL Dance Competition, yang kini menjadi kompetisi dance terbesar di Indonesia.
Semua pertandingan Honda DBL with Kopi Good Day 2025-2026 disiarkan live di channel YouTube DBL Play. Dua musim ini DBL didukung oleh produk kopi anak muda, Kopi Good Day.
Baca Juga: Mengenal Kopi Good Day, Produk Kopi Anak Muda yang Banyak Rasa