Mendengar nama sendiri tidak masuk dalam jajaran Top 50 atau Top 24 Campers mungkin menjadi salah satu momen paling menyesakkan di DBL Camp. Di saat itulah, mentalitas para student athlete benar-benar diuji. 

Pilihannya hanya dua, menyerah dengan keadaan atau tetap bertahan dengan sisa energi untuk menjemput "nyawa kedua". Inilah yang kita kenal sebagai jalur wild card

Sebuah celah kecil yang disediakan bagi para unselected players (sebutan pemain yang tidak masuk barisan Top 50 atau Top 24 Campers) untuk membuktikan diri.

Jalur ini tak hanya soal teknis, melainkan bagaimana menaklukkan rasa ragu dan rasa tidak percaya diri yang menghantui saat status "tersisih" sempat menempel di pundak mereka.

Bahkan sejarah membuktikan bahwa status penerima wild card bukanlah penghalang untuk menjadi yang terbaik. 

Sejak pertama kali diperkenalkan pada 2015, barisan pemain ini sukses membuktikan diri dari yang “tersisih” menjadi yang terpilih, alias menjadi bagian dari DBL Indonesia All-Star.

Kabar baiknya, di gelaran Kopi Good Day DBL Camp 2026, peluang ini terbuka jauh lebih lebar. Jika sebelumnya hanya ada empat slot, musim ini kuota wild card resmi bertambah menjadi enam untuk masing-masing sektor putra dan putri. 

Baca Juga: Kabar Gembira! Jalur Wild Card DBL Camp 2026 Kini Punya Kuota Lebih Banyak

Sebagai motivasi bagi campers tahun ini, mari kita menilik lebih dulu deretan nama student athlete yang sukses mengubah "kesempatan kedua" menjadi titel DBL Indonesia All-Star.

1. Millania Angela (SMA Immanuel Pontianak)

Millania Angela bisa dikatakan sebagai pelopor sekaligus simbol inspirasi dari jalur ini. Perjalanannya di DBL Camp 2015 jauh dari kata mulus karena ia harus terlempar dari persaingan utama. 

Bahkan hanya ada dua tiket wild card yang tersedia saat itu, Millania berhasil merebut satu tempat. Ia mencatat sejarah sebagai pemain perdana yang sukses menembus DBL Indonesia All-Star dari kursi wild card.

Lebih dalam lagi, Milania Angela juga terlibat dalam barisan kepelatihan Tim Nasional

2. Ida Bagus Ananta Wisnu Putra (SMAN 2 Denpasar)

Hanya berselang setahun, jejak Millania diikuti oleh kebanggaan Bali, Ida Bagus Ananta Wisnu Putra, pemain SMAN 2 Denpasar.

Statusnya sebagai peraih tiket wild card di DBL Camp 2016 tak membuatnya minder. Sebaliknya, ia melesat hingga mengamankan jersei DBL Indonesia All-Star. 

Kini, pemain yang akrab disapa Ananta itu telah membuktikan kualitasnya di level tertinggi dengan membela Tangerang Hawks di ajang Indonesia Basketball League (IBL).

3. Made Dita Pramesti (SMAN 1 Denpasar)

Cerita manis berlanjut pada DBL Camp 2018 melalui aksi Made Dita Pramesti. Bangkit dari posisi unselected player, Dita menunjukkan bahwa determinasi di lapangan bisa mengubah segalanya. 

Bahkan tidak hanya berhenti di titel DBL Indonesia All-Star, karier basket Dita terus meroket hingga ia berhasil menyumbangkan medali perak bagi tim basket 5on5 Bali pada ajang PON 2021 di Papua.

4. Jordan Mintarza (SMA St. Louis 1 Surabaya)

Setelah sempat vakum selama enam musim tanpa adanya wakil wild card di skuad DBL Indonesia All-Star, Jordan Mintarza muncul memecah kebuntuan DBL Camp 2022. 

Meski namanya sempat tergeser dari jajaran Top 50 Campers, kegigihan luar biasa dari penggawa SMA St. Louis 1 Surabaya ini membuatnya tetap diperhitungkan. 

Jordan akhirnya membuktikan bahwa ia layak berada di antara 12 pemain terbaik yang terbang ke Amerika Serikat.

5. Fathy Muhammad Zhafif (SMAN 5 Bogor)

Fathy menjadi bukti nyata bahwa status unselected player sejak fase awal bukan hambatan. Pada gelaran DBL Camp 2025, namanya bahkan tidak masuk dalam barisan Top 50 Campers. 

Namun, melalui program latihan terpisah bagi peraih wild card, Fathy menunjukkan usaha yang luar biasa hingga sukses meresmikan label DBL Indonesia All-Star 2025 dalam genggamannya.

Baca Juga: Dua Pemain Ini Tembus DBL Indonesia All-Star 2025 Lewat Jalur Wild Card!

6. Revan Surya Winatha (SMAN 2 Denpasar)

DBL Camp 2025 menjadi sangat spesial karena jalur wild card meloloskan dua nama sekaligus ke barisan DBL Indonesia All-Star. 

Revan Surya Winatha melengkapi daftar tersebut dengan cerita yang tak kalah dramatis. Sempat merasakan posisi Top 50 namun harus tersisih pada saat Top 24 Campers, Revan menolak untuk menyerah. 

Ia terus berjuang di sisa waktu yang ada hingga akhirnya berhasil mewujudkan mimpinya, menjadi bagian dari skuad elite DBL Indonesia All-Star.

Kopi Good Day DBL Camp 2026 akan diselenggarakan pada 27 April hingga 3 Mei 2026. Berbeda dari sebelumnya, DBL Camp musim ini akan menyapa tiga venue sekaligus, yakni DBL Academy Jakarta East (27 April-2 Mei 2026) dan GOR Soemantri Brodjonegoro, Jakarta Selatan & Grand Atrium Mall Kota Kasablanka (1-3 Mei 2026).

Ratusan campers terpilih akan menjadi orang pertama yang menjajal lapangan baru di DBL Academy Jakarta East. Lapangan berstandar internasional ini berlokasi di Genova Asya Commercial GC03-GC07, di Jalan Lake Garden Boulevard Jakarta Garden City, Cakung, Jakarta Timur. 

Di sana, mereka juga akan dibina secara langsung oleh para pelatih berpengalaman dari DBL Academy juga World Basketball Academy.

Tidak hanya itu, publik juga bisa menikmati sajian musik, games, hingga pertandingan eksibisi secara gratis di Kopi Good Day DBL Festival 2026 yang akan berlangsung di Grand Atrium Kota Kasablanka pada 30 April hingga 3 Mei 2026.

Puncaknya, para campers terbaik akan menyandang gelar Kopi Good Day DBL Indonesia All-Star 2026. Mereka akan terbang ke luar negeri untuk menimba ilmu basket hingga berkompetisi di turnamen level pelajar bergengsi. (*)

Baca Juga: Mengenal Kopi Good Day, Produk Kopi Anak Muda yang Banyak Rasa

Populer

Ini Alasan Kenapa LeBron James Suka Minum Isotonik Saat Bermain Basket
Sempat Minder Bersaing di DBL Camp, Kini Matthew Ivander Buat Keluarga Bangga
Lepas Tawaran Tim Profesional, Rimbun Sidahuruk Justru Masuk DBL All-Star
Pengalaman di Liga Profesional, Kartika Siti Aminah Antusias Ikut DBL Camp 2026
Dari Pemain IBL ke Pelatih Juara, Transformasi Tak Terduga Hendra Thio