Nama Barra Sugianto mungkin sudah sangat akrab di telinga pecinta basket profesional. Mantan bintang Bimasakti Malang musim 2008-2016 ini adalah salah satu penembak terbaik di Indonesia. Dibuktikan dengan statusnya sebagai penembak free throw terbaik di SEABA Cup 2016. 

Namun di panggung Honda DBL with Kopi Good Day 2025 Bali, ia adalah pelatih pendatang baru yang cukup mematikan.

Coach Barra sukses menandai debutnya sebagai pelatih dengan capaian luar biasa, membawa SMAN 1 Kuta Utara melesat hingga babak perempat final DBL Bali dan mengamankan tiket DBL Camp 2026.

Jauh sebelum mendarat di Bali, karier Barra dimulai di salah satu klub daerah Sidoarjo. Bakatnya tercium saat mengikuti kejuaraan tingkat kota, hingga ia sempat menjalani trial di salah satu klub Kediri. Namun, garis tangannya justru membawa ia ke Malang.

"Dulu saya sempat trial di Kediri, tapi pelatih klub awal saya tidak setuju. Akhirnya saya dibawa ke Bimasakti Malang. Setelah satu minggu trial, saya langsung diterima," kenang Barra. 

Sejak saat itu, Malang menjadi rumahnya. Ia bahkan menempuh pendidikan di SMA di Malang hingga akhirnya bermain dengan klub Bimasakti. Kariernya terus meroket hingga sukses menembus Timnas Indonesia dan bermain di SEABA Cup 2016.

Namun, keputusan Barra untuk pensiun diambil saat tim Bimasakti tidak lagi berkompetisi di kancah profesional. Tanpa rencana besar, ia memutuskan untuk terbang ke Bali.

"Awalnya saya pindah ke Bali itu cuma untuk liburan, sambil cari-cari klub untuk mealatih anak-anak dan setelah itu baru ke level SMA," ungkapnya. 

SMAN 6 Denpasar jadi tempat awal Barra memulai karier kepelatihan di level SMA, sampai akhirnya berlabuh di SMAN 1 Kuta Utara (Sakura) dan langsung catat prestasi gemilang di musim pertamanya.

Bagi Barra, melatih di level SMA memberikan sensasi tekanan yang jauh berbeda dibandingkan saat ia masih aktif bermain di liga profesional. Ia mengakui beban di pinggir lapangan terasa lebih berat.

"Tekanan di lapangan saat jadi pelatih itu lebih menegangkan dibandingkan jadi pemain. Kalau jadi pemain, kita hanya memikirkan cara main yang bagus di lapangan. Tapi sebagai coach, semua harus dipikirkan. Mulai cara menghadapi tim lawan hingga keputusan penting di saat genting," tambahnya.

Baca Juga: Adu Taktik Para Maestro! Deretan Pelatih Hebat Ini Siap Mengguncang DBL Camp

Kini, Barra bersiap menghadapi pengalaman pertamanya di DBL Camp. Meskipun sudah kenyang pengalaman basket di level profesional, ia tetap merasa perlu meningkatkan standar kepelatihannya melalui ekosistem DBL.

"Di DBL Camp nanti saya ingin mencari pengalaman dan ilmu tambahan. Karena setiap pelatih pasti punya pendapat yang berbeda-beda, dan itu yang ingin saya pelajari," tutupnya. 

Hadirnya Coach Barra di DBL Camp 2026 menjadi bukti bahwa liga basket pelajar ini memiliki daya tarik bagi para legenda nasional untuk ikut turun tangan membina talenta muda Indonesia.

Kopi Good Day DBL Camp 2026 akan diselenggarakan pada 27 April hingga 3 Mei 2026. Berbeda dari sebelumnya, DBL Camp musim ini akan menyapa tiga venue sekaligus, yakni DBL Academy Jakarta East (27 April-2 Mei 2026) dan GOR Soemantri Brodjonegoro, Jakarta Selatan & Grand Atrium Mall Kota Kasablanka (1-3 Mei 2026).

Ratusan campers terpilih akan menjadi orang pertama yang menjajal lapangan baru di DBL Academy Jakarta East. Lapangan berstandar internasional ini berlokasi di Genova Asya Commercial GC03-GC07, di Jalan Lake Garden Boulevard Jakarta Garden City, Cakung, Jakarta Timur. 

Di sana, mereka juga akan dibina secara langsung oleh para pelatih berpengalaman dari DBL Academy juga World Basketball Academy.

Tidak hanya itu, publik juga bisa menikmati sajian musik, games, hingga pertandingan eksibisi secara gratis di Kopi Good Day DBL Festival 2026 yang akan berlangsung di Grand Atrium Kota Kasablanka pada 30 April hingga 3 Mei 2026.

Puncaknya, para campers terbaik akan menyandang gelar Kopi Good Day DBL Indonesia All-Star 2026. Mereka akan terbang ke luar negeri untuk menimba ilmu basket hingga berkompetisi di turnamen level pelajar bergengsi. (*)

Baca Juga: Mengenal Kopi Good Day, Produk Kopi Anak Muda yang Banyak Rasa

Profil pelatih ini bisa dilihat pada halaman di bawah ini (pengguna Android bisa lakukan scroll dengan double tap)

Populer

Sempat Minder Bersaing di DBL Camp, Kini Matthew Ivander Buat Keluarga Bangga
Lepas Tawaran Tim Profesional, Rimbun Sidahuruk Justru Masuk DBL All-Star
Ini Alasan Kenapa LeBron James Suka Minum Isotonik Saat Bermain Basket
Pengalaman di Liga Profesional, Kartika Siti Aminah Antusias Ikut DBL Camp 2026
Misi Pelatih Imanudin Husnuzan: Dari Banyuwangi, Untuk Banyuwangi