Kartika Siti Aminah merupakan pelatih perempuan pertama Indonesia Basketball league (IBL). Tapi DBL Camp 2026 memberi kesan tersendiri bagi Coach Ika. Ini menjadi pertama kalinya Coach Ika terpilih mengikuti kamp pelatihan basket pelajar terbesar di Indonesia tersebut.
Perempuan berusia 48 tahun itu masuk dalam skuad First Team 2025 Yogyakarta. Coach Ika melatih SMA Budi Utama dan mencapai big eight di Honda DBL with Kopi Good Day 2025-2026 Yogyakarta.
“Dulu waktu saya masih melatih di SMA, saat di Surabaya itu, belum (ikut) DBL Camp. Sekarang DBL jadi sebesar ini, mengumpulkan ratusan orang jadi satu, diseleksi, dan rasanya senang sekali,” ujarnya.
Baca juga: Adu Taktik Para Maestro! Deretan Pelatih Hebat Ini Siap Mengguncang DBL Camp
Coach Ika dikenal sebagai pelatih Bima Perkasa Jogja saat berlaga di IBL 2022. Sebelumnya menjadi kepala pelatih, Coach Ika masuk tim sebagai manajer tim pada 2020. Kemudian diangkat sebagai asisten pelatih mendampingi David Singleton (sekarang merupakan pelatih Pelita Jaya dan timnas basket putra).
Setelah pensiun sebagai pemain pada tahun 2008, Coach Ika meniti karier sebagai pelatih SMAK Frateran Surabaya dan mengikuti kompetisi DBL. Kemudian ia mendapat kesempatan menangani tim putri Universitas Airlangga, masuk ke liga putri bersama Surabaya Fever selama tiga musim, melatih tim putri Jatim di PON, hingga UGM sebelum masuk Bima Perkasa.
Coach Ika merupakan salah satu dari 52 pelatih di DBL Camp 2026. Kamp pelatihan ini diikuti masing-masing 135 student athlete putra dan putri yang terpilih melalui berbagai jalur. Baik first dan second team, Road to DBL Camp, dan pemenang DBL Play Road to DBL Camp.
Baca juga: Melatih dan Menjadi Perempuan Menurut Kartika Siti Aminah
“Tentunya saya ingin belajar karena belajar itu tidak mengenal umur. Bahkan ketika sudah sampai di top level Indonesia pun, tetap banyak belajar. Saya excited ikut DBL Camp ini untuk upgrade ilmu,” ungkap Coach Ika.
“Basket itu akan begitu-begitu saja. Memasukan bola dan sebagainya. Tetapi semakin di high level itu semakin detail. Nah, detailnya itu yang kita harus banyak belajar,” lanjut alumnus UGM tersebut.
Tidak bisa dipungkiri bahwa Coach Ika juga punya harapan bisa terpilih sebagai pelatih DBL All-Star. Nantinya skuad terbaik mendapat kesempatan berlatih di luar negeri. Tetapi Coach Ika lebih fokus menjalani proses di DBL Camp 2026 semaksimal mungkin.
Coach Ika mengaku sebenarnya masih mendapat tawaran untuk masuk kepelatihan tim-tim profesional. Tetapi Coach Ika lebih menaruh perhatian di tingkat pembinaan. Terutama untuk mengembangkan bola basket di Yogyakarta.
“Kalau di profesional, karena industri ya, lebih ke strategi dan menang. Tetapi di tingkat pembinaan lebih ke bagaimana proses untuk menang itu yang lebih penting. Lebih sulit di development dan lebih menantang,” pungkasnya. (rag)
Baca juga: Kartini Modern di Lapangan Basket: 10 Pelatih Wanita Bersaing di DBL Camp 2026