ESG

DBL ACADEMY

JR DBL

MAINBASKET

SAC

HAPPY
WEDNESDAY

DISWAY

MAINSEPEDA

Kartika Siti Aminah, Ibu bagi skuad Budi Utama dan bagi anaknya

Setiap tanggal 8 Maret diperingati sebagai Hari Perempuan Internasional. Ini menjadi sebuah perayaan pencapaian sosial, ekonomi, budaya, dan politik perempuan.

Perkembangan basket perempuan di Indonesia juga terus memberikan prestasi. 

Terbaru adalah keberhasilan tim putri 3X3 Indonesia ketika mendulang emas SEA Games Thailand 2025. Ada 3 dari 4 pemain di timnas basket putri 3X3 Indonesia merupakan alumni kompetisi DBL.

Adalah  Evelyn Fiyo (lulusan SMA Nation Star Academy Surabaya yang sempat masuk skuad DBL Indonesia All-Star 2019 dan 2022), Dewa Ayu Made Sriartha (lulusan SMAN 1 Gianyar, skuad DBL Indonesia All-Star 2015), dan Agustin Elya Gradita R (lulusan SMAN 1 Sekayu dan skuad DBL Indonesia All-Star 2011).

Pada gelaran Honda DBL with Kopi Good Day 2025-2026 ada beberapa pelatih perempuan yang mencuri perhatian. Salah satunya adalah Kartika Siti Aminah, kepala pelatih SMA Budi Utama Yogyakarta. Sekilas info saja, coach Tika juga menjadi pelatih perempuan pertama pada liga basket profesional musim 2022.

Di DBL Yogyakarta, coach Tika menyulap SMA Budi Utama Yogyakarta menjadi tim yang berbahaya. Tim putra Budi Utama konsisten melaju hingga babak Fantastic Four selama dua edisi ke belakang.

“Tentunya beda ya dari profesional lalu menjadi pelatih tim sekolah. Menurut saya ini juga menjadi tantangan tersendiri,” ujarnya.

Tantangan yang dimaksud oleh coach Tika adalah bagaimana ia menyesuaikan materi latihan hingga melakukan pendekatan dengan para pemainnya di SMA Budi Utama Yogyakarta.

“Karena yang kita latih anak-anak dan saya juga seorang ibu-ibu,” katanya.

Coach Tika juga menambahkan, “Salah satu pendekatan saya adalah dengan empat mata. Semua anak-anak itu saya anggap seperti anak sendiri. Kadang ya saya keras sama mereka, tapi itu bentuk dari kepedulian saya juga,”

Menariknya, coach Tika memulai perjalanan karier melatihnya pun di ajang DBL. Bukan, bukan berawal di Yogyakarta.

“Saya memulai karier melatih itu justru di DBL. Awalnya itu di SMA Frateran Surabaya. Setelah itu baru melanglang buana,” kenangnya.

Kini coach Tika kembali lagi menjadi pelatih tim basket sekolah. Menurutnya ada beberapa hal yang membuka pintu cakrawala baru kehidupannya.

“Sekarang sih saya lebih belajar aja tentang psikologi atlet dan parenting. Menurut saya mendidik anak itu harus sesuai jamannya. Walau ada value-value tertentu yang tetap harus ada,” terangnya.

Coach Tika juga terpilih masuk dalam daftar skuad Kopi Good Day First Team 2025 Yogyakarta. Nantinya sang pelatih berangkat menuju Kopi Good Day DBL Camp 2026.  

Ini jadi kesempatan coach Tika untuk kembali menimba ilmu dan membuka pintu-pintu pengetahuan baru. Kisah perjalanan coach Tika kiranya bisa menjadi refrensi pelatih-pelatih perempuan di luar sana untuk mengejar mimpi.

Profil Kartika Siti Aminah bisa kalian cek di bawah ini.

Comments (0)
PRESENTED BY
OFFICIAL PARTNERS
OFFICIAL SUPPLIERS
SUPPORTING PARTNERS
MANAGED BY