IBL 2017-2018 menjadi perjalanan terakhir Imanudin Husnuzan sebagai pemain profesional. Iman gantung sepatu pada 2019 setelah delapan musim membela NSH Jakarta. Iman memutuskan kembali ke kampung halamannya di Banyuwangi.
Iman memulai babak baru sebagai pelatih. Ia menjadi pelatih SMAN 1 Glagah Banyuwangi. Debut Iman sebagai pelatih terjadi di DBL East Java-East 2022. Tim putra Smansa mencapai fantastic four pada musim tersebut.
“Sebenarnya sudah dari dulu ingin menjadi pelatih. Memang ingin membesarkan Kabupaten Banyuwangi karena saya kelahiran Banyuwangi. Jadi saya harus kembali dan memberi kontribusi lebih besar,” ungkapnya.
Baca juga: Selamat! Empat Campers Amankan Tiket Wild Card di Kopi Good Day 2026
Perjalanan Smansa memang tidak langsung melesat. Pelan tapi pasti, Iman membentuk Smansa menjadi tim yang kompetitif. Smansa berposes dan mencapai final pada 2024. Kemudian masuk final beruntun pada 2025.
“Tantangannya itu mengasuh pemain ya. Apalagi di era sekarang anak-anak Gen Z dan Gen Alpha. Itu yang menjadi PR kami sebagai pelatih,” kata Iman di sela-sela materi di DBL Academy Jakarta.

Tim putra masih belum menjadi juara. Tapi Iman juga menjadi asisten pelatih tim putri Smansa. Mereka berhasil menjadi juara pada DBL East Java-East 2025.
“Kami sudah juara buat yang tim putri. Kami tingkatkan lagi dalam segi apa dan evaluasi musim lalu. Selanjutnya kami ingin tim putra bisa menjadi juara juga,” kata pria 35 tahun itu.
Pencapaian Smasa itu membawa Iman menjadi peserta DBL Camp 2026. Ini kamp pertama Iman setelah tiga musim mengikuti kompetisi DBL. Iman menegaskan komitmennya untuk ikut mengembangkan basket di kota di ujung timur Pulau Jawa tersebut.
Baca juga: Daftar Top 24 Campers DBL Camp 2026, Berikut Para Pemain yang Terpilih!
“Banyak hal baru yang saya dapatkan di DBL Camp. Sampai mendatangkan Coach Rob (Beveridge) dari Australia untuk berbagi ilmunya. Banyak sekali yang saya dapat di sini. Termasuk cara melatih pemain generasi terkini,” ucap Iman.

Iman menjadi salah satu dari 52 pelatih yang mengikuti Kopi Good Day DBL Camp 2026. Para pelatih akan mengikuti materi dan seleksi selama satu pekan. Nantinya ada empat pelatih yang masuk dalam skuad DBL Indonesia All-Star 2026.
Skuad DBL Indonesia All-Star berisi berisi 12 pemain putra dan 12 pemain putri serta empat pelatih. Mereka akan mendapat kesempatan belajar dan berkompetisi di luar negeri. Pengumuman dilakukan pada Minggu (3/5) mendatang di Grand Atrium Mall Kota Kasablanka.
“Ini pelatih-pelatih terbaik dari seluruh Indonesia berkumpul di sini. Secara pribadi, saya memberikan yang terbaik. Saya ingin mendapat lebih banyak pelajaran dari DBL Camp,” pungkasnya. (rag)
Baca juga: Jadwal DBL Festival 2026 Day 2: Para Campers Siap Hadapi Scrimmage!