ESG

DBL ACADEMY

JR DBL

MAINBASKET

SAC

HAPPY
WEDNESDAY

DISWAY

MAINSEPEDA

Sixteen Dance Squad (SDS) dari SMAN 16 Surabaya tampil dalam AQUA DBL Dance Competition 2026 East Java-North di DBL Arena Surabaya, Jumat (7/8/2026).

Ragam budaya Indonesia hadir di panggung AQUA DBL Dance 2026 East Java-North. Pada hari kedua Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java-North, Jumat, 7 Agustus 2026, Sixteen Dance Squad (SDS) dari SMAN 16 Surabaya dan Aglow Dance dari SMKN 7 Surabaya membawa konsep budaya Indonesia dengan cara masing-masing.

SDS memilih konsep Sabang sampai Merauke. Sementara itu, Aglow Dance mengangkat budaya Bali dalam penampilan mereka.

Bagi SDS, konsep Sabang sampai Merauke dipilih untuk memperlihatkan keberagaman budaya Indonesia secara lebih luas.

Melodi Putri Syakila, kapten SDS, mengatakan mereka sempat mempertimbangkan untuk mengambil satu budaya daerah. Namun, pilihan tersebut dirasa belum cukup untuk menggambarkan keberagaman Indonesia.

“Kita ngambil konsep itu ingin menggabungkan budaya-budaya di Indonesia. Daripada kita ngambil satu tema, misalnya dari daerah Jawa, berarti kita secara enggak langsung enggak notice budaya-budaya lain dan keragaman di Indonesia,” ujar Melodi.

Konsep tersebut kemudian diterjemahkan ke dalam berbagai detail penampilan.

Baca juga: HAVOC Terinspirasi Ludruk, THE FORD Angkat Semangat Ibu Kartini

Kostum menjadi salah satu bagian yang digunakan SDS untuk membawa identitas sejumlah daerah ke atas panggung. Nuansa Remo hadir dalam salah satu bagian penampilan mereka.

Tidak hanya itu, ada pula sentuhan budaya Aceh, Padang, hingga Maluku. Berbagai unsur tersebut dipadukan dalam satu penampilan untuk menggambarkan luasnya keberagaman Indonesia.

Bagi SDS, keberagaman yang ditampilkan bukan sekadar pemanis penampilan.

Melodi ingin penonton melihat bahwa Indonesia memiliki banyak ragam budaya. Dari situ, ia berharap muncul rasa bangga terhadap budaya yang dimiliki Indonesia.

“Indonesia itu enggak hanya satu keragaman aja, tapi banyak ragam. Kita juga harus bangga sama budaya-budaya yang ada di Indonesia,” tuturnya.

Menyatukan berbagai detail budaya tersebut tentu membutuhkan persiapan. SDS bahkan masih menyelesaikan sejumlah bagian hingga mendekati hari penampilan.

Banyak detail kostum dan properti yang harus diperhatikan. Beberapa di antaranya baru rampung sehari sebelum tampil.

Waktu yang tersisa digunakan untuk kembali mengecek bagian-bagian yang masih dirasa kurang. Detail kecil menjadi perhatian agar konsep Sabang sampai Merauke yang mereka bawa tetap terlihat di atas panggung.

Di tengah persiapan yang padat, SDS memilih menjaga suasana latihan tetap menyenangkan.

Bagi mereka, proses menuju panggung bukan hanya tentang berkompetisi. Latihan juga menjadi ruang untuk bersenang-senang bersama tanpa kehilangan fokus untuk terus berkembang.

“Kita di sini enggak hanya berkompetisi. Kita juga ibarat kata buat fun biar pressure-nya itu enggak dapat. Tapi kita juga dapat kualitasnya setiap latihan makin meningkat,” jelas Melodi.

Aglow Dance dari SMKN 7 Surabaya tampil dalam AQUA DBL Dance Competition 2026 East Java-North di DBL Arena Surabaya

Baca juga: Bukan Cuma Dance, Cintya Ramadhani Juga Lihai Lempar Cakram!

Konsep berbeda dibawa Aglow Dance. Tim dance dari SMKN 7 Surabaya tersebut memilih budaya Bali sebagai bagian dari penampilan mereka di hari kedua.

Angelina Aurelia, wakil Aglow Dance, menjelaskan bahwa konsep tersebut juga membawa semangat untuk mendorong anak muda agar lebih tegas dalam menjunjung nilai kebudayaan Indonesia.

“Temanya Indonesia tentang di Bali untuk mengekspresikan anak muda biar lebih tegas lagi dalam menjunjung nilai kebudayaan di Indonesia,” kata Angelina.

Di balik penampilan bernuansa Bali tersebut, Aglow Dance juga menghadapi sejumlah tantangan selama persiapan.

Salah satunya datang dari properti. Kerusakan properti sempat terjadi sehingga mereka harus melakukan perbaikan pada hari yang sama.

Waktu latihan juga menjadi tantangan tersendiri. Para dancer berlatih sejak pulang sekolah hingga malam.

Durasi latihan tersebut menguras tenaga. Belum lagi mereka harus memastikan koreografi dan formasi sudah benar-benar dihafalkan sebelum tampil.

Bagi Angelina, semua proses tersebut menjadi bagian dari pengalaman yang berkesan. Musim ini menjadi kali pertama Aglow Dance tampil di panggung DBL.

“Bisa nge-dance di DBL. Apalagi ini pertama kali dance di DBL. Terus kesannya itu bisa ngajak-ngajak teman lagi untuk ikut join dance. Terus bisa punya kekeluargaan dalam dance,” ujarnya.

Dari Sabang sampai Merauke yang dibawa SDS hingga budaya Bali yang ditampilkan Aglow Dance Crew, keduanya menghadirkan warna berbeda di panggung AQUA DBL Dance 2026 East Java-North.

SDS memilih merangkum keberagaman dari berbagai penjuru Nusantara. Sementara Aglow membawa satu kekayaan budaya Indonesia melalui nuansa Bali.

Keduanya menunjukkan bahwa tema “100% Indonesia” dapat diterjemahkan melalui beragam cerita dan budaya di atas satu panggung.

Baca juga: Glow Dance Crew Angkat Nyi Roro Kidul, GO Squad Bawa Pesan Kesehatan

Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 siap mengguncang 31 kota di 22 provinsi se-Indonesia. Seperti musim sebelumnya, DBL Indonesia akan menjaring para student-athlete terbaik dari setiap kota untuk memperebutkan tiket DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp.

Tak kalah seru, Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 juga menghadirkan AZA 3X3 Competition serta AQUA DBL Dance 2026-2027 dengan mengusung tema "100% Indonesia". Seluruh keseruan pertandingan bisa disaksikan secara langsung di kanal YouTube DBL Play, serta di YouTube Good Day ID khusus untuk laga final. (*)

Profil sekolah ini bisa dilihat pada halaman di bawah ini (pengguna Android bisa melakukan scroll dengan double tap).

 

Comments (0)
PRESENTED BY
OFFICIAL SUPPLIERS
SUPPORTING PARTNERS