Selasa, 4 Agustus 2026 menjadi hari yang cukup berat untuk Gangga Herlambang, ayah dari salah satu penggawa tim putra SMAN 9 Surabaya, M. Khalif Khairansyah Herlambang.
Kala itu, ia harus kembali melepas Khalif dan keluarganya untuk sementara. Bukan hanya rumah ternyaman, Gangga juga harus meninggalkan Tanah Air. Ia terbang ke sudut dunia yang lain.
Ada pekerjaan yang harus dituntaskan di Benua Afrika, tepatnya di Uganda. Indonesia dan Uganda terpisah oleh luasnya Samudra Hindia. Jaraknya sekitar 9.000 kilometer. Butuh 2 hari via perjalanan udara agar bisa sampai ke sana.
Gangga bekerja sebagai Supervisor di sebuah perusahaan minyak dan gas multinasional, TotalEnergies.
Baca juga: HAVOC Terinspirasi Ludruk, THE FORD Angkat Semangat Ibu Kartini
Artinya, Gangga tidak dapat menyaksikan anaknya bertanding secara langsung di Opening Party Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java-North.
Ini merupakan pertama kalinya Gangga absen mendukung Khalif di DBL Arena. “Sejak Khalif ikut DBL bareng SMP Al Azhar 13 Surabaya, saya selalu datang langsung. Apalagi tahun lalu SMAN 9 Surabaya lolos Round 2 juga, kan. Jadi lumayan sering,” sebutnya.
Namun, perbedaan jarak dan zona waktu yang jauh tidak menghalangi Gangga untuk mendukung anaknya meraih mimpi di DBL East Java-North.
Jauh sebelum Khalif dan tim putra SMAN 9 Surabaya berdiri di depan srikandi SMAN 3 Surabaya, ia telah mencatat persis jam pertandingan tersebut.
Laga itu ternyata berlangsung ketika Gangga sedang berada dalam perjalanan menuju situs kerja. Di atas bangku bis yang dinaikinya, ia menyempatkan diri untuk membuka akun YouTube DBL Play. Lantas menonton live streaming pertandingan panas tersebut.
Baca juga: Datang dari Mojokerto ke Surabaya Demi Dukung Mimpi Sang Putri di DBL

Pendapat Gangga Herlambang di media sosial seputar laga tim putra SMAN 9 Surabaya melawan SMAN 3 Surabaya yang ia saksikan secara daring (Foto: tangkapan layar unggahan akun Threads @gangga24)
Waktu Indonesia Barat (WIB) 4 jam lebih cepat dari Uganda. Maka dari itu, Gangga menyaksikan pertandingan tersebut pada pukul 13.00 waktu setempat.
“Streaming-nya jernih. Cuma kadang agak kurang lancar, mungkin karena sinyal di Uganda memang gak sebagus di Indonesia,” ucap Gangga dalam unggahannya di aplikasi Threads.
Tim putra SMAN 9 Surabaya berhasil menutup pertandingan dengan kemenangan 51-17 atas SMAN 3 Surabaya. Kontribusi Khalif tidak terbantahkan di dalam paint area.
Center bertinggi 184 cm itu mencetak 4 poin, 2 rebound dan 2 steal dalam 14 menit waktu bermain. Ia juga mencatat plus-minus +8. Artinya, SMAN 9 Surabaya berhasil mencetak delapan poin lebih banyak dari SMAN 3 Surabaya ketika Khalif bermain di lapangan.
Seusai pertandingan, Gangga langsung melakukan rutinitasnya ketika sang anak selesai bermain, yaitu memberikan pujian dan evaluasi.
“Adek mainnya bagus. Lebih banyak gerak, positioning juga bagus. Bisa memanfaatkan peluang jadi poin juga,” turut Gangga kepada Khalif.
Baca juga: Cerita di Balik Koreo Siji Mania, dari Badak hingga Tribute untuk Pak Dito

Aksi M. Khalif Khairansyah Herlambang saat berhadapan dengan SMAN 3 Surabaya di Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java-North
Bentuk nyata dari kasih sayang Gangga itu membuat Khalif merasa terharu. Pasalnya, ia tidak menyangka sang ayah akan tetap menyaksikan performanya di lapangan. “Saya kira Papa masih dalam perjalanan di pesawat,” terang Khalif.
“Setelah dapat notifikasi WA (WhatsApp), saya kaget dan merasa senang soalnya ternyata masih bisa menyempatkan waktu buat nonton dan dukung saya dari jauh,” tambahnya.
Khalif menyebut bahwa Gangga selalu mengambil tangkapan layar atau merekam momen ketika ia mencetak poin dan tampil mentereng. “Biasanya dikirim juga di grup keluarganya,” ujar Khalif.
Setelah itu, Gangga lantas mematikan tabletnya, kembali mengemban tanggung jawabnya di Uganda. Ia merasa bangga karena Khalif dan SMAN 9 Surabaya berhasil mengawali perjalanan mereka di DBL East Java-North 2026 dengan hasil yang memuaskan.
Namun, di balik kegembiraannya, ada juga rasa syukur dan haru yang tak terbilang banyaknya. Pada tahun kedua sekaligus terakhir Khalif di DBL East Java-North, ia telah merealisasikan mimpi masa kecil sang ayah.
Baca juga: Kemenangan Thirteen Ditemani Sosok yang Selalu Hadir untuk Anak-anaknya
Sebelum Khalif bersinar terang di Bumi, Gangga yang tumbuh berkembang di Kabupaten Lumajang sudah lebih dahulu mencintai bola basket. Ia aktif menggeluti olahraga tersebut saat masih duduk di bangku SMA.
Akan tetapi, ada satu hal yang tidak pernah bisa Gangga gapai pada saat itu: merasakan meriahnya kompetisi basket yang besar. “Saya dulu mainnya cuma di level-level segitu aja,” sebutnya.
Sedikit yang Gangga tahu, pintu untuk meraih mimpi itu ternyata masih bisa terbuka kembali. Pada 2021, saat Khalif baru masuk SMP, ia mulai menyukai olahraga basket.
“Kayaknya gara-gara sering main gim basket di PlayStation (NBA 2K). Terus dia merasa kalau badannya tinggi,” cerita Gangga.
Ya, bukan karena tuntutan orangtua, Khalif sendiri yang cinta dengan olahraga ini. Sebagai seorang ayah, Gangga langsung memberikan dukungan penuh kepadanya.
Baca juga: Kisah Pemilik Nama Unik Gabriel Justin Only Son dan Kemenangan Perdana Sembilan

Gangga Herlambang saat mendukung sang anak, M. Khalif Khairansyah Herlambang, ketika bertanding untuk SMAN 9 Surabaya (Foto: Dokumentasi pribasi Gangga Herlambang)
“Kadang saya ajak main-main di lapangan ITS atau Hang Tuah. Terus setelah mulai ikut klub dan ekstrakurikuler, 4 sampai 5 hari dalam seminggu isinya bisa basket terus,” ujar Gangga.
Dukungan itu pun tidak hanya berhenti di lapangan. Saat ada waktu luang, keduanya kerap berbincang dan mendiskusikan bagaimana permainan bekerja di lapangan.
“Saya share video-video di YouTube nunjukkin cara mainnya center itu seperti apa,” ucap Gangga.
Seiring berjalannya waktu, kerja keras Klahif akhirnya membuahkan hasil yang baik. Setelah membela tim basket SMP Al Azhar 13 Surabaya, namanya berhasil masuk ke dalam roster SMAN 9 Surabaya.
Ada beberapa kalimat dari Gangga yang selalu Khalif ingat saat ingin memulai pertandingan. “Pede aja kalau main. Mainnya yang maksimal dan agresif, Buat musuh takut sama kamu soalnya badanmu paling besar,” sebut Khalif setelah mengingat-ingat pesan dari ayahnya.
Baca juga: Ma9nificent Terinspirasi Kisah Pribadi, Hustler Belajar Permainan Tradisional
Ketika menyaksikan anaknya melantai di DBL Arena, sesungguhnya Gangga tidak hanya mendukung Khalif untuk memberikan penampilan terbaik di lapangan. Ia juga melihat mimpi masa SMA-nya yang sempat terkubur itu menjadi kenyataan.
Kini, Gangga tetap berusaha menghidupi mimpi itu dengan menjadi sosok ayah yang selalu bersedia membantu putranya dalam bentuk apa pun.
“Saya tahu anak saya tertarik basket aja sudah senang banget. Dengan adanya kompetisi DBL ini, anak-anak tambah punya target buat latihan lebih giat biar bisa main di DBL,” katanya.
Pekerjaan Gangga di Uganda sendiri menerapkan sistem rotasi. Setelah 28 hari bekerja di lapangan, ia juga berhak mendapatkan libur selama 28 hari.
Maka dari itu, apabila tim putra SMAN 9 Surabaya berhasil lolos Round 2, Gangga masih memiliki kesempatan untuk mendukung Khalif dari tribun pada musim ini!
"Nanti saya off tanggal 5 September. Mudah-mudahan SMAN 9 Surabaya masih ada jadwal tanding biar saya bisa nonton langsung di DBL Arena," tutupnya.
Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 siap mengguncang 31 kota di 22 provinsi se-Indonesia. Seperti musim sebelumnya, DBL Indonesia akan menjaring para student-athlete terbaik dari setiap kota untuk memperebutkan tiket DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp.
Tak kalah seru, Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 juga menghadirkan AZA 3X3 Competition serta AQUA DBL Dance 2026-2027 dengan mengusung tema "100% Indonesia". Seluruh keseruan pertandingan bisa disaksikan secara langsung di kanal YouTube DBL Play, serta di YouTube Good Day ID khusus untuk laga final. (*)
Profil pemain ini bisa dilihat pada halaman di bawah ini (pengguna Android bisa melakukan scroll dengan double tap)