ESG

DBL ACADEMY

JR DBL

MAINBASKET

SAC

HAPPY
WEDNESDAY

DISWAY

MAINSEPEDA

Tidak semua kemenangan lahir dari papan skor.

Bagi Ultras Stemda, nama untuk suporter SMKN 7 Surabaya, kemenangan juga bisa berarti berhasil menunjukkan identitas sekolah, menjaga kekompakan, dan memberikan dukungan terbaik hingga peluit akhir berbunyi.

Semangat itulah yang mereka tunjukkan ketika mendukung tim basket putra SMKN 7 Surabaya pada Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java-North. Meski tim kebanggaan mereka harus mengakui keunggulan lawan, tribun Ultras Stemda tetap hidup sepanjang pertandingan.

Sekitar 500 orang memenuhi tribun DBL Arena. Mereka tak hanya menyanyikan yel-yel tanpa henti, tetapi juga membentangkan koreografi raksasa yang menjadi salah satu yang terbesar pada dua hari pertama penyelenggaraan DBL East Java-North 2026.

Koreo tersebut terdiri dari beberapa elemen sekaligus. Mulai dari koreo kertas, banner, layar di sisi kanan dan kiri tribun, hingga visual tiga dimensi bergambar seekor macan putih yang sedang mengaum.

Koreo Kertas DBL.ID

Baca Juga: Dari Uganda, Sang Ayah Saksikan Mimpi Lamanya Hidup Lewat Khalif di DBL

Bagi Ultras Stemda, macan putih bukan sekadar gambar.

Itu adalah lambang kebanggaan SMKN 7 Surabaya yang ingin mereka kenalkan kepada seluruh penonton yang hadir di DBL Arena.

"Kami membawa 500 orang karena memang dibutuhkan untuk koreo yang kami siapkan. Ada koreo kertas, 3D, layar kanan-kiri, sama banner. Semuanya harus terisi supaya hasilnya maksimal," ujar Moch. Aprilleo Sanjay, salah satu tim kreatif dari Ultras Stemda.

Ia menjelaskan, gambar macan putih dipilih sebagai simbol identitas sekolah.

"Macan itu lambang sekolah kami. Jadi kami ingin mengenalkan kalau kebanggaan SMKN 7 Surabaya itu adalah macan putih," lanjutnya.

Di balik kemegahan koreografi tersebut, tersimpan proses panjang yang tidak mudah.

Seluruh pengerjaan dilakukan di sela-sela aktivitas sekolah. Para anggota harus membagi waktu antara mengerjakan tugas, mengikuti pelajaran, hingga menyiapkan seluruh kebutuhan koreografi.

Baca Juga: Bukan Cuma Dance, Cintya Ramadhani Juga Lihai Lempar Cakram!

Meski begitu, mereka mengaku tidak pernah menganggap proses tersebut sebagai beban.

"Kalau dikerjakan bareng-bareng sebenarnya tidak ada tantangan yang berat. Yang paling sulit itu membagi waktu karena kami juga tetap sekolah. Tapi semuanya bisa diselesaikan bersama," kata Muhammad Mufid Fatahillah, salah satu tim koordinator lapangan Ultras Stemda. 

Semangat kebersamaan memang menjadi fondasi utama Ultras Stemda.

Anggotanya berasal dari berbagai jurusan di SMKN 7 Surabaya. Ada yang berasal dari Teknik Kendaraan Ringan, Teknik Pendingin, Teknik Komputer dan Jaringan, hingga jurusan lainnya.

Di lingkungan sekolah mereka mengenakan seragam praktik dengan warna yang berbeda-beda. Namun, ketika mendukung sekolah di DBL Arena, seluruh perbedaan itu mereka lepaskan.

"Saat di sekolah kami memang beda jurusan, bajunya juga beda-beda. Tapi kalau sudah jadi Ultras Stemda, kami semua pakai warna hitam. Di sini kami jadi satu untuk mendukung sekolah," lanjut Mufid.

Lebih dari sekadar memberi dukungan, Ultras Stemda juga ingin mengubah cara pandang masyarakat terhadap budaya suporter pelajar.

Menurut mereka, menjadi suporter bukan identik dengan keributan ataupun tindakan negatif. Justru sebaliknya, menjadi suporter adalah ruang untuk belajar menjadi pribadi yang lebih baik.

Ultras Stemda

Baca Juga: Tiga Hari Siapkan Tirai Majapahit, Ultras Smansa Bawa Cerita Mojokerto ke DBL

"Saya ingin dapat banyak pengalaman dari supporter. Bukan cuma soal kerja sama tim, tapi juga belajar sopan santun dan attitude. Di mana pun kita berada, kita harus punya adab dan perilaku yang baik," ungkap Mufid.

Nilai tersebut, lanjutnya, telah diwariskan secara turun-temurun oleh para alumni Ultras Stemda kepada generasi berikutnya.

"Kalau kita sopan, pasti disukai banyak orang. Orang yang melihat juga bisa berpikir kalau anak-anak SMKN 7 itu sopan. Itu yang diajarkan alumni kami, dan nanti akan kami teruskan lagi ke adik-adik kelas," ujarnya.

Semangat itulah yang terus mereka jaga, bahkan ketika hasil pertandingan tidak berpihak kepada tim kebanggaan mereka.

Sebab bagi Ultras Stemda, menjadi suporter bukan hanya soal merayakan kemenangan. 

Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 siap mengguncang 31 kota di 22 provinsi se-Indonesia. Seperti musim sebelumnya, DBL Indonesia akan menjaring para student-athlete terbaik dari setiap kota untuk memperebutkan tiket DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp.

Tak kalah seru, Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 juga menghadirkan AZA 3X3 Competition serta AQUA DBL Dance 2026-2027 dengan mengusung tema "100% Indonesia". Seluruh keseruan pertandingan bisa disaksikan secara langsung di kanal YouTube DBL Play, serta di YouTube Good Day ID khusus untuk laga final. (*)

Comments (0)
PRESENTED BY
OFFICIAL SUPPLIERS
SUPPORTING PARTNERS