DBL Indonesia kembali menggelar Kopi Good Day DBL Camp 2026 di Jakarta, mulai Selasa, 28 April 2026. Program tahunan ini menjadi pemusatan latihan bagi ratusan student athlete terbaik dari seluruh Indonesia yang sebelumnya tersaring melalui kompetisi Honda DBL with Kopi Good Day 2025-2026 di 31 kota dan 22 provinsi.

Memasuki tahun penyelenggaraan ke-17, DBL Camp kali ini diikuti lebih dari 250 peserta yang memperebutkan kesempatan belajar dan bertanding basket di luar negeri. Tahun ini juga menjadi kali keempat DBL Camp digelar di Jakarta, sekaligus pertama kalinya menggunakan venue baru di DBL Academy Jakarta, kawasan Genova Asya Commercial, Jakarta Timur.

Founder DBL Indonesia, Azrul Ananda mengatakan penyelenggaraan tahun ini memiliki nuansa berbeda karena peserta berlatih di tiga lapangan berstandar FIBA level 1, lengkap dengan fasilitas pengukuran performa fisik berbasis sports science.

Baca Juga: Waspada Asimetri Otot! Dr. Tommy Pantau Risiko Cedera Campers Lewat VALD

“Pelaksanaan Kopi Good Day DBL Camp tahun ini istimewa karena peserta akan menjalani serangkaian latihan di tiga lapangan di DBL Academy East Jakarta yang semuanya berstandar FIBA level 1. Yang lebih penting lagi, pelaksanaan tahun ini jadi riset sport science,” ujar Azrul.

Konsep “laboratorium olahraga” yang dimaksud Azrul hadir lewat penggunaan perangkat measurement test dari VALD Performance. Peralatan tersebut meliputi Nord Bord, Force Frame, dan Force Decks.

Salah satu camper tengah menjajal teknologi canggih milik DBL Academy, bernama Nord Bord

Nordbord digunakan untuk mengukur kekuatan otot hamstring kanan dan kiri, sekaligus mendeteksi ketidakseimbangan otot. Sementara Force Frame dipakai untuk mengukur kekuatan isometrik kaki dan melihat perbedaan kekuatan tubuh sisi kanan maupun kiri.

Adapun Force Decks berfungsi mengukur tinggi lompatan, tenaga saat mendarat, hingga durasi melayang di udara. Kehadiran perangkat ini melengkapi metode tes fisik DBL Camp yang sebelumnya lebih berfokus pada tinggi lompatan dan kecepatan.

Baca Juga: Pengalaman di Liga Profesional, Kartika Siti Aminah Antusias Ikut DBL Camp 2026

“Data-data dari pengukuran itu akan menjadi acuan untuk melihat sejauh mana kekuatan fisik pemain, kebutuhan metode latihan berdasarkan data yang dihasilkan, potensi cedera, hingga efektivitas gerakan. Seperti sebuah laboratorium olahraga,” lanjut Azrul.

Selain perangkat baru, DBL Camp 2026 juga mengganti metode Beep Test dengan Yo-Yo Test. Tes ini dinilai lebih relevan dengan karakter permainan basket modern karena mengandalkan lari interval disertai jeda pemulihan, menyerupai ritme pertandingan saat pemain berganti dari fase menyerang ke bertahan.

Banyaknya pendekatan baru tersebut mendapat apresiasi dari Keegan Crawford, salah satu pelatih tamu di DBL Camp 2026. Crawford merupakan asisten pelatih Tim Nasional Australia pada FIBA Asia Cup Qualifiers 2025 dan dikenal sebagai pelatih pengembangan ketangkasan individu di klub Perth Wildcats.

Menurut Crawford, perkembangan DBL Camp terlihat nyata dari tahun ke tahun, baik dari sisi fasilitas maupun kualitas peserta.

“Saya beruntung ini menjadi kamp kedua saya bersama DBL dan sangat senang bisa diundang kembali. Fasilitas di sini luar biasa. Lapangannya sangat bagus dan menyenangkan untuk digunakan,” kata Crawford.

Ia juga menilai para peserta tahun ini tampil lebih siap dibanding kunjungan sebelumnya. Menurutnya, para pemain muda Indonesia kini lebih atletis, lebih tenang, dan memiliki kemampuan individu yang semakin baik.

“Setiap tahun saya kembali, para pemain terlihat sedikit lebih berbakat, lebih atletis, dan lebih terkontrol. Saat Anda harus menyaring lebih dari 200 pemain menjadi kelompok terbaik, keterampilan individu akan sangat menentukan,” ujarnya.

Keegan Crawford, salah satu pelatih World Basketball Academy (WBA) Australia yang turut menyaring ratusan campers menuju DBL Indonesia All-Star 2026

Crawford secara khusus menyoroti penggunaan tes hamstring, vertical jump, hingga agility test di DBL Camp. Ia menyebut metode seperti itu bahkan belum umum digunakan secara luas di basket dunia beberapa tahun lalu.

“DBL melakukan pekerjaan yang sangat baik dalam mengikuti tren terbaru basket dunia. Dengan mesin shooting, perangkat tes fisik, dan sumber daya yang ada, DBL termasuk salah satu yang paling mutakhir di negara ini,” ucapnya.

Ia menambahkan, pendekatan latihan di DBL Camp memiliki kemiripan dengan standar pembinaan di Australia, terutama dalam aspek sport science, fisioterapi, serta strength and conditioning.

Meski demikian, Crawford melihat karakter pemain muda Indonesia memiliki ciri tersendiri. Ia menilai Indonesia memiliki banyak guard yang cepat dan lincah, sehingga tantangan berikutnya adalah mengembangkan pemain berpostur besar agar memiliki keterampilan modern.

“Saya melihat banyak guard yang cepat dan lincah di Indonesia. Tantangannya adalah membantu mengembangkan pemain post atau forward agar memiliki skill yang lebih lengkap,” katanya.

Selama pelaksanaan DBL Camp, Badan Tim Nasional (BTN) Indonesia juga memantau langsung perkembangan para peserta. Kehadiran program ini diharapkan dapat membantu pencarian talenta terbaik dari berbagai daerah. Manajer Timnas Basket Indonesia Ronny Gunawan turut hadir dalam pembukaan camp.

Baca Juga: DBL Camp 2026 Hadirkan Kolaborasi Dengan FK Atma Jaya dan UI

Pada edisi kali ini, total terdapat 135 pemain putra, 135 pemain putri, serta 54 pelatih terbaik yang terpilih melalui jalur First Team dan Second Team di masing-masing kota. DBL Indonesia juga membuka peluang tambahan melalui seleksi Road to DBL Camp 2026 dan DBL Play Road to DBL Camp 2026.

DBL Camp 2026 nantinya akan menjadi ajang seleksi pembentukan Kopi Good Day DBL Indonesia All-Star 2026. Tim elite tersebut akan mendapat kesempatan belajar basket di luar negeri.

Menariknya, tahun ini kuota wildcard ditambah dari empat menjadi enam slot. Penambahan tersebut membuka peluang lebih besar bagi campers yang belum masuk daftar utama untuk tetap menembus skuad All-Star melalui jalur wildcard. (*)

Populer

Jadwal DBL Camp 2026: Ada Menu Fisik dan Ketangkasan di Hari Pertama!
Demi Anak, Sanny Wijaya Bangun Lapangan Basket Hingga Bikin Lisensi Pelatih
Nakhoda Berpengalaman! Mengintip Barisan Pelatih DBL Academy di DBL Camp 2026
Selamat Datang di DBL Academy, Ratusan Campers Siap Bersaing di DBL Camp 2026!
Dukung Pemain dan Pelatih Favoritmu di DBL Camp 2026 Lewat Aplikasi DBL Play!