Bagi Xavier Maliq Priyanto, perjalanan menuju Kopi Good Day DBL Camp 2026 ibarat sebuah roller coaster

Guard asal SMA Bina Tunas Bangsa (BTB) Jakarta ini sejatinya hampir kehilangan harapan setelah namanya gagal masuk dalam barisan Kopi Good Day First and Second Team DBL Jakarta musim ini.

Harapan sempat muncul kembali lewat program DBL Play Road to Kopi Good Day DBL Camp 2026. Namun, dunia seolah kembali mengujinya. 

Nama Maliq sempat bertengger di lima besar, akan tetapi perlahan posisinya merosot hingga posisi kedelapan di detik-detik akhir. Pintu seolah tertutup. Bahkan Maliq sudah ikhlas.

Namun, skenario Tuhan memang tak pernah bisa ditebak. Di tengah kepasrahan itu, sebuah notifikasi WhatsApp masuk ke ponselnya tepat setelah ia menyelesaikan sholat dhuhur di sekolah. 

Isinya bukan iklan atau pesan biasa, melainkan undangan Invitational untuk bergabung di DBL Camp 2026. 

"Saya baru selesai sholat dhuhur di sekolah, tiba-tiba dapet WhatsApp. Awalnya saya kira iklan DBL, eh ternyata ajakan bergabung. Alhamdulillah, saya langsung bersyukur banget karena sebelumnya sudah merasa kalah dan ikhlas," kenang Maliq dengan mata berbinar.

Yap, DBL memang memberikan kesempatan kedua bagi para peserta DBL Play Road to DBL Camp 2026 yang berada di peringkat 6-10. Namun, hal ini sifatnya undangan. Mereka tidak wajib menerima undangan tersebut.

Baca Juga: 10 Peserta DBL Play Road to DBL Camp Dapat Undangan ke DBL Camp

Kesempatan "jalur langit" ini tak datang begitu saja. Di belakangnya, ada ekosistem luar biasa yang mendukung. 

SMA Bina Tunas Bangsa, sekolah tempatnya bernaung, memberikan dukungan total. Sang Ibunda, Nina Ratna Budiningsih, bercerita betapa ngotot-nya sekolah mendukung Maliq meski angka vote di atasnya sudah mencapai belasan ribu.

"Sekolah itu dukungannya luar biasa. Mereka selalu bilang, 'nggak apa-apa, ini masih bisa (menang)' dan terus memberikan vote,” ungkap Nina. 

“Bahkan saat saya sudah bilang ke sekolah mungkin ini (DBL Play Road to DBL Camp) belum rezeki Maliq, mereka tetap support. Toleransi dan dukungan sekolah juga gila banget,” imbuhnya.

Puncak drama terjadi saat pengumuman Top 50 Campers di DBL Academy Jakarta. Nama demi nama dipanggil, hingga menyisakan tiga slot terakhir, nama Xavier Maliq belum juga terdengar. 

Ketegangan memuncak. Sang Ibu di tribun penonton sudah tidak bisa tenang, tangannya dingin, hatinya bergejolak antara ingin percaya pada kemampuan anak tapi juga berusaha realistis.

Hingga akhirnya, nama "Xavier Maliq Priyanto" disebut sebagai nama paling akhir dalam daftar Top 50.


Xavier Maliq saat namanya dipanggil menjadi bagian dari Top 50 Campers

Maliq terpaku. Segala lelah dari latihan "berdarah-darah" di rumah, kurang tidur karena excited selama DBL Camp, hingga rasa sakit saat menjalani rangkaian latihan fisik, seolah lunas seketika.

Begitu acara usai, Maliq langsung menghambur ke pelukan sang Ibu. Sebuah pelukan yang berbeda dari hari-hari biasanya.

"Tadi pelukannya sudah sedikit lega, bukan pelukan kaku seperti hari-hari kemarin. Pelukannya terasa berat, karena semua bebannya sudah keluar. Ini target kecil dia, dan akhirnya terbayar," kata Nina sambil menahan haru.

Baca Juga: Menuju Three Peat DBL All-Star Winda Sandia dan Yualita Rency

Bagi Maliq, masuk Top 50 adalah bonus dari kerja kerasnya sejak kelas 7 SMP. Dari seorang anak yang merasa "terlambat" memulai basket, kini mulai berdiri setara dengan para student athlete hebat lainnya.

"Saya mungkin bukan pemain yang paling berbakat secara materi, tapi saya tahu saya sudah kerja keras dari awal. Kesempatan sekejap apa pun harus diambil," tutup Maliq.


Xavier Maliq (barisan bawah ketujuh dari kiri) foto bersama para pemain yang terpilih Top 50 Campers

Maliq membuktikan satu hal. Saat satu pintu tertutup, sujud kepada Tuhan dan kerja keras tanpa henti, berhasil membukakan pintu-pintu lain yang tak terduga. 

Kini, ia siap membawa nama SMA Bina Tunas Bangsa terbang lebih tinggi di panggung DBL Camp. Dan membuat bangga semua orang yang sudah mendukungnya hingga sejauh ini.

Kopi Good Day DBL Camp 2026 akan diselenggarakan pada 27 April hingga 3 Mei 2026. Berbeda dari sebelumnya, DBL Camp musim ini akan menyapa tiga venue sekaligus, yakni DBL Academy Jakarta East (27 April-2 Mei 2026) dan GOR Soemantri Brodjonegoro, Jakarta Selatan & Grand Atrium Mall Kota Kasablanka (1-3 Mei 2026).

Ratusan campers terpilih akan menjadi orang pertama yang menjajal lapangan baru di DBL Academy Jakarta East. Lapangan berstandar internasional ini berlokasi di Genova Asya Commercial GC03-GC07, di Jalan Lake Garden Boulevard Jakarta Garden City, Cakung, Jakarta Timur. 

Di sana, mereka juga akan dibina secara langsung oleh para pelatih berpengalaman dari DBL Academy juga World Basketball Academy.

Tidak hanya itu, publik juga bisa menikmati sajian musik, games, hingga pertandingan eksibisi secara gratis di Kopi Good Day DBL Festival 2026 yang akan berlangsung di Grand Atrium Kota Kasablanka pada 30 April hingga 3 Mei 2026.

Puncaknya, para campers terbaik akan menyandang gelar Kopi Good Day DBL Indonesia All-Star 2026. Mereka akan terbang ke luar negeri untuk menimba ilmu basket hingga berkompetisi di turnamen level pelajar bergengsi. (*)

Baca Juga: Mengenal Kopi Good Day, Produk Kopi Anak Muda yang Banyak Rasa

Profil pemain ini bisa dilihat pada halaman di bawah ini (pengguna Android bisa lakukan scroll dengan double tap)

Populer

Inilah Top 50 Campers Putra Kopi Good Day DBL Camp 2026
Inilah Top 50 Campers Putri Kopi Good Day DBL Camp 2026
Berikut Daftar Top 50 Campers Kopi Good Day DBL Camp 2026
Rekap DBL Camp 2026 Hari Kedua: Persaingan Menuju DBL All-Star Makin Panas!
Gen Z Siap Menginvasi! 11 Pelatih Muda Bakal Berjuang di DBL Camp 2026