Tidak terpilih sebagai first dan second team bukan berarti akhir. Student Athlete masih punya peluang dengan cara mengikuti Road to DBL Camp dan DBL Play Road to DBL Camp. Ada empat pemain putri yang berhasil masuk Top 24 DBL Camp 2026 dari jalur tersebut.
Praisey Blessed memanfaatkan kesempatan semaksimal mungkin. Pemain dari SMA BPK Penabur Cirebon itu mengikuti jalur DBL Play Road to DBL Camp. Eci (sapaan Praisey) bahkan sampai menembus Top 24.
Eci sebenarnya merupakan skuad DBL All-Star 2024. Sejatinya, tahun ini menjadi ketiga beruntun Eci ikut DBL Camp. Tapi ia terpaksa mengundurkan diri seminggu sebelum DBL Camp 2025 karena cedera ACL.
Baca juga: Bukan First & Second Team, Tapi Para Pemain Ini Berhasil Menembus Top 24 (1)
Eci tidak menyerah. Ia menggalang dukungan agar mendapat suara terbanyak. Eci berhasil mengumpulkan 11,937 suara di peringkat keempat dan membawanya ke Jakarta bergabung dengan ratusan peserta yang lain.
Sisi kompetitif Eci terus menyala. Kakak dari Miracle Christiano itu dengan menempati peringkat kedua yo-yo test dengan level 16,5, jarak 1280 meter, dan VO2Max 47,15/kg/menit.
Carlene Orell Gunawan juga mengikuti DBL Play Road to DBL Camp. Carlene mengantar UPH College Tangerang juara DBL Banten dua kali dan ikut DBL Camp. Ia bahkan masuk dalam skuad DBL Indonesia All-Star 2024.
Tapi Carlene tidak masuk roster UPH College musim ini. Tapi ambisi Carlene tidak padam. Ia bersaing dengan 856 peserta di DBL Play Road to DBL Camp. Carlene mengumpulkan 12,152 suara yang menjadi perolehan terbanyak.
Baca juga: Kasih Paham! Kobe Russell Tan Bungkam Cacian Lewat Top 24 Campers
Jalur Road to DBL Camp menjadi jalan bagi student athlete yang tidak mengikuti atau daerahnya belum ada kompetisi DBL Langkah tersebut ditempuh oleh Almeira Callula Mahdiya dari SMAN Ragunan Jakarta.
Almeira mengikuti seleksi Road to DBL Camp pada 30 Januari-1 Februari 2026 di Ancol Hoops Basketball Court. Almeira lolos bersama lima peserta lainnya berhasil membuktikan diri bahwa mereka pantas bersaing di DBL Camp 2026.
Kamila Rara Islami merasakan dua jalan yang berbeda dalam mengikuti dua kali DBL Camp. Tahun lalu Kamila berstatus sebagai pemain first team setelah membawa SMAN 70 Jakarta menjadi juara ibu kota.
Tapi musim ini Kamila tidak masuk dalam tim pertama maupun kedua. Kamila sempat kecewa namanya tidak disebut di Final DBL Jakarta 2025 dan berniat fokus kuliah. Ia awalnya berpikir tidak mendaftar Road to DBL Camp.
Saudari kembarnya, Kayla Rara Imani, yang membuat Kamila berubah pikiran. Kamila akhirnya ikut Road to DBL Camp dan berhasil lolos seleksi. Kini Kamila menjalani DBL Camp kedua bersama Kayla, yang masuk sebagai first team.
Baca juga: Selamat! Empat Campers Amankan Tiket Wild Card di Kopi Good Day 2026