Perjalanan hidup seseorang di lapangan basket adakalanya berjalan penuh kejutan. Hal itulah yang menggambarkan peta karier Fathy Muhammad Zhafif.
Siapa yang menyangka, penggawa andalan SMAN 5 Bogor yang baru saja berjuang membela Tim Nasional (Timnas) U18 Basket Putra Indonesia di Thailand ini punya kisah from zero to hero yang begitu emosional di panggung DBL Indonesia.
Jika memutar balik memori pada gelaran DBL Camp musim lalu (2025), nama Fathy bahkan sama sekali tidak masuk dalam daftar Top 50 Campers.
Langkahnya diprediksi terhenti lebih cepat. Namun, berkat adanya regulasi wild card, Fathy berhasil menjadi salah satu yang terpilih dan membuktikan diri, hingga puncaknya sukses menembus jajaran elite Kopi Good Day DBL Indonesia All-Star 2025.
Kejutan tidak berhenti di situ. Berkah dari kerja keras pasca menerima wild card tersebut langsung mengubah garis hidupnya.
Sebelum berangkat ke Amerika Serikat tahun lalu, Fathy langsung mendapatkan tawaran serius dari tim profesional.
"Tim pro sudah ada yang nawarin setelah dapat wild card, tepatnya sebelum (DBL) All-Star tahun lalu. Lanjut ke pro mau banget pastinya, semoga bisa," kenang Fathy saat diwawancarai via pesan singkat di sela-sela agendanya bersama Timnas di Thailand.

Fathy Muhammad Zhafif (lima dari kanan) saat pertama kalinya membela Indonesia pada ajang internasional FIBA U18 Asia Cup SEABA Qualifiers 2026 Thailand (sumber: Faceboook FIBA)
Mengantongi pengalaman berharga sebagai All-Star musim lalu membuat jalan Fathy di Kopi Good Day DBL Camp 2026 berjalan jauh lebih mulus.
Ia tidak perlu lagi menggantungkan nasib lewat jalur wild card. Sejak awal penyaringan, namanya konsisten nangkring di jajaran Top 50, melaju ke Top 24, hingga kembali mengunci satu tempat di skuad elite Kopi Good Day DBL Indonesia All-Star 2026.
Baca Juga: Kirim Wakil ke Amerika Serikat, Bukti Basket Pelajar Kaltim Makin Serius?
Rentetan prestasi mentereng di level SMA itu pula yang akhirnya membukakan pintu bagi Fathy untuk mencicipi jersei Indonesa pertama kalinya.
Meski sempat mengikuti seleksi nasional (seleknas) saat duduk di bangku kelas 3 SMP namun gagal berangkat, penantian Fathy terbayar lunas tahun ini melalui debutnya di ajang FIBA U18 Asia Cup SEABA Qualifiers 2026.
"Bersyukur banget pastinya. Aku gak mau prediksi-prediksi (bakal kepilih All-Star lagi atau tidak), takut kecewa. Pokoknya berusaha yang terbaik aja. Orang tua juga udah nguatin terus biar aku kuat mentalnya kalau-kalau gak terpilih. Jadi gak ada kepedean berlebih," ungkapnya rendah hati.
Bagi Fathy, basket bukan sekadar media untuk mengejar popularitas. Dampak terbesar yang paling ia syukuri dari pencapaian dua musim berturut-turut ini adalah ruang kesempatan untuk meringankan beban ekonomi keluarganya.
Berkat penampilan impresifnya, Fathy kini resmi menjadi bagian dari binaan tim Pelita Jaya Jakarta. Lewat jalur kemitraan tersebut, ia telah mengamankan beasiswa penuh untuk melanjutkan studi di Universitas Bakrie, Jakarta, dengan mengambil Jurusan Manajemen.
"Besar banget pengaruhnya (setelah terpilih All-Star) di hidup aku. Makin banyak yang kenal, makin banyak yang support dan doakan,” tutur Fathy.
.jpg)
Aksi Fathy (kanan) saat menjalani sesi scrimmage game DBL Camp 2026 di GOR Soemantri Brodjonegoro, Jakarta
“Banyak peluang terbuka juga pastinya, sekaligus bisa meringankan beban orang tua. Jadi kayak gak perlu lagi ngebebanin orang tua buat nyari (biaya) kuliah karena udah dapet beasiswa,” imbuhnya.
Pilihan Jurusan Manajemen yang ia ambil rupanya berakar dari sebuah mimpi yang sangat mulia di masa depan.
Di luar statusnya sebagai pebasket, Fathy menyimpan hasrat untuk menjadi seorang pengusaha sukses demi mengangkat derajat ekonomi keluarganya.
"Kalau berkhayal, aku pengen banget jadi pengusaha, punya restoran atau tempat wisata. Karena keluarga saya usahanya warung kecil, dan saya harap suatu saat bisa punya tempat atau restoran yang pastinya jauh lebih baik dari warung saat ini. Orang tua bangga banget pas tahu basket bisa bawa aku dapet beasiswa kuliah," tambahnya penuh haru.
Baca Juga: Sudah Kirim 86 Wakilnya ke Amerika Serikat, Bukti Jawa Timur Tidak Pernah Tidur!
Dari ribuan peserta DBL di seluruh Indonesia, seorang Fathy Muhammad Zhafif telah membuktikan bahwa tidak ada yang tidak mungkin selama konsistensi dan sikap pantang menyerah dipelihara.
"Pelajaran hidup paling berharga dari lapangan basket adalah berjuang, pantang menyerah, dan positive thinking. Karena ternyata gak ada yang gak mungkin. Kadang masih gak menyangka, dari ribuan peserta DBL, seorang Fathy bisa sampai All-Star," tutup Fathy.
.jpg)
Reaksi Fathy (tengah) saat namanya dipanggil menjadi bagian dari Kopi Good Day DBL Indonesia All-Star 2026
Ratusan campers terpilih telah menjadi orang pertama yang menjajal lapangan baru di DBL Academy Jakarta East. Lapangan berstandar internasional ini berlokasi di Genova Asya Commercial GC03-GC07, di Jalan Lake Garden Boulevard Jakarta Garden City, Cakung, Jakarta Timur.
Di sana, mereka juga kembali merasakan pengalaman dilatih para coach dari DBL Academy juga World Basketball Academy. Tak hanya itu, di sana campers juga merasakan bagaimana metode pelatihan baru serta penggunaan alat-alat berbasis sports science.
Rangkaian DBL Camp juga kembali menghadirkan Kopi Good Day DBL Festival 2026 di Grand Atrium Kota Kasablanka pada 30 April-3 Mei 2026. Di tempat itu pula diumumkan campers terbaik akan menyandang gelar Kopi Good Day DBL Indonesia All-Star 2026.
Mereka inilah yang berkesempatan terbang ke luar negeri untuk menimba ilmu basket hingga berkompetisi di turnamen level pelajar bergengsi.(*)
Baca Juga: Mengenal Kopi Good Day, Produk Kopi Anak Muda yang Banyak Rasa
Profil pemain ini bisa dilihat pada halaman di bawah ini (pengguna Android bisa lakukan scroll dengan double tap)