Berbicara mengenai peta kekuatan basket pelajar di Indonesia, mata publik hampir tidak pernah bisa lepas dari Jawa Timur.
Provinsi ini telah lama menjelma menjadi pabrik pencetak talenta-talenta muda berbakat yang tidak pernah absen menghiasi panggung tertinggi, DBL Indonesia All-Star.
Komitmen dan konsistensi luar biasa tersebut bukan sekadar isapan jempol, melainkan sebuah fakta historis yang tak terbantahkan.
Terhitung sejak edisi DBL Indonesia All-Star pertama kali diterbangkan ke Amerika Serikat pada 2010 silam, Jawa Timur tercatat selalu berhasil mengirimkan delegasinya.
Hingga musim Kopi Good Day DBL Indonesia All-Star 2026 ini, akumulasi total keterwakilan pemain dan pelatih asal Jatim telah mencapai angka yang fantastis, yakni 86 orang.
Sebuah capaian masif yang menjadi bukti bahwa gairah dan roda pembinaan basket di Jawa Timur memang tidak pernah tidur.
Jika menilik sejarahnya, tradisi All-Star Jatim dibuka pada tahun 2010 oleh nama-nama legendaris. Salah satunya adalah Henny Sutjiono asal SMA Frateran Surabaya, didampingi oleh Budi Santoso, pelatih SMA Petra 5 Surabaya.
Fondasi kokoh yang mereka bangun terbukti berumur panjang. Henny sendiri kini tumbuh menjadi salah satu pilar utama yang rutin mempersembahkan medali untuk Tim Nasional Putri Indonesia di berbagai ajang internasional.
Baca Juga: Inilah Pemilik Gelar Kopi Good Day DBL Indonesia All-Star 2026
Seiring berjalannya waktu, dinasti prestasi Jawa Timur di panggung DBL Indonesia All-Star terus berkembang.
Menengok ke belakang, DBL Indonesia All-Star 2022 sebenarnya menjadi puncak pembuktian bagi Jawa Timur.
Kala itu, Jatim mencetak rekor bombastis dengan mengirimkan sebanyak 11 wakil sekaligus, jumlah terbanyak dalam sejarah DBL, yang mendominasi sektor putra, putri, hingga jajaran pelatih.
Jelas bukan hal mudah untuk menjaga konsistensi tersebut. Lebih-lebih musim ini persaingan makin sengit. Jakarta mencuat jadi saingan terberat yang hampir menyamai catatan Jatim, setelah sukses meloloskan 10 wakilnya masuk barisan Kopi Good Day DBL Indonesia All-Star 2026.
Baca Juga: Jakarta Kembali Mendominasi, Kirim 10 Wakil ke DBL Indonesia All-Star 2026
Meski musim ini jumlah delegasi Jawa Timur menyusut menjadi lima wakil, taring mereka sama sekali belum tumpul.
.jpg)
Deretan wakil dari Jawa Timur yang terpilih skuad elite DBL Indonesia All-Star musim ini
Dalam kondisi sengit sekalipun, sejarah mencatat setidaknya paling sedikit ada 2 wakil Jawa Timur yang mengamankan tiket ke Amerika Serikat di setiap musimnya.
Untuk musim ini, perwakilan Jawa Timur yang bakal berangkat ke Amerika Serikat diwakili oleh lima nama.
Di sektor putri, ada duet andalan SMA St. Louis 1 Surabaya, Joanne Giovanni dan Richelle Evelyn Widjaja.
Baca Juga: Sempat Masuk IGD, Joanne Giovanni Tetap Tangguh dan Terpilih DBL All-Star Lagi
Sementara di kubu putra, nama Gerrard Matthew Boentara asal SMA Cita Hati East Surabaya sukses menjaga marwah Kota Pahlawan.
Slot All-Star tahun ini juga berhasil ditembus oleh srikandi Malang, Hannah Harshita dari SMA Kolese Santo Yusup Malang.
Melengkapi daftar tersebut, ada satu nama yang mencuri perhatian di jajaran pelatih, Mey Putridiana.
Legasi luar biasa sukses diukir oleh kepala pelatih SMAN 3 Malang ini. Ia menjadi orang pertama yang pernah merasakan atmosfer DBL Indonesia All-Star sebagai pemain (edisi 2008 ke Australia) sekaligus sebagai pelatih di musim ini.
Mantan penggawa liga profesional ini juga menjadi pelatih perempuan keenam dalam sejarah DBL yang berhasil menakhodai skuad elite DBL Indonesia All-Star.
Bagi Coach Mey, membagikan ilmu ke generasi penerus di Jawa Timur adalah sebuah kewajiban agar basket di daerahnya tidak tertinggal.
"Biar ilmunya nggak habis untuk diri saya. Apalagi kan saya merasa kalau di daerah saya (Malang) ini masih tertinggal dari Surabaya. Biar nggak semakin tertinggal sama daerah-daerah lain juga," ungkap Coach Mey.
Lewat ilmu baru yang diserapnya selama DBL Camp kemarin, Coach Mey menaruh harapan besar agar potensi melimpah dari Jatim dan Indonesia tidak berhenti di tingkat SMA. Ia pun menyuarakan pentingnya wadah kelanjutan bagi para pebasket muda.
"Wadah untuk potensi-potensi pemain dan pelatih ini harus dibikin lagi (liga profesional putri). Karena lewat sana kita bisa terus mengasah diri dan belajar. Nggak boleh berhenti cuman sampai SMA atau bahkan kuliah aja," tandasnya.
Kelima nama DBL Indonesia All-Star musim ini merupakan representasi teranyar dari dinasti basket Jawa Timur. Bukti nyata bahwa pialanya terus berputar, regenerasinya terus berjalan, dan prestasinya tak pernah padam.
Kopi Good Day DBL Camp 2026 telah diselenggarakan pada 27 April hingga 3 Mei 2026. Berbeda dari sebelumnya, DBL Camp musim ini menyapa tiga venue sekaligus, yakni DBL Academy Jakarta East (27 April-2 Mei 2026) dan GOR Soemantri Brodjonegoro, Jakarta Selatan & Grand Atrium Mall Kota Kasablanka (1-3 Mei 2026).
Ratusan campers terpilih telah menjadi orang pertama yang menjajal lapangan baru di DBL Academy Jakarta East. Lapangan berstandar internasional ini berlokasi di Genova Asya Commercial GC03-GC07, di Jalan Lake Garden Boulevard Jakarta Garden City, Cakung, Jakarta Timur.
Di sana, mereka juga kembali merasakan pengalaman dilatih para coach dari DBL Academy juga World Basketball Academy. Tak hanya itu, di sana campers juga merasakan bagaimana metode pelatihan baru serta penggunaan alat-alat berbasis sports science.
Rangkaian DBL Camp juga kembali menghadirkan Kopi Good Day DBL Festival 2026 di Grand Atrium Kota Kasablanka pada 30 April-3 Mei 2026. Di tempat itu pula diumumkan campers terbaik akan menyandang gelar Kopi Good Day DBL Indonesia All-Star 2026.
Mereka inilah yang berkesempatan terbang ke luar negeri untuk menimba ilmu basket hingga berkompetisi di turnamen level pelajar bergengsi.(*)
Baca Juga: Mengenal Kopi Good Day, Produk Kopi Anak Muda yang Banyak Rasa