Joanne Giovanni tersenyum lebar sepanjang rangkaian training camp (TC) Kopi Good Day DBL Indonesia All-Star 2026 di Jakarta.
Mulai dari kedatangan, sesi latihan, hingga scrimmage game, Meme -sapaan akrabnya- menikmati seluruh kesempatan itu dengan hati dan energi yang ceria.
“TC All-Star tahun ini seru banget! Semua acaranya dari awal sampai akhir juga oke,” sebutnya yang antusias untuk bertemu dan menjalin kedekatan dengan rekan-rekan All-Star lainnya dari seluruh Indonesia.
Performa Meme di lapangan sesuai ekspektasi. Fisiknya kuat bagaikan baja. Tembakannya selalu tajam seperti sedia kala. Pemain bertinggi badan 172 cm itu mendeskripsikan permainannya dengan satu kata: konsisten.
Momen ini telah didambakan Meme sejak kecil. Kini, ia akan pergi menimba ilmu di Amerika Serikat untuk kedua kalinya.
Baca juga: Cara Sederhana Inez Angelina Welly Usir Jenuh di Tengah Rutinitas Padat
Capaian impresifnya ini tidak lepas dari aksi dominannya dalam setahun terakhir. Di Honda DBL with Kopi Good Day 2025 East Java, ia sukses meraih trofi pemain terbaik (MVP) sekaligus gelar juara bersama SMA St. Louis 1 Surabaya (Sinlui),
Bukan hanya itu, kiprah Meme juga terus meroket di panggung internasional.
Pada 19 September 2025, pemain kelahiran tahun 2009 itu berhasil membawa pulang medali perunggu FIBA U16 Women’s Asia Cup Division B 2025. Sekitar seminggu kemudian, ia juga menyabet medali emas dari ajang SEABA U17 3X3 Cup 2025.
Setelah terpilih masuk ke dalam jajaran DBL All-Star 2026, namanya kembali dipanggil untuk mengenakan jersei Merah Putih di FIBA U18 Women’s Asia Cup SEABA Qualifiers 2026. Menang 67-53 atas Tailan di laga semifinal, mereka resmi terkualifikasi untuk berkompetisi di babak utama.
Itulah yang membuat kebahagiaan Meme terpancar di gedung DBL Academy East Jakarta. Namun, di balik semua itu, ada satu hal krusial seputar dirinya yang tidak diketahui banyak orang.
“Jujur aku sempat jenuh sama basket. Jenuh banget,” ujarnya.
Baca juga: Filosofi Bersyukur Bawa Kartika Hatta Bangkit dari Titik Terendah Karier
Ya, mengejar prestasi tanpa henti membutuhkan pengorbanan yang luar biasa besar. Meme selalu menghabiskan kesehariannya untuk berlatih mati-matian, makan teratur, menghindari cedera, dan memulihkan diri. Rasa bosan akhirnya tidak terhindarkan.
Kendati demikian, itu bukan berarti Meme ingin berhenti melakoni olahraga yang telah ia cintai sejak kecil ini.
Di tengah kesibukannya, Meme selalu meluangkan waktu untuk membangkitkan semangatnya demi kembali berjuang di lapangan. Salah satu opsi favoritnya adalah kembali ke alam.

Momen Joanne Giovanni mendaki gunung bersama ibunya, Inggrid Magdalena (Foto: dokumentasi pribadi Joanne Giovanni)
Meme memanfaatkan gagahnya pegunungan di provinsi Jawa Timur untuk menjernihkan pikiran serta membuat tubuhnya lebih rileks. Memijak tanah coklat yang subur di antara barisan pepohonan hijau sungguh memberikan sensasi yang khas untuknya.
“Jadi ke alam tuh kayak bebas banget. Meskipun aku banyak jatuh-jatuh, udara dan suasananya tetap enak. Lepas banget kalau di sana,” ceritanya.
Ribuan meter di atas permukaan laut, Meme berhasil menemukan jiwa yang baru. Semangatnya sama seperti ketika ia pertama kali mengenal bola basket.
Baca juga: Chimaobi Bertaruh Jarak Bekasi-Jakarta Sebelum Terpilih DBL All-Star dan Timnas
Meski begitu, khusus sebelum bertolak ke Amerika, Meme hendak melakukan kegiatan yang berbeda untuk menghilangkan rasa jenuhnya.
“Karena sekarang lagi padat-padatnya latihan untuk musim ini dan Meme harus recovery penguatan, jadi Meme healing-nya berenang,” tegasnya.
Adapun aktivitas sederhana seperti mendengarkan lagu serta bermain bersama teman dan keluarga juga tidak pernah gagal membuat keseharian Meme semakin berwarna.
Sebagai seorang student-athlete, kesempatan untuk meraih cita-cita setinggi langit memang tidak bisa dilewatkan. Namun, saat sudah merasa lelah, Meme merasa bahwa ada baiknya jika ia istirahat sejenak untuk menyegarkan diri agar bisa kembali lebih kuat.
Terima kasih karena telah berjuang keras demi masa depan basket Indonesia!
Kopi Good Day DBL Camp 2026 sukses diselenggarakan pada 27 April hingga 3 Mei 2026 silam. Kini, barisan pemain dan pelatih terbaik yang berhasil menyandang predikat Kopi Good Day DBL Indonesia All-Star 2026 tengah bersiap untuk bertolak ke Amerika Serikat pada Juli 2026.
Selama di Amerika Serikat, skuad elite ini tidak hanya akan belajar dan berlatih bersama jajaran pelatih top NBA, tetapi juga akan menguji kemampuan mereka dalam turnamen basket level pelajar setempat. (*)
Baca juga: Ibunda Viknes Waren: DBL dan Basket Membentuk Mentalnya Sejak Remaja
Kalian bisa memantau seluruh update terkait Kopi Good Day DBL Indonesia All-Star 2026 pada laman di bawah ini