ESG

DBL ACADEMY

JR DBL

MAINBASKET

SAC

HAPPY
WEDNESDAY

DISWAY

MAINSEPEDA

Chimaobi Nzekwue saat sesi pemanggilan pemainggilan pemain di laga uji coba DBL Indonesia All-Star 2026 di DBL Academy Jakarta

Musim debut Chimaobi Nzekwue di panggung Honda DBL with Kopi Good Day 2025-2026 berjalan layaknya sebuah dongeng fiksi. 

Bagaimana tidak? Datang sebagai debutan 5on5 bersama SMA Jubilee Jakarta, pebasket kelas XI yang akrab disapa Chima ini langsung menyapu bersih gelar bergengsi. 

Dirinya berhasil masuk jajaran Kopi Good Day First Team 2025 Jakarta, menembus Kopi Good Day DBL Indonesia All-Star 2026, hingga debut mengenakan jersei Merah Putih bersama Timnas U18 Indonesia pada ajang FIBA U18 Asia Cup SEABA Qualifiers 2026 Thailand.

Padahal, setahun lalu, namanya bahkan tidak masuk ke dalam kerangka tim utama Jubilee untuk kompetisi 5on5 dan hanya bisa membela sekolah di kategori 3X3 untuk kompetisi DBL Jakarta.

"Waktu kelas X, tim Jubilee itu masih jamannya Kenneth Leebron, Timothy Marvel, timnya masih kuat banget dan 'OP' (overpowered). Jadi hal yang wajar kalau aku gak kepilih," kenang Chima jujur.

Namun, kegagalan itu tidak membuatnya rendah diri. Di bawah tangan dingin Hoei Maechel (Coach Mike), pelatih SMA Jubilee Jakarta Chima terus digembleng bersama tim utama. 

"Coach Mike ngajakin aku latihan terus sama mereka. Lama-lama mental dan IQ basket aku naik mengikuti ritme mereka sampai bisa seimbang. Proses itulah yang nge-build aku hingga bisa seperti sekarang di tahun kedua," tambahnya.

Di balik kilau prestasinya saat ini, ada pengorbanan luar biasa yang jarang diketahui publik. Rumah Chima berada di Bekasi, sementara seluruh pusat kegiatan latihan dan turnamen Jubilee berpusat di Jakarta. Setiap hari, ia harus bertarung dengan jarak dan rasa lelah di atas sepeda motor.

"Perjuangannya banyak sih. Rumahku jauh di Bekasi, sedangkan kegiatan sehari-hari di Jakarta. Itu kerasa banget bolak-balik naik motor. Bahkan pas libur sekolah dan gak bisa stay di mess, aku harus PP Tangerang-Bekasi setiap hari buat turnamen. Total jaraknya bisa 40 kilometer sendiri," ucapnya.

Baca Juga: Cinta Tulus Bung Towel Antar Inez Kejar Prestasi sampai Amerika

Tak hanya jarak, intensitas latihannya saat awal masuk SMA pun terbilang gila-gilaan demi mengejar ketertinggalan performa. 

"Waktu kelas X, aku pernah latihan pagi-sore sampai 13-14 kali seminggu. Capek banget, cuman kalau melihat hasilnya sekarang, rasanya puas sekali," tuturnya lega.

Melihat padatnya jadwal mulai dari kompetisi Honda DBL with Kopi Good Day 2025 Jakarta, Kopi Good Day DBL Camp 2026, hingga langsung tersambung ke training camp Timnas U18 yang baru rampung minggu lalu, Chima mengaku belum menyentuh titik jenuh. 

Baginya, atmosfer kompetisi level Asia justru menjadi tamparan keras yang membuka matanya.

"Kalau titik jenuh, aku belum ngerasa jenuh sih. Aku justru malah balik dari Thailand kemarin bikin aku sadar sekurang apa aku di lapangan. Aku melihat di sana levelnya sudah beda banget. Pulang dari sana aku malah jauh lebih semangat karena banyak banget yang harus diperbaiki," tegas Chima.

DBL-All-Star-Chimaobi-Nzekwue-SMA-Jubilee-Jakarta
Chimaobi coba memasukkan bola saat tembakan bebas di laga uji coba kontra Universitas Budi Luhur Jakarta

Kini, statusnya sebagai pemain DBL All-Star perlahan mengubah hidupnya. Chima menceritakan bagaimana ia mulai sering dimintai foto bersama hingga tanda tangan oleh para penggemar. 

Walau senang, ia sadar ada tanggung jawab besar yang harus ia pikul di pundaknya untuk menjaga standar permainannya agar selalu konsisten.

Menatap perjalanannya ke Amerika Serikat pada bulan Juli 2026 mendatang, Chima mengaku sudah tidak sabar untuk merasakan atmosfer basket di negara kiblat bola basket dunia tersebut. Ia ingin merasakan kerasnya kompetisi lokal di sana.

"Aku gak sabar buat tanding lawan akamsi. Di Amerika kan basketnya nomor satu di dunia, aku ingin ngerasain atmosfernya. Di sana kan kalau main basket pride-nya tinggi banget. Kalau untuk pressure sih enggak ada, flow aja, yang penting kasih yang terbaik dan percaya satu sama lain," katanya.

Menariknya, sebagai pencinta tim NBA Boston Celtics, Chima menyimpan satu impian terbesar jika mendapat kesempatan bertemu tokoh legendaris NBA di Amerika Serikat nanti. 

"Aku tahu dari tahun-tahun sebelumnya kita latihan bareng pelatih sana. Kalau ditanya pelatih impian, aku pengen banget bisa ketemu Coach Steve Kerr (pelatih Golden State Warriors)!" tutup Chima.

Kopi Good Day DBL Camp 2026 sukses diselenggarakan pada 27 April hingga 3 Mei 2026 silam. Kini, barisan pemain dan pelatih terbaik yang berhasil menyandang predikat Kopi Good Day DBL Indonesia All-Star 2026 tengah bersiap untuk bertolak ke Amerika Serikat pada Juli 2026.

Selama di Amerika Serikat, skuad elite ini tidak hanya akan belajar dan berlatih bersama jajaran pelatih top NBA, tetapi juga akan menguji kemampuan mereka dalam turnamen basket level pelajar setempat. (*)

Baca Juga: Mengenal Kopi Good Day, Produk Kopi Anak Muda yang Banyak Rasa

Kalian bisa memantau seluruh update terkait Kopi Good Day DBL Indonesia All-Star 2026 pada laman di bawah ini

Comments (1)
PRESENTED BY
OFFICIAL SUPPLIERS
SUPPORTING PARTNERS