ESG

DBL ACADEMY

JR DBL

MAINBASKET

SAC

HAPPY
WEDNESDAY

DISWAY

MAINSEPEDA

Victor Putra Gotama saat membela SMA St Louis 1 Surabaya di Final Party Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java-North

Victor Putra Gotama mengemban tugas yang tidak biasa di Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java-North.

Kini menduduki bangku kelas XII, namanya dipercaya untuk menjadi kapten tim basket putra SMA St Louis 1 Surabaya (Sinlui). Ya, tim yang telah menjadi juara DBL East Java-North empat kali dalam 5 musim terakhir. Tujuh kali beruntun jika dalam lingkup DBL East Java secara keseluruhan.

Ada pula satu hal yang berbeda dari Victor. Jika biasanya seorang kapten hadir dengan energi yang berapi-api di lapangan, Victor selalu terlihat lebih diam dan tenang, tetapi permainannya tetap tegas.

Jadi, seperti apa keseharian yang dilalui sang kapten tim putra Sinlui agar bisa memperoleh sikap seperti itu, terutama pada detik-detik menjelang pertandingan di partai puncak?

Apalagi, lawan yang mereka hadapi adalah SMA Gloria 1 Surabaya. Terakhir kali mereka bertemu di Final Party DBL East Java-North 2024, Sinlui harus menelan kekalahan yang tidak disangka banyak orang.

Victor pun merupakan salah satu pemain yang mengambil bagian dari cerita pahit mereka itu.

Setelah mendapatkan izin dari manajer dan orangtua, saya akhirnya berkesempatan untuk menjalani hari dan menghidupi momen-momen penting menjelang Final Party bersama Victor pada Sabtu, 3 Oktober 2026.

***

Cerah. Itulah satu kata yang bisa mendeskripsikan cuaca pada hari itu.

Saya berangkat ke rumah Victor di kawasan Surabaya Timur sekitar pukul 11.00 WIB. Sebenarnya kami sudah janjian untuk bertemu pada pukul 12.00 WIB. 

Bagaimanapun, kediaman saya berada di ujung Surabaya Selatan. Jaraknya sekitar 18 kilometer. Akhirnya saya berangkat lebih awal menggunakan sepeda motor. Menerjang panasnya Kota Surabaya sembari mendengar lagu-lagu klasik dari rekomendasi aplikasi yang saya gunakan.

Dalam perjalanan, saya sempat melewati kompleks Sinlui. Terlihat beberapa anak sudah berjalan mengenakan kaos Sinluiers (julukan kelompok suporter Sinlui), padahal laga tim putri baru digelar sekitar 2 jam lagi. 

Ini sungguh merupakan hari yang penting untuk mereka.

Akhirnya saya tiba di rumah Victor pada pukul 11.58 WIB. Rupanya Victor sudah siap untuk menemui saya. Ia langsung keluar dari rumah dan menyapa sesaat setelah saya memberi kabar.

Sang ibu, Ketut Sukmawati, juga langsung memberikan senyuman hangat kepada saya. Kedua anjing peliharaan kesayangan Victor pun turut menyambut dengan meriah. Rasanya seperti berkunjung ke rumah sahabat saya sendiri saat SMP. Nostalgia.

Saya kemudian langsung diarahkan untuk duduk di ruang tamu. Melihat sekeliling, saya merasa takjub. Banyak piala yang terpajang gagah di atas lemari. Medali-medali juara juga digantung di dekat lemari itu.

Ada juga rak berisi sepatu-sepatu basket yang menjadi saksi bisu perjuangan Victor meraih mimpi di olahraga ini. Modelnya bermacam-macam. 

Sepatu yang ingin Victor gunakan pun sudah ia masukkan ke dalam tas. Sebetulnya, Victor telah mempersiapkan semua hal yang dibutuhkan untuk bertanding pada saat itu. Ia hanya tinggal sekedar mengganti baju dengan atribut Sinlui saja sebelum berangkat.

Kedisiplinan memang merupakan salah satu nilai utama yang ingin Sinlui tanam kepada anak-anaknya dengan sungguh-sungguh.

Saya lantas mulai membuka obrolan dengan Victor. Ia mulai membicarakan banyak hal. Salah satunya adalah bagaimana ia mengenal olahraga basket. 

“Sudah main basket dari TK. Dulu ikut papaku main di lapangan NSA dan IPH East,” sebutnya.

Minat Victor jadi semakin serius ketika sang papa mengajaknya untuk bergabung dengan klub basket. Itu juga sekaligus dimanfaatkan untuk mengisi waktu luangnya. “Misal latihannya jam 10, jam 8 aku sudah di lapangan,” tambahnya.

Percakapan kami kemudian beralih ke pengalaman menjalani kehidupan sebagai student-athlete di Sinlui. Laga final melawan Gloria 1 pada 2024 lalu itu menjadi gim yang tidak akan pernah Victor lupakan.

Baca juga: Papa Charly dan Cara Uniknya Abadikan Perjalanan Basket Sang Anak

“Pas itu mereka (Gloria 1) lagi murup (menyala). Tembak apa aja masuk. Memang bukan harinya buat kita. Gak kepikiran karena Sinlui kan sudah lama gak pernah kalah juga. Terus saat tahun pertamaku tiba-tiba kalah jadi agak terbebani sih,” cerita Victor.

Victor juga langsung diandalkan menjadi wakil kapten untuk Justin Patrick Alex pada musim debutnya itu. Ia sudah menghadapi tekanan yang bukan sembarangan sejak pertama kali melantai di DBL East Java-North.

“Gak nyangka bisa beneran kalah. Tapi ya sudah tetap fokus untuk masuk final berikutnya (East Java Championship). Jangan sampai kelolosan lagi. Mau bagaimana pun sudah tetap terjadi,” tegasnya.

Menjadi seorang kapten pada tahun terakhir pun mendatangkan sejumlah tantangan baru. Seperti memastikan kelengkapan alat-alat untuk latihan. 

“Kita seringnya latihan di sekolah. Lapangan cuma satu dan outdoor. Terus sekarang (lapangannya) sering dipakai event HUT ke-75 Sinlui,” jelas Victor.

Selain itu, Victor juga harus membimbing rekan-rekannya yang baru bergabung ke dalam tim. Terutama yang masih duduk di bangku kelas X.

“Rookie-rookie kayak Rama (Ramadhan Audrey Mahardika), Matthew (Angkriwan), kalau ada yang bingung langsung diarahin,” ungkapnya.

Kesanggupan Victor sebagai kapten akhirnya diuji ketika Sinlui berhadapan dengan Nation Star Academy Surabaya (NSA) untuk memperebutkan tiket Fantastic Four. 

Saat itu, permainan mereka di luar ekspektasi. Bahkan, Sinlui sampai tertinggal dari NSA pada tiga kuarter pertama. NSA juga sempat unggul hingga 11 poin.

“Kuarter satu sampai tiga mainnya kacau. Nembak gak ada yang masuk. ‘Bau’ semua tangannya. Anak-anak ini tambah down, ‘Kok kayak gini?’” cerita Victor.

Di momen itu lah Victor langsung merasa bahwa ia harus menyulut api semangat anak-anak Sinlui. Ia juga dibantu oleh Coach Ivan Widianto Tjahjono pada saat itu. Akhirnya Sinlui berhasil bangkit pada kuarter empat dan membawa pulang kemenangan (22-20).

SMA St Louis 1 Surabaya

Victor Putra Gotama bersama para pemain SMA St Louis 1 Surabaya ketika berhadapan dengan Nation Star Academy Surabaya di Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java-North

***

Sekitar 4 setengah jam sebelum melantai di Final Party DBL East Java-North 2026, saya dan Victor masih menikmati percakapan seputar keseruan bersekolah di Sinlui. 

Tidak lama setelah itu, saya akhirnya menemukan jawaban dari pertanyaan yang ada di benak saya sepanjang musim ini. Senjata yang membuatnya tenang dalam kondisi apa pun.

Sesungguhnya Victor tidak melakukan persiapan yang kompleks menuju partai final. Ia cuma menjalani istirahat penuh selama 12 jam. Dari jam 9 malam sampai jam 9 pagi khusus hari itu. Setelahnya, ia hanya bersantai sembari menunggu waktu tanding.

Namun, ada satu hal yang tidak bisa Victor lewatkan, yaitu datang, berdoa, dan berdiam diri di rumah adorasi. 

Sebagai informasi, adorasi merupakan bentuk penghormatan dan penyembahan khusus dalam keyakinan yang dianut Victor. Sebelum bertanding, ia sering mengunjungi tempat tersebut.

Victor lantas mengajak saya untuk pergi ke rumah adorasi itu. Kebetulan saya juga menghidupi iman yang sama dengannya. Jadi, saya memilih untuk mengikutinya. 

Kami berangkat bersama ke rumah tersebut sekitar pukul 13.00 WIB. Lokasinya hanya terpisah dua gang dari kediaman Victor, sekitar 500 meter. Namun, karena cuaca panas dan demi efisiensi waktu, kami akhirnya menggunakan mobil. Victor yang mengemudi.

“Saya benar-benar kebantu. Rasanya lebih tenang. Selama ini aku merasa kalau aku gak mungkin bisa di titik ini kalau bukan karena Tuhan. Doa-doaku juga sering dijawab,” ucap Victor.

Baca juga: Bryan Gilbert Ajak Sahabat Masa Kecilnya di Final Party DBL East Java-North 2026

Victor

Victor Putra Gotama memanjatkan doa sebelum bertanding di Final Party Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java-North

Rumah adorasi tersebut terlihat sederhana dan syahdu bagi orang-orang yang aktif berdoa di sana, termasuk Victor. Kami akhirnya masuk ke dalam ruangan tempat pujian dan rasa syukur itu digaungkan dalam hati. 

Hening. Tidak ada sepatah kata pun yang diucapkan. 

Kira-kira ada lima orang yang turut berdoa di situ, belum menghitung saya dan Victor. Kami duduk di barisan paling belakang.

Tanpa berlama-lama, Victor langsung memusatkan dirinya kepada Sang Pencipta dan mulai berdoa rosario. Doa tersebut akhirnya selesai setelah 15 hingga 20 menit berjalan. Victor kemudian terdiam sejenak. Mengumpulkan energi yang akan membantunya untuk bertanding di lapangan.

Setelah itu, Victor melanjutkan doanya di depan Gua Maria yang terletak persis di samping ruangan sebelumnya. Suasananya tetap sunyi.

***

Kami pun segera beranjak kembali ke rumah Victor. Sebelum itu, ia mengambil sebuah kertas kecil di dekat pintu masuk. Isinya adalah kutipan kitab suci yang dapat dijadikan pegangan selama menjalani hari.

Dalam perjalanan, saya kembali bercakap-cakap dengannya. Salah satu topiknya adalah tentang permohonan yang ia bawa ke rumah adorasi itu.

“Semoga dikasih kemenangan, kekuatan untuk bisa main dengan maksimal. Dijauhkan dari marabahaya,” tutur Victor.

Victor pun mengaku merasa sedih karena ini merupakan tahun terakhirnya bermain bersama Sinlui di DBL. “Biasanya selesai sekolah rutinitasnya latihan, terus setelah DBL selesai nanti masih gak tahu mau ngapain. Sedih,” katanya.

Baca juga: Dulu Dilatih Coach Ivan, Kini Bonfil Gandeng Sang Guru

Tinggal beberapa detik sebelum tiba di rumah, Victor kembali mempertegas harapannya untuk Sinlui pada musim ini. “Jangan sampai kalah, daripada menyesal,” sebutnya.

Sebelum berangkat ke DBL Arena, sang ibu menawarkan makan siang dan minum susu untuk Victor. Namun, ia hanya memilih untuk mengonsumsi pisang. Alasannya sederhana. “Dia (Victor) takut suduken (nyeri perut) kalau makan banyak,” jelas ibunya.

Sekitar pukul 14.00 WIB, kami semua akhirnya pergi menuju DBL Arena. Victor bersama kedua orangtua menggunakan mobil. Saya tetap mengendarai motor.

***

Setelah kurang lebih 45 menit perjalanan, saya tiba di DBL Arena. Dari luar, saya bisa mendengar suara drum dan sorakan anak-anak Sinluiers dan Bluestars (julukan suporter SMA Gloria 1 Surabaya). Bisa dipastikan bahwa laga final putri telah berlangsung.

Saat saya masuk, ternyata pertandingan telah memasuki kuarter ketiga. Putri Sinlui telah memimpin dengan jarak poin dobel digit. Saya menyempatkan waktu untuk menyaksikan laga tersebut sebelum Victor memberi pesan bahwa ia juga telah sampai.

Setelah bertemu kembali dengan Victor, saya melihat ada sesuatu yang sedikit berbeda dengannya. Ia mengalungkan rosario di lehernya. “Pakainya di mobil. Nanti dilepas (sebelum bertanding),” jelasnya.

Victor sungguh mengandalkan Tuhan dalam setiap perjalanan hidupnya. Adanya rosario di lehernya itu seolah melambangkan bahwa ia tidak sendirian. Itu lah yang membuatnya merasa tenang. 

Di depan ruang ganti, Victor mengajak teman-temannya untuk melakukan pemanasan. Ia terlihat santai. Tidak jarang Victor menjalani pemanasan sambil memainkan ponselnya.

Ada juga anak-anak Gloria 1 di dekat mereka yang turut mempersiapkan fisik untuk bertanding. Victor pun sempat bercanda dengan kapten Gloria 1, Glenn Mathew Patar Matondang, mengenai gaya rambut barunya untuk laga final ini.

Baca juga: 7 Tahun Berlalu, Marcellino Bonfilio Kembali ke Sinlui

Di lapangan, mereka memang bermusuhan. Namun, di luar lapangan, persahabatan tetap terjalin. Mereka sama-sama berjuang dan saling mendukung untuk meraih mimpi mereka di panggung DBL.

Setelah sesi pemanasan fisik selesai, Victor membuat sebuah lingkaran bersama anak-anak Sinlui 1. “Doa sek, doa sek,” katanya.

Selain memimpin doa, Victor juga memberikan kata-kata motivasi untuk membuat semangat rekan setimnya semakin membara. Sinlui siap membalas kekalahan mereka 2 tahun lalu!

***

Di sekitar area itu, ada salah satu sahabat Victor, Javier Chandra, yang juga menunggu laga final putra dimulai. Ia akan menemani Victor untuk masuk ke lapangan saat namanya disebut dalam starting lineup Sinlui.

Javier sudah akrab dengan Victor sejak mereka jadi teman sekelas pada tahun lalu. “Aku happy banget bisa karena bisa menemani Victor buat tampil di last dance-nya,” ucapnya.

Persaudaraan yang kuat itu membuat Javier menjadi salah satu saksi perjuangan Victor untuk tampil maksimal sebagai student-athlete. Ia melihat Victor harus tetap belajar serius di sela-sela latihan dan pertandingannya. “Sorenya dia latihan, malamnya belajar,” tambahnya.

Kemudian, Javier juga berharap agar Victor bisa memperoleh banyak capaian berharga pada tahun terakhirnya.

“Semoga di final dan Championship nanti bisa main bagus, jadi juara, dan Victor bisa jadi MVP dan DBL All-Star!” tegas Javier. 

***

Final Party DBL East Java-North 2026 sektor putra akan diselenggarakan dalam hitungan menit. Seluruh pemain Sinlui dan sahabat-sahabat mereka telah bersiap di lorong untuk masuk ke dalam lapangan.

Victor berada di barisan paling belakang. Sebagai kapten, namanya disebut paling terakhir. Berbeda dengan pemain lainnya yang saling bersenda gurau, Victor tetap diam dan fokus menyiapkan dirinya.

Ia pun kembali memanjatkan doa secara pribadi. Waktunya sudah hampir tiba. Saatnya untuk memberikan yang terbaik.

Satu per satu para pemain Sinlui berjalan memasuki lapangan. Victor dan Javier tidak ingin menyia-nyiakan momen istimewa ini. Saat giliran mereka berdua untuk masuk, mereka langsung melakukan gerakan tangan yang seru, kemudian diakhiri dengan tanda salib.

Victor dan Javier

Victor Putra Gotama dan Javier Chandra masuk ke lapangan jelang Final Party Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java-North

Pertandingan telah dimulai. Pada kuarter pertama, ia tampil solid sebagai seorang fasilitator. Sebanyak tiga assist berhasil Victor catat. 

Baca juga: Tahun Terakhir SMA, Joanne Kejar Satu Kejuaraan Lagi tuk Lengkapi Perjalanannya

Victor akhirnya mendapatkan poin pertamanya pada awal kuarter kedua berkat operan dari Nicholas Kenzo Wiyanto. Permainannya sangat tenang. Victor berhasil memancing pemain Gloria 1 untuk meloncat dan mencoba melakukan blok. 

Ia menunggu pemain itu selesai melompat, kemudian memasukkan bola dengan kondisi terbuka lebar.

Situasi yang sama kembali terulang menjelang kuarter kedua. Victor berhasil melewati dua penjaga sekaligus berkat kesabaran dan ketenangannya. 

Tembakan dari dekat garis tripoin melesat mulus. Di saat para pemain Sinlui menggebu-gebu melihat aksinya, Victor tidak menunjukkan sikap yang ekspresif. Ia hanya menerima tepukan teman-temannya dengan fokus yang tajam.

Victor

Victor Putra Gotama menembak bola untuk SMA St Louis 1 Surabaya di Final Party Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java-North

Seiring berjalannya pertandingan, Sinlui semakin nyaman dengan kedudukan mereka. Momentum tidak pernah lepas dari tangan Victor dan kawan-kawan. 

Sisa 25 detik pada kuarter keempat. Sinlui telah unggul 61-44 atas Gloria 1. Victor mendapatkan kesempatan untuk melakukan free throw.

Sebelum itu, ia berjalan mendekati ring sambil membuat tanda salib. Dalam hitungan detik, ia dan Sinlui akan mengakhiri pertandingan dan kemenangan manis dan menjadi juara DBL East Java-North selama dua musim beruntun.

Saat buzzer terakhir berbunyi, Victor hanya bisa tersenyum setelah melihat semua perjuangannya hingga berada di titik ini.

Ia pun membukukan 16 poin, 5 assist, dan 3 rebound dengan akurasi tembakan 43 persen. Permainannya cukup efisien. Perolehan poinnya merupakan yang terbanyak dari seluruh pemain Sinlui.

“Gak kebayang (bisa cetak 16 poin). Pokoknya aku fokus buat menangin gimnya. Pokoknya main yang terbaik, timnya menang. Puji Tuhan,” tegas Victor.

Victor juga menyebut bahwa ia merasa cukup lelah setelah menjalani pertempuran yang intens di laga ini. “Lapar! Lapar aku sekarang,” kelakarnya dengan lantang.

Baca juga: Harus Menepi, Miley Tetap Kawal Sinlui hingga Juara

Setelah melakukan beragam bentuk selebrasi di lapangan, Victor dan Sinlui berencana untuk makan malam bersama sebagai bentuk perayaan atas kemenangan di panggung tertinggi ini.

“Pergi ke restoran. Tiap tahun kalau habis tanding dan juara makan di sana,” jelas Victor.

Wawancara terakhir sesuai pertandingan itu akhirnya menjadi penutup kebersamaan saya bersama Victor pada hari itu. Setelah berpamitan, Victor keluar dari DBL Arena sembari membawa piagam juara yang telah diperjuangkan mati-matian oleh timnya.

***

Setiap orang memiliki cara yang berbeda untuk menggapai mimpinya.

Victor telah menunjukkan bahwa sebuah mimpi besar bisa digapai dalam diam dan penuh ketenangan. Biarkan aksinya yang berbicara di lapangan.

Apa pun rintangannya, Victor akan selalu berusaha keras untuk memberikan penampilan dan hasil yang terbaik. Sisanya ia serahkan kepada Yang Maha Kuasa.

Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 siap mengguncang 31 kota di 22 provinsi se-Indonesia. Seperti musim sebelumnya, DBL Indonesia akan menjaring para student-athlete terbaik dari setiap kota untuk memperebutkan tiket DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp.

Tak kalah seru, Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 juga menghadirkan AZA 3X3 Competition serta AQUA DBL Dance 2026-2027 dengan mengusung tema "100% Indonesia". Seluruh keseruan pertandingan bisa disaksikan secara langsung di kanal YouTube DBL Play, serta di YouTube Good Day ID khusus untuk laga final. (*)

Baca juga: Pertegas Dominasi, Sinlui Kawin Gelar Lagi di DBL East Java-North 2026!

Profil pemain ini bisa dilihat pada halaman di bawah ini (pengguna Android bisa melakukan scroll dengan double tap)

Comments (0)
PRESENTED BY
OFFICIAL SUPPLIERS
SUPPORTING PARTNERS