ESG

DBL ACADEMY

JR DBL

MAINBASKET

SAC

HAPPY
WEDNESDAY

DISWAY

MAINSEPEDA

Potret pelatih tim putri SMA St. Louis 1 Surabaya, Andreas Marcellino Bonfilio saat mengawal srikandi Sinlui berlaga di Round 2 Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java-North

Terakhir kali Andreas Marcellino Bonfilio datang ke DBL Arena, ia masih mengenakan jersei dan berlari mengejar kemenangan bersama SMA St. Louis 1 Surabaya (Sinlui).

Kini, tujuh tahun berselang, pelatih yang akrab disapa Bonfil ini kembali ke tempat yang pernah menjadi bagian penting dalam hidupnya. Bukan sebagai pemain, melainkan berdiri di pinggir lapangan sebagai pelatih tim putri Sinlui yang berlaga di Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java-North.

Ada sedikit nostalgia ketika ia kembali. Suasana DBL Arena masih terasa familiar, meski zaman sudah berubah dan semuanya kini terasa lebih digital.

“Wah, terakhir kali saya ke sini (DBL Arena) itu tahun 2019. Jadi sudah berapa tahun? Tujuh tahun. Akhirnya kembali ke sini lagi, di tempat yang sama ketika saya dulu bermain. Senang dan excited, juga nostalgia sedikit,” cerita Bonfil.

Kembalinya Bonfil ke Sinlui juga terasa seperti sebuah perjalanan yang berputar kembali ke titik awal.

Baca juga: Hasil DBL East Java-North: Putri Sinlui dan Gloria 1 Menang Meyakinkan!

Jauh sebelum menjadi student-athlete yang dikenal di DBL East Java-North, Bonfil adalah putra Blitar yang sejak kecil punya satu keinginan sederhana yakni bersekolah di Sinlui.

Keinginan itu muncul karena saudara-saudaranya lebih dulu bersekolah di sana. Bonfil pun membayangkan dirinya suatu hari mengenakan seragam Sinlui. Ia akhirnya merantau ke Surabaya dan mewujudkan keinginan tersebut.

Di Sinlui pula perjalanan basketnya berkembang.

Potret Andreas Marcellino Bonfilio saat membawa Sinlui mempertahankan gelar juara di DBL East Java 2019

Bonfil membawa Sinlui menjadi juara DBL East Java-North pada 2018 dan 2019. Ia bahkan terpilih sebagai MVP selama dua tahun berturut-turut. Salah satu pertandingan yang paling melekat dalam ingatannya adalah final melawan SMAN 2 Surabaya pada 2019. Kala itu, Bonfil mencatatkan 26 poin dan 10 assist.

Bukan hanya gelar yang ia bawa pulang dari masa tersebut. Basket kemudian membawanya semakin jauh.

Ia terpilih menjadi DBL All-Star pada 2018 dan 2019, mendapat kesempatan pergi ke Amerika Serikat sebanyak dua kali, kemudian melanjutkan perjalanan ke level yang lebih tinggi bersama Indonesia Patriots di IBL 2021. Setelah itu, ia juga menjadi bagian dari perjalanan Jawa Timur di PON, meraih medali perak cabor basket 5x5 pada PON 2021 dan emas 3x3 pada PON 2024.

Baca juga: Kakak Adik Rajwa dan Parves Wujudkan Mimpi Bersama di Smala

Namun, ketika mengingat kembali semua pencapaian tersebut, Bonfil justru teringat pada mimpi yang sangat sederhana.

“Saya dari kecil pengin ke Amerika karena DBL. Saya selalu baca koran. Dulu kan koran. Saya simpan korannya, saya lihat, dan saya juga sering berdoa, ‘Tuhan, suatu saat saya pengin berada di titik ini, di mana masuk koran dan ke Amerika,” kenang pelatih berusia 24 tahun itu. 

Mimpi itu akhirnya benar-benar terjadi.

Dari seorang anak yang hanya melihat nama-nama pemain di koran, Bonfil kemudian merasakan sendiri bagaimana namanya diberitakan. Ia juga akhirnya menginjakkan kaki di Amerika melalui basket.

Kini, setelah melewati begitu banyak pengalaman sebagai pemain, Bonfil berada dalam fase yang berbeda.

Pada pertengahan Mei, ia menerima tawaran untuk melatih tim putri Sinlui. Keputusan itu tidak langsung ia ambil. Bonfil saat ini juga menjalani aktivitas sebagai fundamental skill coach dan private coach, sehingga persoalan waktu menjadi pertimbangan utama.

Namun, pada akhirnya ia menerima tawaran tersebut.

Tantangan pertamanya pun langsung terlihat. Menurut Bonfil, masih banyak hal yang perlu dibenahi dari tim putri Sinlui, terutama fundamental.

“Banyak yang harus dibenahi ya, terutama fundamental nya. Jadi banyak PR-nya,” ujarnya.

Baca juga: Mimpi yang Dulu Dikejar, Kini Muhammad Adhim Tumbuhkan

Meski begitu, Srikandi Sinlui mampu mengawali perjalanan mereka dengan hasil meyakinkan. Pada laga pertama bersama Bonfil sebagai coach, Sinlui menang telak 88-3 atas SMAN 1 Pacet Mojokerto.

Hasil tersebut menjadi awal yang baik bagi Bonfil dan timnya. Namun, bagi mantan penggawa Sinlui itu, perjalanan mereka tentu tidak berhenti pada satu kemenangan.

Pengalaman bertahun-tahun sebagai pemain kemudian menjadi bekal Bonfil untuk menghadapi tantangan tersebut. Ia pernah merasakan dilatih oleh banyak coach dengan karakter dan cara melatih yang berbeda. Semua pengalaman itu kini ia kumpulkan menjadi caranya sendiri dalam mendampingi pemain muda khususnya student-athlete.

“Dari berbagai macam pelatih yang pernah melatih saya itu semua punya plus minus masing-masing, semua punya ilmunya masing-masing, semua punya karakteristiknya masing-masing,” katanya.

Pengalaman itu membuat Bonfil ingin membantu tim Sinlui berkembang lebih lengkap. Bukan hanya soal kemampuan individu, tetapi juga basketball IQ, teamwork, mental, dan berbagai hal lain yang dibutuhkan dalam sebuah tim.

Sebab, kini ia tidak lagi mengejar mimpi dengan bola di tangannya sendiri.

Ia melihat mimpi itu pada para student-athlete yang berdiri di depannya.

Baca juga: Deretan Pelatih Smala Ini Pernah Tampil di Liga Profesional hingga Timnas!

“Saya pengin mereka bisa lebih berkembang secara individual, juga secara basketball IQ. Mengerti bahwa banyak faktor yang harus kita kuasai dan kita lengkapi di sebuah tim basket. Enggak cuma individual dan teamwork, ada masalah-masalah lain, mental dan lain-lain,” tutur Bonfil.

Menjadi pelatih di sekolah yang dahulu membentuknya tentu membawa tekanan tersendiri. Bonfil sadar, ada ekspektasi yang ikut melekat karena ia pernah menjadi bagian dari tim Sinlui yang meraih gelar juara.

Namun, bagi Bonfil, tekanan sudah menjadi bagian dari kehidupan seorang pemain basket.

Coach Marcellino Bonfilio saat memberikan arahan dari pinggir lapangan kepada srikandi Sinlui di Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java-North

“Berat sih, banyak tekanan. Tapi untuk seorang pemain basket, tekanan itu sudah jadi sehari-hari. Jadi sudah terbiasa. Tinggal butuh konsistensi dan banyak berdoa,” tutupnya.

Kini, mimpinya pun ikut bergeser.

Dulu ia ingin masuk koran. Ingin pergi ke Amerika. Ingin merasakan level tertinggi yang bisa ia capai lewat basket. Satu per satu mimpi itu telah ia jalani.

Sekarang, Bonfil kembali ke Sinlui dengan mimpi yang bukan lagi sepenuhnya tentang dirinya.

Ia ingin melihat tim putri Sinlui mempertahankan gelar dengan permainan terbaik dan berkelas. Lebih dari itu, ia ingin pengalaman yang dulu membawanya sejauh ini bisa menjadi bekal bagi generasi setelahnya.

Tempat yang dulu menjadi awal dari perjalanan mimpinya, kini menjadi tempat Bonfil membantu mimpi orang lain tumbuh.

Baca juga: Dua Olahraga Kafka Elhazima dan Misi Membawa Smansa Tuban Melangkah Jauh

Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 siap mengguncang 31 kota di 22 provinsi se-Indonesia. Seperti musim sebelumnya, DBL Indonesia akan menjaring para student-athlete terbaik dari setiap kota untuk memperebutkan tiket DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp.

Tak kalah seru, Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 juga menghadirkan AZA 3X3 Competition serta AQUA DBL Dance 2026-2027 dengan mengusung tema "100% Indonesia".  Seluruh keseruan pertandingan bisa disaksikan secara langsung di kanal YouTube DBL Play, serta di YouTube Good Day ID khusus untuk laga final. (*)

Profil pelatih ini bisa dilihat pada halaman di bawah ini (pengguna Android bisa melakukan scroll dengan double tap)

Comments (0)
PRESENTED BY
OFFICIAL SUPPLIERS
SUPPORTING PARTNERS