Rimbun Sidahuruk tidak menyangka namanya disebut sebagai salah satu dari empat pelatih DBL Indonesia All-Star 2026. Rimbun mengikuti Kopi Good Day DBL Camp 2026 yang merupakan partisipasi pertamanya.

“Enggak bisa diungkapkan dengan kata-kata. Senang banget. Sebenarnya pengen nangis lho ini,” ungkap pelatih yang tahun ini membawa SMA Pangudi Luhur ke final Honda DBL with Kopi Good Day 2025 - 2026 Jakarta South itu.

Ada total 52 pelatih yang mengikuti DBL Camp 2026. Rimbun terpilih sebagai pelatih DBL Indonesia All-Star 2026 bersama dengan May Putridiana (SMAN 3 Malang), Daniel Tedjo Seputro (SMAN 11 Semarang), dan Gian Gumilar (SMAN 9 Bandung).

“Saya beruntung ya. Banyak yang menginginkan posisi ini. Jadi saya bersyukur baanget. Ada banyak teman-teman yang mencoba beberapa kali. Saya sempat berkecil hati karena baru pertama kali ikut DBL Camp,” kata Rimbun.

Baca juga: Jakarta Kembali Berkuasa, Kirim 9 Wakil ke DBL Indonesia All-Star 2026

Para pelatih tersebut menjalani materi yang berlangsung di DBL Academy Jakarta pada 27 April hingga 3 Mei 2026. Mereka mendapat materi dari tim pelatih World Basketball Academy (WBA) Australia hingga praktisi di berbagai bidang yang berkaitan dengan kepelatihan.

“Awalnya ikut DBL Camp buat mencari pengalaman dulu. Tidak berharap apa-apa. Tapi saya tidak menyangka bisa mendapat kesempatan untuk masuk skuad DBL Indonesia All-Star,” ucap Rimbun.

Seleksi pertama memilih 16 pelatih terbaik. Kemudian ada tes untuk menentukan empat pelatih yang masuk dalam skuad DBL Indonesia All-Star 2026. Skuad tersebut juga berisi dengan 24 pemain putra dan putri.

Baca juga: Perjalanan Berliku Jordan Marcellino di Kopi Good Day DBL Camp 2026

Pengalaman sebagai asisten pelatih di IBL membuat Rimbun bisa melalui seleksi dengan baik. Rimbun pernah menjadi bagian dari Borneo Hornbills (sekarang Bogor Hornbills) pada 2023-2024.

Ia juga sukses membawa DKI Jakarta meraih emas di PON XX/2021 Papua dan PON XXI/2024 Aceh/Sumut. Rimbun pertama kali tampil di DBL pada 2023 dengan menjadi pelatih SMA Labschool dan melaju hingga fantastic four.

Musim ini Rimbun berkomitmen dengan SMA Pangudi Luhur. Rimbun menceritakan bahwa sebenarnya ada tawaran untuk bergabung di tim IBL lagi. Tapi jadwalnya bentrok dengan DBL Camp. Itu yang membuat Rimbun akhirnya memilih melepas tawaran dari liga profesional.

“Saya izin, misalnya terpilih All-Star dan ternyata tidak dikasih izin. Saya akhirnya memilih DBL karena menurut saya lebih dulu dipilih.  Saya tidak mau mengkhianati yang sudah memilih saya,” tegas Rimbun.

Rimbun dan tiga pelatih lainnya serta 24 pemain DBL Indonesia All-Star 2026 akan bersiap berangkat ke Amerika Serikat. Mereka mengikuti program latihan dan kompetisi di Negeri Paman Sam tersebut.

Rimbun meyakini, meski melepas tawaran liga profesional tahun, peluang untuknya tidak akan tertutup. Apalagi setelah mengenyam pengalaman berlatih di AS.

“Saya yakin peluang itu terus terbuka. Saya cuma meyakinkan kalau setiap pilihan yang kita ambil itu yang terbaik. Sekalipun ujungnya nggak sesuai target, saya percaya itu sudah rencana Tuhan yang terbaik,” pungkasnya. (rag)

Baca juga: Kartika Hatta Mahanani, Dua Kali MVP, Dua Kesan Berbeda

Populer

Lepas Tawaran Tim Profesional, Rimbun Sidahuruk Justru Masuk DBL All-Star
Dari Pemain IBL ke Pelatih Juara, Transformasi Tak Terduga Hendra Thio
Misi Pelatih Imanudin Husnuzan: Dari Banyuwangi, Untuk Banyuwangi
Ukuran dan Tinggi Ring Basket Sesuai Aturan FIBA
Jadwal DBL Camp 2026: Ada Menu Fisik dan Ketangkasan di Hari Pertama!