Cerita inspiratif datang dari Joanne Giovanni. Bintang SMA St. Louis 1 Surabaya (Sinlui) itu berhasil mengamankan tiket Kopi Good Day DBL Indonesia All-Star keduanya pada musim ini.
Berbeda dengan All-Star pertamanya, Meme—sapaan karibnya—harus melalui perjalanan yang jauh lebih berat tahun ini.
Sebelum Kopi Good Day DBL Camp 2026 memasuki fase Top 50, kondisi fisik Meme dikabarkan sempat menurun drastis hingga ia harus dilarikan ke Instalasi Gawat Darurat (IGD).
"Sakitnya batuk, pilek, muntah, dan pusing banget sampai mataku nge-blur," kata Meme.
Menurutnya, DBL Camp tahun ini memiliki jadwal yang lebih padat serta intensitas yang lebih tinggi.
"Karena seharian di lapangan, badanku jadi gak enak. Malamnya aku juga telat makan jadi aku harus ke IGD buat disuntik," tuturnya.
Meski begitu, Meme tidak menyerah berkat dukungan keluarganya. “Papa, Mama, Koko, mereka orang yang paling dukung Meme. Mereka tahu Meme capek habis drop, masuk IGD buat diinfus,” ungkapnya.
“Mereka sangat khawatir, tapi mereka tetap support dan itu membuat aku bangkit,” tambahnya.
Baca juga: Mey Putridiana: All-Star Pertama yang Pernah Terpilih Sebagai Pemain dan Pelatih
Joanne Giovanni (tengah) mengoper bola ke rekan setimnya di sesi scrimmage game Kopi Good Day DBL Camp 2026
Di balik perjuangannya itu, sang Most Valuable Player (MVP) Honda DBL with Kopi Good Day 2025/2026 East Java mengaku tetap menikmati keseruan yang ditawarkan DBL Camp.
“DBL Camp gila serunya banget karena kita bisa ketemu teman baru dari berbeda kota. Karena beda kota, kita harus kenalan dan ngobrol-ngobrol lebih dekat biar chemistry-nya dapat,” ucap Meme.
Sesudah namanya dipanggil, Meme mendedikasikan semua kerja kerasnya itu untuk Tuhan. “Aku bersyukur kepada Tuhan. Aku ternyata mampu buktikan kalau Meme itu bisa. Keluarga juga sangat senang dan aku sangat bersyukur karena itu,” sebutnya.
Meme pun telah menentukan sejumlah ekspektasi selama ia dan pemain All-Star lainnya berlatih di Amerika Serikat.
Ia berharap seluruh rangkaian DBL All-Star 2026 dapat berlangsung lebih seru dibanding pengalamannya setahun lalu.
Baca juga: Jordan Marcellino Akhiri Penantian 10 Tahun Putra Medan di DBL All-Star
Meme juga menantikan kerja sama yang lebih kompak antar sesama All-Star di lapangan, terutama saat bertanding di turnamen level pelajar melawan pemain-pemain Amerika.
“Semoga tahun ini timnya lebih solid, chemistry-nya kuat, dan bisa juara lagi. Kita have fun aja together di Amerika,” tegas Meme.
Musim 2025/2026 disebut-sebut sebagai musim yang sempurna untuk Meme.
Selain meraih gelar MVP dan All-Star, ia juga berhasil membawa pulang gelar juara Honda DBL with Kopi Good Day 2025/2026 East Java untuk Sinlui.
Itu merupakan kejuaraan pertama tim putri Sinlui setelah puasa gelar selama 10 tahun (2016).
Gelaran Kopi Good Day DBL Camp 2026 telah berlangsung 27 April hingga 3 Mei 2026. Berbeda dari sebelumnya, DBL Camp musim ini menyapa tiga venue sekaligus, yakni DBL Academy Jakarta East (27 April-2 Mei 2026) dan GOR Soemantri Brodjonegoro, Jakarta Selatan & Grand Atrium Mall Kota Kasablanka (1-3 Mei 2026).
Ratusan campers terpilih telah menjadi orang pertama yang menjajal lapangan baru di DBL Academy Jakarta East. Lapangan berstandar internasional ini berlokasi di Genova Asya Commercial GC03-GC07, di Jalan Lake Garden Boulevard Jakarta Garden City, Cakung, Jakarta Timur.
Di sana, mereka juga kembali merasakan pengalaman dilatih para coach dari DBL Academy serta World Basketball Academy. Tak hanya itu, di sana campers juga merasakan bagaimana metode pelatihan baru serta penggunaan alat-alat berbasis sports science. (*)
Baca juga: Jakarta Kembali Mendominasi, Kirim 10 Wakil ke DBL Indonesia All-Star 2026
Profil pemain ini bisa dilihat pada halaman di bawah ini (pengguna Android bisa lakukan scroll dengan double tap)