Kopi Good Day DBL Camp 2026 jadi saksi bisu lahirnya sejarah baru. Di tengah ketatnya persaingan ratusan student athlete terbaik se-Indonesia, terselip satu nama yang mencuri perhatian, ia adalah Miracle Christiano.
Pemain SMA Raffles Christian School Jakarta ini tak sekadar masuk dalam barisan Kopi Good Day Second Team 2025 Jakarta dan beranjak ke DBL Camp, ia jjuga menyabet predikat Kopi Good Day DBL Indonesia All-Star 2026 sekaligus gelar Most Valuable Player (MVP) di musim perdananya.
Banyak pemain harus menghabiskan seluruh masa SMA-nya demi mengejar satu tiket ke Amerika Serikat, namun Miracle berhasil melakukannya di tahun pertama.
Menariknya, pemain berusia 15 tahun ini mengaku sempat tak percaya diri menghadapi persaingan yang ada.
"Jujur, di awal saya sama sekali tidak kepikiran bisa sampai menjadi DBL All-Star karena saingannya bagus-bagus," ungkap Miracle.
Namun, keraguan itu ia tepis lewat persiapan matang selama satu bulan penuh sebelum DBL Camp. Baginya, rahasia untuk tidak nervous melawan barisan pemain yang lebih senior adalah penguatan mental.
"Cara saya melatih mental adalah dengan terus memotivasi diri sendiri saat latihan fisik. Mindset saya harus tetap positif, do the best and let God do the rest," tambahnya.
Kedewasaan Miracle ternyata lahir dari didikan sang Ibu, Liana Rosmasari, yang juga seorang pelatih basket sekolahnya.
Menurut Liana, DBL memberikan dampak besar pada kedisiplinan anaknya. "Mereka menjadi lebih memperhatikan nutrisi, jam istirahat, dan sangat menghargai value orang lain. DBL membina karakter anak berdasarkan attitude, itu nomor satu," jelas Liana.
Baca Juga: Bukan Sekadar Comeback, Praisey Blessed Bawa Adik dan Sepupu ke Amerika
Di balik ketenangannya di lapangan, Miracle ternyata memiliki ritual doa yang sangat sakral bersama sang Ibu.
Ritual ini biasanya dilakukan saat Miracle merasa takut atau kurang percaya diri menghadapi suatu hal berat.
"Biasanya saya meminta doa kepada Mama. Setelah didoakan, saya jadi merasa lebih berani," kata Miracle.
Ritual tersebut sering terlihat bahkan beberapa kali saat sang ibunda menghampirinya selama DBL Camp berlangsung.
"Mama selalu bersyukur karena Tuhan menjauhkan saya dari cedera dan menjaga keluarga kami tetap lengkap. Biasanya ditutup dengan doa Bapa Kami," tambahnya.
Kedekatan emosional ini diakui Liana justru semakin menguat berkat DBL. "Setiap (dia) mau masuk lapangan, dia selalu video call, 'Ma, aku mau masuk lapangan ya, doain aku'. Hubungan kami malah jadi makin dekat."
Selain kedekatan bersama orang tua, salah satu momen yang paling berkesan bagi Miracle selama di DBL Camp adalah ketika namanya mulai dilirik oleh para pelatih internasional dari World Basketball Academy (WBA).
Aksi Miracle Christiano saat menjalani sesi scrimmage game Top 30 DBL Camp 2026
Miracle menceritakan pengalaman unik tersebut saat memasuki babak Top 24 Campers. "Waktu Top 24, Coach Keegan (Crawford) sempat panggil nama saya. Di situ saya cukup bangga karena beliau bisa ingat dan memanggil pakai nama, biasanya kan pakai nomor jersey," kenangnya sambil tertawa.
Hal kecil dari pelatih kelas dunia itu menjadi suntikan semangat luar biasa bagi Miracle untuk terus mendominasi hingga akhir.
Keberangkatan Miracle ke Amerika Serikat tahun ini terasa berkali lipat lebih spesial. Pasalnya, ia tidak terbang sendirian.
Baca Juga: Jakarta Kembali Mendominasi, Kirim 10 Wakil ke DBL Indonesia All-Star 2026
Ia akan ditemani oleh kakaknya, Praisey Blessed, dan sepupunya, Matthew Ivander. Fenomena tiga anggota keluarga dalam satu skuad All-Star adalah kejadian langka dalam sejarah DBL.
Miracle bercerita bahwa sejak awal mereka bertiga selalu berdoa agar bisa memberikan yang terbaik.
"Pas tahu kalau kami bakal berangkat bareng, kami happy banget. Yang langsung terlintas di pikiran kami tentu ingin mencoba makanan di sana dan jalan-jalan, tapi kami juga tidak lupa kalau kami akan mendapatkan banyak ilmu baru," jelasnya.
Cuplikan Miracle Christiano (ketiga dari kiri), Praisey Blessed (ketiga dari kanan), dan Matthew Ivander Setiawan (kedua dari kanan) bersama keluarga usai pengumuman DBL Indonesia All-Star (sumber: dokumentasi pribadi)
Momen ini sekaligus jadi penebusan bagi sang kakak, Praisey (Eci). Liana menceritakan perjuangan berat Eci yang sempat mengalami cedera ACL tahun lalu tepat satu minggu sebelum keberangkatan, padahal saat itu ia berstatus MVP DBL Camp 2024.
"Untuk kembali dari cedera itu susah, banyak atlet yang gagal. Tapi Eci komitmen dengan rehab 10 bulan demi bisa ikut lagi di tahun terakhirnya. Saya terharu dia terpilih lagi tahun ini," tutur Liana.
Yap, Eci memang sempat dinobatkan sebagai pemain terbaik saat DBL Camp 2024. Dan dua musim berselang giliran sang adik, Miracle yang mengamankan gelar tersebut.
Baca Juga: Tiga Edisi DBL Camp, Tiga MVP, Satu Sekolah: SMA BPK Penabur Cirebon!
Bagi Miracle, gelar MVP dan status DBL Indonesia All-Star di tahun pertama adalah pengingat bahwa tidak ada yang mustahil jika dibarengi dengan kerja keras.
Baginya, perayaan terbaik bukanlah pesta pora, melainkan kehadiran keluarganya yang memberikan dukungan langsung di tribun saat pengumuman.
"Pastinya ini sangat berarti buat saya. Saya ingin memanfaatkan kesempatan ini sebaik mungkin karena tidak semua orang bisa merasakannya," tutup sang MVP baru tersebut.
Kopi Good Day DBL Camp 2026 telah diselenggarakan pada 27 April hingga 3 Mei 2026. Berbeda dari sebelumnya, DBL Camp musim ini menyapa tiga venue sekaligus, yakni DBL Academy Jakarta East (27 April-2 Mei 2026) dan GOR Soemantri Brodjonegoro, Jakarta Selatan & Grand Atrium Mall Kota Kasablanka (1-3 Mei 2026).
Ratusan campers terpilih telah menjadi orang pertama yang menjajal lapangan baru di DBL Academy Jakarta East. Lapangan berstandar internasional ini berlokasi di Genova Asya Commercial GC03-GC07, di Jalan Lake Garden Boulevard Jakarta Garden City, Cakung, Jakarta Timur.
Di sana, mereka juga kembali merasakan pengalaman dilatih para coach dari DBL Academy juga World Basketball Academy. Tak hanya itu, di sana campers juga merasakan bagaimana metode pelatihan baru serta penggunaan alat-alat berbasis sports science.
Rangkaian DBL Camp juga kembali menghadirkan Kopi Good Day DBL Festival 2026 di Grand Atrium Kota Kasablanka pada 30 April-3 Mei 2026. Di tempat itu pula diumumkan campers terbaik akan menyandang gelar Kopi Good Day DBL Indonesia All-Star 2026.
Mereka inilah yang berkesempatan terbang ke luar negeri untuk menimba ilmu basket hingga berkompetisi di turnamen level pelajar bergengsi.(*)
Baca Juga: Mengenal Kopi Good Day, Produk Kopi Anak Muda yang Banyak Rasa
Profil pemain ini bisa dilihat pada halaman di bawah ini (pengguna Android bisa lakukan scroll dengan double tap)