Tak terpilih menjadi skuad elite Kopi Good Day DBL Indonesia All-Star 2025 begitu berat dan sulit dilupakan oleh Inez Angelina Welly, student athlete asal SMA BPK Penabur Cirebon.
Pada momen-momen pemanggilan tersebut, namanya tak disebut dalam urutan pertama, pertengahan, bahkan terakhir. Sepulangnya dari kamp tahun lalu, semangatnya untuk melantai tak lagi sama. Mimpi yang ia gantung belum bisa diwujudkan dalam sekali percobaan.
“Tahun lalu dia nangis cuman berhenti di Top 24. Nggak sampai All-Star. Padahal ia ingin betul (terpilih All-Star) dan setidaknya bisa masuk sekali,” ujar Tommy Welly, papa dari Inez.
Inez lantas memulai musim keduanya di Honda DBL with Kopi Good Day 2025-2026 dengan banyak probabilitas. Mulai dari semakin banyaknya ruki-ruki fenomenal yang muncul di tiap kota dan berangkat ke DBL Camp 2026.
Apalagi mengetahui fakta bahwa lima pendatang di sektor putri di DBL Camp berhasil masuk ke skuad DBL All-Star 2026. Dengan realitas demikian, tentu tidak mudah untuk langsung menatap tiket All-Star bagi Inez.
Paling terdekat adalah ia harus bersinar di DBL Bandung dan DBL West Java agar terpilih masuk di skuad Kopi Good Day First and Secon Team 2025-2026 West Java.
Baca juga: Terpilih Top 24 Campers, Inez Angelina Welly Janji Lebih All Out!
Hasilnya? Inez mengantongi rata-rata 20,6 poin dari tiga laga. Persentase tembakannya juga berada di angka 40 persen. Inez terpilih masuk di daftar First Team bersama dua temannya dari SMA BPK Penabur Cirebon, Kartika Hatta dan Racquell Fulgencia.
Kopi Good Day DBL Camp 2026 menjadi kesempatan keduanya untuk mewujudkan mimpi yang sempat tertunda musim lalu.
“Tahun ini aku lebih siap. Aku jadikan tahun lalu sebagai pelajaran biar lebih baik lagi,” ungkap Inez.
Persiapan yang ia lakukan juga begitu kompleks. Bukan cuman terus mengasah kemampuan. Bukan juga sekadar meningkatkan fisiknya agar tak mudah lelah ketika melahap jadwal padat selama kamp.
“Aku sempat belajar sampai ke Filipina buat vision dan pemahaman aku di basket itu terus naik. Salah satu keunggulan yang ada di diriku tahun ini ya di basketball IQ,” ujarnya.
Keterampilan yang sudah diasah tajam ini menjadi salah satu senjata rahasia Inez di DBL Camp 2026. Meski begitu, tahapan seleksi masih membuatnya takut. Ia belum benar-benar yakin bahwa satu tiket DBL All-Star bisa digenggam kalau namanya tak kunjung disebut.
Baca juga: Bung Towel, Dukungan Anak, Perbedaan Basket dan Sepak Bola
“Aku takut aja nggak kepilih karena kan tahun lalu kan aku gagal. Tapi, sekarang sudah lega. Akhirnya kesebut walaupun paling akhir,” kenangnya.
Perasaan takut dan was-was tak terpilih muncul bukan tanpa sebab. Langkah yang tersandung di kamp musim lalu menjadi salah satu faktor pertimbangan Inez untuk tetap melantai di musim ini dan musim-musim mendatang.
“Aku sempat bilang ke diriku sendiri, kalau misal aku nggak terpilih tahun ini, mungkin tahun depan aku sudah nggak basket lagi,” terangnya.
Pada momen kembalinya ke DBL Camp, Inez cukup percaya dirinya bisa bounce back (bangkit dan berjuang untuk tiket DBL All-Star). Salah satu perkakas terakhir yang ia punya adalah keyakinan.
Baca juga: Dukungan Penuh Bung Towel Iringi Setiap Langkah Inez Sebagai Student Athlete!
“Tahun ini aku lebih confident. Aku punya handling yang bagus, basketball IQ, dan vision. Meski umur aku masih belasan, tapi cara aku ngelihat pertandingan itu sudah di level atasnya,” tandasnya.
Berbahagialah untuk Inez yang masih percaya. Percaya bahwa dia bisa mewujudkan mimpi kecilnya, terpilih menjadi penggawa DBL All-Star. Di tengah banyak sorotan kamera yang mengajak Inez dan ayahnya foto bersama, sang mama menikmati momen mahal dengan senyum lebar. Penanda bahwa hari baik yang dinanti akhirnya tiba. Selamat, Inez!
Profil Inez Angelina Welly bisa kalian cek di bawah ini.